Selasa (26/05) lalu, bertempat di Inala Resto, telah dilaksanakan Rapat Koordinasir Kegiatan Pengawalan dan Pendampingan Penyuluhan SDM Pertanian Kab. Bantul. Rakor ini merupakan salah satu kegiatan pemantapan sistem penyuluhan dalam rangka mensukseskan Upaya Husus (UPSUS) Pajale (padi, jagung, kedelai) dengan pembiayaan dari Anggaran Dekonsentrasi pada BKPP DIY. Tujuan dari kegiatan ini yaitu mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan dan menyusun rencana kerja penyelenggaraan penyuluhan pertanian tingkat Kabupaten; menyusun matriks pengawalan dan pendampingan penerapan rekomendasi teknologi spesifik lokasi; menyusun rencana evaluasi, supervisi dan pelaporan; serta mensosialisasikan lokasi kecamatan penerima kegiatan fasilitasi kegiatan penyelenggaraan penyuluhan pertanian mendukung swasembada dan Swasembada berkelanjutan, melalui kegiatan UPSUS pajale. Adapun peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah dari Bidang Penyuluhan BKP3 Kab. Bantul, Dinas Sumberdaya Air, Penyuluh Kabupaten, Penyuluh Koordinator BPP se Kab. Bantul, THL-TBPP, Mantri tani dan Mahasiswa Pendamping UPSUS dari UGM Jogjakarta. Sejumlah nara sumber yang mengisi ialah Kepala Bidang Koordinasi Penyuluhan BKPP DIY, Ir.V.Barudin,M.Si dengan materi "Pemberdayaan Penyuluhan Pertanian di DIY", sedangkan Kepala BKPPP Kab. Bantul, Ir. Pulung Haryadi, MSc., memaparkan "Kiat- Kiat Keberhasilan UPSUS Pajale di Kab. Bantul", dari Dipertahut Kab. Bantul, Barjono, STP. menguraikan tentang "Percepatan UPSUS Pajale melalui Fasilitasi Prasarana dan Sarana Pertanian", serta Koordinasi Teknis oleh penanggung jawab kegiatan yang juga merupakan, Koordinator Penyuluh Kab. Bantul, Sugeng Prayitno, SP., MSc. Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan diskusi yang membicarakan tentang kegiatan-kegiatan bersumber dari APBN P TA 2015. Kemudian dari pertemuan dan diskusi diperoleh kesimpulan sebagai berikut :1. Peningkatan kapasitas BP3K/BPP sebagai posko pelaksanaan pembangunan pertanian. Dari 4 Kabupaten di DIY, untuk Kabupaten Bantul bertempat di BPP Sedayu dan Bambanglipuro, masing-masing meliputi 17 kegiatan2. Penumbuhan dan pengembangan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) di 75 Desa se-Kabupaten, masing-masing desa satu orang PPS. PPS difasilitasi dengan bahan dan sarana produksi, biaya konsumsi, serta bantuan traspor selama 6 bulan untuk Pertemuan / Kursus Tani dan Demplot.3. Penyuluhan dan pendampingan penyuluh di sentra produksi Pajale sejumlah 71 unit, melibatkan semua Penyuluh PNS dn sebagaian THL TBPP dengan kegiatan Kursus Tani Desa dan Rembug Tani Desa.4. Kepada para penyuluh yang mengampu diberikan bantuan transport5. Dipesankan oleh penanggung jawab kegiatan agar peserta :- segera menyusun rencana / jadwal kegiatan- pemilihan PPS yang difasilitasi, harus tepat- tertib laporan fisik dan keuangan- tertib laporan mingguan6. Sistem tanam Tajarwo adalah rekomendasi dari BPTP DIY yang telah diuji secara ilmiah, sehingga harus didukung untuk diterapkan.7. Tahun 2016 direncanakan untuk dilaksanakan pelatihan bagi tenaga tanam, termasuk untuk operator alat mekanisasi pertanian.8. Berdasarkan pemantauan dan laporan, Babinsa dan Pendamping dari UGM aktif bekerjasama dengan Penyuluh.9. Setiap BPP agar mencermati alokasi kegiatan masing-masing dan membuat jadwal palang, diajukan ke penanggung jawab kegiatan(Primasari M., SP. - Admin Kab. Bantul)