Loading...

RAKOR UPSUS PAJALE PEMALANG

RAKOR UPSUS PAJALE PEMALANG
Rapat Koordinasi UPSUS Pajale Kabupaten Pemalang berlangsung pada hari Kamis 5 Maret 2015 berlangsung di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang. Hadir pada pertemuan tersebut narasumber dari BPTP Ungaran Ir. Tri Joko Paryono, M.Sc, Ir. Seno Basuki, Koordinator KJF Ir. Sri Hardjanto, Kabid Tanaman Pangan Sukardi, SP dan semua Koordinator BPP dan Mantri Tani se Kabupaten Pemalang. Pertemuan di buka oleh kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan yang baru, Suharto, SIP, M.Si yang dilantik pada tangggal 23 Februari 2015 menggantikan Ir. Suprinyantopo.. Dalam sambutannnya mengatakan” program Pajale yang dicanangkan oleh Pemerintah Jokowi-JK melalui Kementrian Pertanian sangatlah berat karena pada tahun 2017 harus swasembada. Hal ini memiliki konsekuensi kerja cerdas dan keras agar program tersebut berhasil”. Kemudian disampaikan pula bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah meluncurkan kartu tani beberapa waktu lalu oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Kartu tani telah lounching di Gringsing Kabupaten Batang dalam rangka mempermudah memperoleh kredit dan pupuk bekerja sama dengan bank BRI, yang kesemuanya untuk meningkatkan pelayanan pada petani”, tandasnya. Selanjutnya Ir. Tri Joko Paryono, M.Sc dalam sambutannnya membahas mengenai pemantapan laporan realisasi tanam per minggu per desa, pemberkasan RUKK, pembentukan Pokja UPSUS Pajale tingkat Kabupaten, kecamatan dan desa. “Program ini sangat berat, maka diperlukan tekad dan semangat dan koordinasi yang kuat agar program ini berhasil, tandasnya. Sementara itu Koordinator KJF Ir. Sri Hardjanto menjelaskan tentang tupoksi pokja UPSUS Pajale. Adapun tugas Pokja yaitu: 1) Merencanakan operasional kegiatan swasembada PAJALE, 2) Melaksanakan validasi CPCL dan prasarana pendukungnya, 3) Memfasilitasi penyediaan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan program, 4) Melaksanakan pengawalan dan supervisi dan 5) Menyusun laporan pelaksanaan program swasembada PAJALE. Selanjutnya disampaikan bahwa sebagai pelaksana di lapangan mengharapkan kepada para penyuluh baik PNS maupun THL-TBPP jangan sampai kalah semangat dengan Babinsa. Para penyuluh lapangan secara teknis sebagai ujung tombak pelaksana kegiatan di lapangan dan Babinsa sebagai motivator. Selain itu kita secepatnya akan mengawal CPCL di Desa dan kita akan mendampingi dan mengawal sampai pada ubinan di lapangan. Sekali lagi Ir. Sri Hardjanto meminta pada para Koordinator PPL BPP untuk menjadikan BPP sebagai POSKO pajale dapat berfungsi seoptimal mungkin” lakukan koordinasi dan sinkronisasi kepada pihak terkait, Insya Allah program ini akan berhasil”. Pintanya. Kepala Bidang Tanaman Pangan Suakrdi, SP memberikan penjelasan bahwa ada 3 kerangka kegiatan utama untuk mendukung swasembada pangan yaitu : 1) Pengembangan jaringan irigasi, 2) Optimasi lahan dan 3) bantuan alsintan. Selanjutnya disampaikan beberapa hal khusus dalam program UPSUS mendukung swasembada pajale antara lain : 1) Mengamankan pertanaman (Early Warning System dan pengendalian OPT), 2) Penyuluhan dan Pendampingan (BPTP, TNI–AD, POPT, BPSB, penyuluh) agar petani menerapkan teknologi, 3) Jaminan ketersediaan sarana dan prasarana (benih, pupuk, irigasi dan alsintan, 4) Koordinasi dengan pihak lain dan 5) Laporan Perkembangan Kegiatan Kabupaten Pemalang dalam UPSUS pajale ditargetkan mencapai 545.000 ton beras dan rangking 4 setelah Kabupaten Cilacap, Sragen dan Pati. Pencapaian tersebut dirasa berat karena adanya bencana banjir dan OPT padi yang masih tinggi. Namun dengan kerja keras para petani, kelompok tani, gapoktan dan aparat Pembina dan bekerjanya posko-posko kemungkinan keberhasilan akan dapat terpenuhi. Produktivitas selama ini yang baru mencapai 5,54 ton/ha akan ditingkatkan deminkian juga dengan luas panen yang bekerjasama dengan perhutani akan menambah pencapaian produksi yang telah ditarjetkan. Penulis: Nurul Ashar (PP madya pada Dipertanhut kabupaten Pemalang).