Pemalang, 8 Mei 2015. Kegiatan Rapat Koordinasi Penyuluhan Pertanian Tingkat Kabupaten dalam pengawalan dan pendampingan UPSUS Pajale dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2015 di Ruang Pertemuan Kelompok Jabatan Fungsuional Dinas pertanian dan Kehutanan Kabupaten pemalang Jl. DI Panjaitan KM 5 Paduraksa Pemalang dihadiri 30 orang terdiri dari Koordinator PPL BPP kecamatan , Mantri Tani, POPT, Penyuluh Swadaya, pendaping peneliti dari BPTP Ungaran, serta narasumber dari Bidang tanaman Pangan Dipertanhut kabupaten Pemalang dan penyuluh semioer KJF Dipertanhut Kabupaten PemalangRapat ini merupakan Koordinasi antara petugas dan praktisi lapangan untuk mencapai sewasembada PAJALE (Padi, Jagung dan Kedelai) pada tahun 2017 serta untuk menghadapi bersama permasalahan yang dihadapi..Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang yang diwakili Kabid Tanaman Pangan Dipertanhut Kabupaten Pemalang, Sukardi SP, MM dalam sambutannya mengingatkan kepada kita semua bahwa, ada beberapa hal yang jadi penghambat swasembada tidak tercapai, benih, pupuk dan hama penyakit. Berkaitan dengan hambatan tersebut sinkronisasi dan sinergitas antar petugas di lapangan perlu ditingkatkan sehingga dapat segera mengantisipasi permasalahan yang terjadi. " Tugas kita semakin berat, untuk tahun 2015 Kabupaten Pemalang harus bisa memperoduksi gabah kering panen minimal mencapai 550 ribu ton, dengan demikian memperhatikan luas panen sekitar 72 ribu hektar, maka produktivitas lahan harus di atas 6,5 ton per hektar" jelasnya dalam sambutan.Sementara itu dalam penyampaian materi Pengawalan dan Pendampingan Penyuluh Koordinator KJF Dipertanhut Kabupaten Pemalang, Ir. Sri Hardjanto mengatakan " ada beebrapa kegiatan yang tidak dapat dilakukan secara mandiri, perlu koordinasi dan kerjasama antar berbagai instansi. Oleh karena itu perlu memperkuat komunikasi dan koordinasi" jelasnya. Lebih lannjut disampaikan bahwa Beberapa kegaiatan yang yang memerlukan sinergitas antara lain :(1) Pengawalan dan pengamanan penyaluran benih, pupuk dan alsintan . (2) Menggerakkan Tanam Serentak (3) Menggerakkan pengamanan, perbaikan jaringan irigasi (4) Menggerakkan Pengamanan Pertanaman dari seranganOPT (5) Mendiseminasi Informasi dan Teknologi Pertanian (6) Melaksanakan Kursus tani (7) Melaksanakan Demfarm (8)elaksanakan Hari Temu Lapangan Petani (Farmer Field Day/FFD) (9) Menggerakkan Panen dan Pengamanan Hasil (10) Mengembangkan Jejaring dan Kemitraan Usaha (11) Melaporkan kegiatan pendampingan kepada Kepala Balai Penyuluhan Kecamatan/KCD (untuk penyuluh yang mengawal di desa).Selanjutnya disampaikan pula peran khusus penyuluh maupun THL-TBPP dalam pengawalan dan pendampingan UPSUS pajale (1) Mengikuti dan atau melakukan sosialisasi (2) Mengikuti Diklat teknis (3) Meningkatkan Koordinasi Pelaksanaan Pengawalan dan Pendampingan di setiap tingkatan (4) Menyiapkan Calon Petani Calon Lokasi (CP/CL). (5) Memfasilitasi Penyusunan, RDK/RDKK (6) Melakukan Sistem Kerja Latihan Kunjungan dan Supervisi (Lakususi). Dalam sesi Tanya jawab terungkap bahwa berdasarkan pengalaman selama ini kesuksesan peningkatan provitas dalam mewujudkan swasembada pangan, belum diimbangi dengan peningkatan harga, malah biasanya harga menurun yang berarti peningkatan provitas tidak begitu bermanfaat bagi petani. Menyingkapi masalah tersebut, Ir. Seno Basuki, M.Si dari BPTP Ungaran mengharapkan adanya lembaga LDPM yang ada pada gapoktan dan Bulog untuk bisa menjadi mitra petani dalam penjualan gabah.Sebelum mengakhiri pertemuan, Nuranto SP selaku moderator dan Pelaksana Dana Dekon APBN Kementrian Pertanian menyampaikan pesan" Usaha mensukseskan UPSUS Pajale adalah tantangan bagi kita semua, oleh karena itu mari kita tingkatkan kinerja kita sehingga Pemalang mampu berperan dan berkontribusi dalam mewudkan swasebada pangan tersebut" pintanya.Kegiatan dalam rangka mensukseskan UPSUS Pajale banyak sekali, sehingga perlu adanya supervisi untuk memantau perkembangan di lapangan baik dalam rangka melihat pelaksanaan kegiatan maupun dalam memecahkan persoalan yang ada. Koordinasi antar berbagai pihak yang mantap adalah salah satu kunci keberhasilan. Penulis : Nurul Ashar ( PP Madya Pada KJF Dipertanhut Kabupaten Pemalang).