Loading...

RAPAT KOORDINASI OBSERVASI DAN UJI MULTILOKASI PADI VARIETAS MANOHARA DI KEC. KEDUNGWARINGIN KAB. BEKASI

RAPAT KOORDINASI OBSERVASI DAN UJI MULTILOKASI PADI VARIETAS MANOHARA DI KEC. KEDUNGWARINGIN KAB. BEKASI
Rapat koordinasi observasi dan uji multilokasi padi varietas manohara dilaksanakan 2 kali yaitu pada hari Jumat tanggal 15 April 2011 dan hari Rabu tanggal 26 April 2011, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Kedung Waringin. Kegiatan ini diprakarsai oleh Pemerintah Kecamatan Kedung Waringin yang bekerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kedung Waringin Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh penemuan Bapak Untung Mursidi, seorang petani dan juga merupakan ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan ) Swadaya di Desa Mekar Jaya Kecamatan Kedung Waringin Kebupaten Bekasi, Petani tersebut menemukan kemungkinan sebuah varietas padi yang baru, yang belum diketahui namanya, ketika sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu membeli benih padi di kios tapi tidak berlabel, kemudian menanamnya dan ternyata dari segi fisik mempunyai perbedaan dengan varietas-varietas padi yang sudah pernah ditanamnya. Kemudian secara terus menerus Pak Untung menanam padi tersebut dan ternyata dari segi hasil panen sangat berbeda dengan varietas padi yang pernah ditanamnya, yaitu sampai musim ke 7 Pak Untung menanam vaietas padi yang belum dinamai tersebut telah menghasilkan 9 ton/Ha, sungguh hasil yang sangat berbeda, Karena biasanya hanya menghasilkan 5 sampai 6 ton saja per hektarnya. Selain hasil yang luar biasa, masih menurut Pak Untung, padi yang ditanamnya tahan terhadap serangan hama Wereng Batang Coklat (WBC) dan hama Kerdil Rumput, walaupun masih dapat terserang hama penggerek batang, bahkan pada saat ada serangan hama wereng secara besar-besaran pada musim tanam gadu tahun 2010, padi yang ditanam Pak Untung tidak ikut terserang. Pak Untung kemudian menamai padi varietas baru tersebut dengan Manohara, nama tersebut terinspirasi oleh Manohara, gadis cantik dan bertubuh tinggi yang saat itu ramai diperbincangkan di media massa maupun elektronik karena diculik dan disekap oleh pihak Kerajaan Malaysia. Sampai saat ini hampir 50% petani di Desa Mekar Jaya dan sekitarnya sudah menggunakan varietas Manohara, sebagai benih padi karena mempunyai keunggulan yaitu hasil panen lebih tinggi dibandingkan varietas padi yang sudah biasa ditanam seperti Ciherang IR 42 dan IR 64. Keunggulan yang lain adalah lebih tahan terhadap serangan hama. Sebagai ketua Gapoktan, Pak Untung mempunyai pemikiran yang lebih maju dibandingkan dengan petani pada umumnya, kemudian ia berfikir agar varietas padi yang ia temukan mempunyai hak paten sehingga bisa di jual secara bebas dan berlabel. Kemudian ia menghubungi pihak Pemerintah Kecamatan Kedung Waringin dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kedung Waringin, dan menyampaikan maksudnya. Kedua lembaga tersebut menyambut baik dan mendukung secara penuh keinginan Pak Untung. Kemudian dengan bekerja sama dengan Balai Pengawasan Sertifikat Benih Jawa Barat, menghubungi Balai Besar Padi yang berlokasi di Sukamandi, Subang, Jawa Barat untuk dilakukan penelitian oleh para peneliti ahli dan lembaga milik Kementerian Pertanian tersebut menyambut baik dengan cara melakukan observasi ke daerah yang akan dilaksanakan pengamatan dan penelitian, dari hasil observasi disepakati dilaksanakan rapat koordinasi dengan para petani dan petugas pelaksana pangamatan. Rapat koordinasi yang pertama dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 15 April 2011, yang berisi informasi bahwa varietas baru dapat dilepas sebagai varietas jika mempunyai keunggulan baik dari segi hasil panen ataupun ketahanan terhadap penyakit. Usulan pelepasan varietas baru dapat dilaksanakan jika varietas baru tersebut mempunyai : data Buss, data sebaran, data keunggulan, data hasil panen, data ketahanan terhadap penyakit, dan data mutu. Pada rapat tersebut juga disepakati akan dilaksanakan uji multilokasi terhadap padi varietas Manohara. Rapat kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 26 April 2011, bertempat di Aula Kecamatan Kedung Waringin Kabupaten Bekasi. Rapat tersebut dihadiri 40 orang yang terdiri dari peneliti Balai Besar Padi, Penyuluh Pertanian Lapangan, Koordinator Penyuluh, petani pelaksana uji multilokasi, BPSB Jawa barat, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bekasi, BP4KKP Kabupaten Bekasi. Pada rapat ini juga disepakati tentang uji multilokasi padi varietas Manohara yang akan dilaksanakan di 5 Kecamatan se-wilayah III BP3KKP; yaitu Kecamatan Kedung Waringin, Kecamatan Cikarang Timur, Kecamatan Cikarang Pusat, Kecamatan Cikarang Utara dan Kecamatan Karang Bahagia. Setiap kecamatan terdapat 2 unit uji multilokasi. Uji multilokasi ini akan dipimpin oleh peneliti dari Balai Besar Padi yang diketuai oleh DR. Untung Sutanto serta dibantu oleh Ir. Rina Hapsari, Ir. Irmantoro, Ir. Meru dan Ir. Daud. Sedangkan petani pelaksana uji multilokasi adalah Pak Aman dan Pak Encu (Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat), Pak Nemat dan Pak Ending (Desa Karang Raharja Kecamatan Cikarang Utara), Pak Widodo dan Pak Aan (Desa Karang Bahagia dan Desa Karang Setia Kecamatan karang Bahagia), Pak H. Saomang dan Pak Entang (Desa Tanjung Baru dan Desa Hegarmanah Kecamatan Cikarang Timur), Pak Untung Mursidi dan Pak Onda (Desa Mekarjaya dan Desa Karang Mekar Kecamatan Kedung Waringin. Ketua tim peneliti, DR. Untung Sutanto memaparkan bahwa pengujian terhadap varietas Manohara akan dibandingkan dengan 9 varietas yang lain yang sudah diuji, yaitu Cimelati, Ciherang, Gilirang, Ciherang Jumbo, Sidenuk, Cidenok, Mekongga, Inpari 1 dan Inpari 6, Ke-9 varietas itu dipilih karena setelah dilakukan uji oleh BB Padi, ternyata varietas Manohara mempunyai kemiripan dengan varietas-varietas tersebut. Penelitian akan dilaksanakan dengan ulangan 4 kali untuk masing-masing varietas. Sedangkan pengamatan yang akan dilaksanakan yaitu: (1) Umur 50% berbunga, (2) Umur masak fisiologis, (3) Bobot 1000 butir gabah isi, (4) Tinggi tanaman, (5) Jumlah anakan, (6) Jumlah gabah isi dan gabah hampa per malai, (7) Jumlah malai per rumpun, (8) Jumlah rumpun dipanen, (9) Kadar Air, (10) Hasil gabah bersih per plot, (11) Karakteristik fisik lingkungan. Para peneliti dan petani berharap uji multilokasi tidak terkena serangan hama sehingga dapat menghasilkan varietas unggul yang dapat dilepas dan mendapatkan hak paten sebagai keunggulan spesifik lokalita. (By: Nurlita, S.Pt THL-TBPP Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi)