Untuk mewujudkan akan ketahanan Pangan di Kabupaten Purworejo, Dewan Ketahanan Pangan setiap tahunnya mengadakan rapat koordinasi sebanyak dua kali dalam setahun ,dikarenakan rapat koordinasi merupakan momentum yang sangat penting dan sangat strategis guna menuju kedaulatan pangan. Kabupaten Purworejo merupakan penyangga pangan nasional. Akhir akhir ini dengan adanya kenaikan BBM yang berdampak terhadap kenaikan barang dan jasa, ternyata tidak berpengaruh terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Purworejo.Beberapa komoditas serta keadaan produksi komoditas pangan menunjukkan bahwa untuk beras dalam keadaan surplus ,sedangkan kedele, jagung ,dan daging dalam posisi defisit.Rapat Koordinas Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Purworejo dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2014 yang bertempat di Gedung Panti Asuhan Danukusuman Purworejo diikuti oleh seratus peserta yang terdiri dari dari unsur petani, gapoktan, KTNA serta petugas. Rapat Koordinasi dibuka secara resmi oleh Bupati Purworejo (Drs.Maksun Zein, M.Ag),dalam sambutannya Bupati Purworejo menyampaiakn bahwa pembangunan pertanian merupakan hal yang sangat penting guna menuju swasembada padi,jagung,kedele dan gula yang berkelanjutan,banyak upaya upaya yang ditempuh untuk menuju swasembada , dan itu bukan merupakan tugas yang ringan ,karena ada beberapa kendala yang harus dihadapi diantaranya : pertumbuhan penduduk yang masih tinggi, perubahan iklim global,air,luasan lahan untuk pangan yang terus berkurang. Rintangan atau kendala itu kita hadapi secara ber sama-sama.Bupati Purworejo ditengah tengah sambutanya juga menyampaikan bahwa penduduk dunia mempunyai kekhawatiran tentang tiga hal yaitu kekurangan pangan, kekurangan air serta energi gas, semua itu akan dapat diatasi dengan keanekaragaman konsusmi pangan.Kabupaten Purworejio yang mempunyai visi misi Agribisnis dikarenakan beberapa alasan yaitu mayoritas penduduk Purworejo adalah petani,tanah yang ada di Purworejo cocoknya untuk usaha pertanian dalam arti luas,sereta menghadapi AFTA yang kita belum siap dengan hasil pertanian.Dalam Rakorda tersebut hadir para pejabat terkait diantaranya dari Badan Ketahana Pangan Prop.Jateng,Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan perikanan Kabupaten Purworejo, Pelaku usaha serta dari Bulog. Dalam diskusinya oleh peserta rakor disampaiakn bahwa Ketahanan Pangan merupakan suatu kerja yang tidak ringan.Semoga dengan Rakor tersebut kita harapkan Ketahan Pangan di Kabupaten Purworejo dapat betul betul tercapai guna menuju kedaulatan pangan,serta tidak ketinggalan masyarakat menjadi sejahtera.Oleh :Turoso,STP. Penyuluh Pertanian MadyaDinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan Kab.Purworejo