Loading...

Ragam jenis ayam buras spesifik yang perlu dilestarikan

Ragam jenis ayam buras spesifik yang perlu dilestarikan
Budidaya ayam buras sudah cukup lama ditekuni oleh masyarakat di perdesaan secara tradisional turun temurun, Diantara berragam jenis ayam buras yang dikelola masyarakat ditemukan adanya ayam buras spesifik lokal Indonesia yang mempunyai keunggulan dalam menghasilkan produksi dwi guna sebagai ayam pedaging dan ayam petelur. Jenis ayam buras lokal spesifik banyak tersebar dibeberapa daerah yang juga perlu disosialisasikan terkait dengan keunggulan hasil produksi yang dihasilkan.dari masing masing jenis ayam buras spesifik. 1. Ayam KeduAyam buras Kedu banyak ditemukan didaerah Jawa Tengah kabupaten Temanggung tepatnya di desa Kedu. Kecamatan Kedu.dan desa Kalikuto kecamatan Grabag kabupaten Magelang. Ayam Kedu merupakan jenis ayam buras dwi guna sebagai penghasil daging dan telur. Konon kabarnya ayam Kedu betina pertama kali bertelur pada umur 5 bl mampu menghasilkan produksi telur mencapai 25 butir setap periodenya dengan pencapaian berat telur rata rata 50-60 gram Ciri cirri ayam Kedu ; bentuk kepala bulat, pial berwarna hitam atau merah, mata hitam seperti bola, kaki pendek, leher pendek, kulit putih sampai hitam dan bentuk badan besar kompak seperti ketupat. Umumnya peternak ayam kedu memelihara ayam dengan tujuan dimanfaatkan daging dan telurnya karena itu ayam Kedu juga dikenal sebagai ayam dwi guna. Ayam kedu jantan dewasa bisa mempunyai berat 4 Kg dan ayam betina 3 Kg dengan rata-rata berat 1,5 - 2 Kg.Ayam Kedu dikenal tiga jenis yang masing masing jenis dibedakan berdasarkan warna bulu yaitu : ayam kedu putih dengan penampilan mirip ayam ras White Leghorn, ayam kedu hitam atau sering juga disebut sebagai ayam " CEMANI " dan ayam kedu campuran. Ayam kedu campuran populasinya sudah tidak lagi terkontrol karena sudah tercampur dengan ayam ayam lokal lainnya. Khusus untuk ayam kedu hitam yang dikenal dengan nama ayam " CEMANI " dicirikan pada bagian seluruh tubuhnya berwarna hitam yang menyebar mulai dari jengger, kulit muka, mata, paruh, kaki, cakar, kuku sampai ke rongga mulut dan lubang dubur Tidak semua ayam kedu hitam merupakan ayam " CEMANI " tetapi ayam Cemani merupakan ayam Kedu hitam. Dan yang pastinya diduga ayam cemani merupakan hasil perkawinan antar keluarga yang mempunyai hubungan keluarga kerabat dekat dari beberapa generasi . 2. Ayam NunukanMerupakan jenis ayam lokal berasaL dari Kalimantan Timur, tepatnya daerah Tarakan kabupaten Tarakan dan Tawau. Malaysia. Saat ini ayam Nunukan merupakan plasma nutfah khas yang perlu dilestarikan. Ayam Nunukan mempunyai potensi sebagai jenis dwi guna penghasil daging dan telur. .Ayam Nunukan berpenampilan mirip dengan ayam ras Rhode Island Red, ayam ras yang dikembangkan di Amerika Serikat. Cirri cirri ayam nunukan ; warna bulu merah cerah atau merah kekuningan, bulu sayap dan ekor tidak berkembang sempurna, paruh dan kaki berwarna kuning atau putih kekuningan, jengger, pial merah cerah, umur awal bertelur 5,5 - 6 bulan dan anak ayam berumur 45 hari cenderung berbulu kapas 3. Ayam SentulAyam plasma nuftah asli kabupaten Ciamis, mempunyai cita rasa gurih dibandingkan ayam ras pedaging. Ayam sentul mempunyai penampilan fisik seperti ayam aduan dan kini sudah berkembang sebagai ayam penghasil daging dan telur. .Ayam sentul dicirikan dengan karakteistik sebagaimana berikut ; umur pertama kali bertelur 5,5 bulan dan berat telur 38,3 gram, pencapaian produksi telur 118 butir/ tahun/ekor. Ayam Sentul jantan umumnya memiliki jengger tunggal (single comb) atau peal comb. Selain sebagai penghasil telur ayam sentul juga memiliki daging yang cukup banyak dengan. Berat badan ayam jantan dewasa 1,5 - 2 kg, berat badan ayam sentul betina mencapai 1,3 - 1,5 kg Nani Priwanti Soeharto - Penyuluh Pertanian PPMKP CiawiSumber ; 1. Buku Teknik dan Pengembangan Peternakan seri Ayam Buras Spesifik .Direktorat Jenderal Peternakan. Direktorat Bina Produksi Peternakan, 1992 2. Subangkit Mulyono, Memelihara Ayam buras Berorientasi Agribisnis, Penebar Swadaya, 1996 3. Y. Suci Pramudyati, Petunjuk Teknis Beternak Ayam Buras , GTZ Merang Reed Pilot Project Bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi (BPTP) Sumatera Selatan, 2009