Seiring makin meningkatnya permintaan kebutuhan pangan protein hewani perlu diimbangi dengan penanganan pengelolaan hijauan pakan ternak. Kegiatan pengelolaan hijauan pakan ternak dapat dilakukan dengan mengembangkan teknologi hijauan pakan ternak guna menyediakan hijauan pakan ternak.Hijauan pakan ternak merupakan sumber pakan utama bagi ternak ruminansia. Hijauan makanan ternak ( HMT ) meliputi rumput, leguminosa, herba semak. Kebutuhan bahan kering pakan hijauan makanan ternak 3 % dari bobot badan ternak setiap harinya yang setara dengan hijauan segar seberat 15 % bobot badan ternak. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan mengelompokkan hijauan makanan ternak menjadi 4 jenis 1) jenis rumput, 2) jenis leguminosa, 3) jenis hijauan lain dan 4) jenis limbah pertanian. 1. Jenis Rumput Rumput merupakan makanan utama ternak ruminansia. Petani diperdesaan umumnya memberikan pakan ternak ruminansia secara tradisional. Jenis rumput yang biasa diberikan berupa rumput lapangan terdiri dari rumput pahitan, rumput kawatan, rumput lamuran, babadotan dan jajahean. Kandungan protein rumput lapangan sangat rendah 6 - 8 % .Pemberian rumput lapangan umumnya sangat terbatas. Guna pencapaian bobot badan ternak yang optimal dianjurkan pemberian hijauan pakan ternak jenis rumput unggulBeberapa jenis rumput unggul yang menjadi alternatif pilihan yaitu rumput potongan dan rumput gembala. Rumput potongan terdiri dari rumput raja ( Pennisetum purporepoides ), rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput Australia ( Paspalum dilatatum ), rumput hamil (Panicum maximum) dan rumput setaria ( Setaria splendida ). Ciri khas rumput potongan dapat dilihat dari tanaman rumput tumbuh tinggi secara tegak lurus dan banyak anakan. Kandungan gizi pakan rumput potongan 8 –10%. Berupa protein kasar. Rumput gembala teridri dari rumput kolonjono ( Panicum muticum ), rumput BD (Brachiara decumbens) dan rumput BR (Brachiara ruziziensis ). Ciri khas rumput gembala, tanaman tumbuh pendek dan menjalar, tahan renggut dan injakan ternak serta tahan terhadap kekeringan. 2. Jenis Legimuminosa Daun daun tanaman leguminosa dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pilihan hijauan makanan ternak. Beberapa jenis leguminosa yang dapat dimanfaatkan sebagai hijauan makanan ternak diantaranya gamal ( Gliricidia sepium ), lamtoro ( Leucena leucephala ) kaliandra ( Calliandra calothysus ) dan turi ( Sesbania glandiflora ). Leguminosa merupakan jenis hijauan makanan ternak yang mengandung kadar protein paling tinggi mencapai 22% . Pemberian leguminosa pada ternak ruminansia dapat dilakukan secara tunggal atau dicampur dengan rumput atau hijauan lainnya.Selain dimanfaatkan sebagai hijauan makanan ternak leguminosa juga dapat digunakan untuk tanaman pagar, tanaman pelindung, kayu bakar, pupuk daun dan pencegah erosi. 3. Hijauan lain yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak Makin berkurangnya lahan pertanian dan sulitnya mendapatkan hijauan pakan ternak khususnya rumput dan leguminosa pada musim kemarau perlu dilakukan antisipasi dengan mengajak petani untuk mau dan mampu melakukan diversifikasi hijauan pakan ternak pada ternak ruminansia..Hasil survey yang dilakukan oleh Balai Penelitian Ternak Bogor tahun 2004 menyatakan beberapa petani di perdesaan di pulau Jawa dan Sumatera Selatan sudah biasa melakukan diversifikasi pakan hijauan ternak dengan menggunakan hijauan pakan ternak sebagai pengganti rumput dan leguminosaDisekitar lingkungan kehidupan petani ternak diperdesaan banyak ditemukan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai hijauan makanan ternak pengganti rumput dan leguminosa.Beberapa jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai hjauan makanan ternak diantaranya daun nangka ( Artocarpus integra ), daun dan limbah pisang ( Musa sapientum ), daun bambu ( Bambusa vulgaris ), daun umbi ketela pohon ( Manihot utilisima ), daun waru ( Hibiscus tiliaccus ), daun umbi ubi jalar ( Ipomea batatas poir ), daun bunga sepatu ( Hibiscus rosa sinensis ), daun mangga ( Mangifera indica ), daun jambu air ( Eugenia aquea ), daun papaya ( Carica papaya ) dan daun asem ( Tamarindus indica ), Nilai gizi hijauan pakan ternak sangat bervariasi 3 - 6 % 4. Limbah Pertanian Ketersediaan hijauan makanan ternak di musim kemarau seringkali mengalami kendala kesulitan untuk mendapatkan rumput dan leguminosa sebagai makanan utama ternak ruminansia. Disekitar kehidupan petani ternak diperdesaan banyak ditemukan limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti rumput dan leguminosa.. Limbah pertanian merupakan hasil ikutan dari pertanian yang telah dipanen. Limbah pertanian yang sudah umum dimanfaatkan petani ternak sebagai hijauan makanan ternak yang berguna untuk kelangsungan kehidupan ternak. Beragam jenis limbah pertanian dapat dimanfaatkan untuk hijauan makanan ternak yaitu jerami padi ( Oryza sativa ), jerami jagung ( Zea mays ), jerami kacang tanah ( Arachis hypogae ), jerami kedele ( Glycine max ) dan pucuk tebu ( Saccharum officanarum ).Dengan petani ternak mengenal beragam jenis hijauan pakan ternak yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti rumput. Diharapkan dapat membantu petani ternak mudah dalam menyediakan hijauan pakan ternak di saat hijauan rumput tidak tersedia Nani Priwanti Soeharto - PP PPMKP CiawiSumber : Bambang Kusdihartono dan Nani Iriani. Inventarisasi Keanekaragaman pakan hijauan guna mendukung sumber pakan ruminansia. Balai Penelitian Ternak Bogor, 2004