Loading...

Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Kekeringan Tanaman Padi Sawah Di Kabupaten Penajam Paser Utara Tahun 2015

Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Kekeringan Tanaman Padi Sawah Di Kabupaten Penajam Paser Utara Tahun 2015
Produksi padi sawah Kabupaten Penajam Paser Utara di Tahun 2015 terancam tidak mencapai angka yang di targetkan akibat kekeringan yang melanda di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Menindaklanjuti hal tersebut SKPD serta pihak-pihak terkait di Kabupaten Penajam Paser Utara segera mengambil langkah - langkah tanggap darurat dalam Hal ini menggelar rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Kekeringan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan bersama Dinas Pertanian Kab. PPU sebagai SKPD pemangku Kebijakan dalam Bidang Pertanian, bersama Kodim 0913/Kabupaten Penajam Paser Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian perdagangan dan Koperasi, Badan Perencana Pembangunan Daerah, BULOG Paser dan PPU, Camat Penajam, Camat Waru, Camat Babulu, Koordinator BPP Kec. Penajam, Koordinator BPP Kec. Babulu, dan Koordinator BPP Kec. Sepaku. Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Kekeringan di Kabupaten Penajam Paser Utara di Laksanakan tanggal 25 Agustus 2015 bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Petung. Dipimpin Langsung Oleh Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Penajam Paser Utara Surito, SP. MP bersama dengan Kepala Dinas Pertanian Ir. Joko Dwi Fetrianto dan Komandan Kodim 0913 / Kabupaten Penajam Paser Utara diwakili Kapten Inf. Laeti. Rapat ini dilaksanakan menanggapi ancaman kekeringan yang melanda di Kabupaten Penajam Paser Utara khususnya di Kecamatan Babulu, dimana ancaman kekeringan ringan seluas 186 Ha, Kekeringan Sedang seluas 888 Ha, Kekeringan Berat seluas 640 Ha dan ancaman Puso mencapai luasan 509 Ha. Jika tidak mengambil langkah-langkah penanggulangan, ancaman puso terhadap lahan sawah yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara akan terus bertambah. Beberapa Hal yang menjadi garis besar dalam rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Kekeringan Tanaman Padi di Kabupaten Penajam Paser Utara antara lain Secara umum Kabupaten Penajam Paser Utara tidak terancam kerawanan pangan, tetapi ada sebagian daerah yang merupakan daerah bukan penghasil beras serta berada di daerah – daerah terpencil, dan sulit ditempuh melalui akses darat perlu mendapat perhatian khusus. Sedangkan Stock Beras di Kabupaten Penajam Paser Utara masih Surplus 24.141 Ton Beras. Sesuai dengan paparan Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Penajam Paser Utara. Langkah – langkah tanggap darurat bencana kekeringan Tanaman Padi di Kecamatan Babulu di usulkan anggaran sebesar Rp. 3.349.000.000,- yang terbagi dalam dua Skenario, yaitu memasang jaringan pompa untuk memompa air dari sungai Longkali ke saluran primer dengan menyediakan nggaran sebesar Rp. 1.149.500.000,- serta membuat tiga titik pompa sumur bor dengan anggaran Rp. 2.200.0000.000,- . Dampak dan Kerugian yang akan dirasakan petani padi sawah jika tidak di ambil langkah-langkah tersebut diatas jika di akumulasikan dalam angka mencapai kerugian sebesar Rp. 15.854.500.000,-, dimana hasil tersebut didapat dari total luas lahan yang kemungkinan masih dapat diselamatkan dari ancaman kekeringan adalah sebesar 1714 Ha, Masing masing 186 Ha Kekeringan Ringan, 888 Ha Kekeringan Sedang dan 640 Ha Kekeringan Berat. di Kalikan dengan Provitas 2,5 Ton/Ha dikalkulasikan dengan Nilai Jual Gabah Rp. 3.700.000,-/Ton. Sedangkan dengan upaya Pompa Irigasi dan Pompa Sumur Bor mampu menyelamatkan lahan padi sawah masing – masing dengan pompa irigasi dari sungai Longkali adalah 1400 Ha. Jika dikalikan dengan provitas 2,5 Ton/Ha dan Harga Jual Rp. 3.700.000/Ton didapatkan hasil Rp. 13.412.000.000,- sedangkan dengan dari tiga titik pompa sumur bor mampu menyelamatkan 150 Ha Lahan Sawah Petani, jika di kalkulasikan dengan Provitas 2,5 Ton/Ha dan Harga Jual Rp. 3.700.000/Ton didapatkan hasil Rp. 1. 387. 500.000,-. Dengan demikian total yang dapat diselamatkan sebesar Rp. 14.337.500.000,-. Jika dengan kedua Upaya tersebut berhasil dilaksanakan, dengan Anggaran Penanggulangan bencana kekeringan sebesar Rp. 3. 349.000.000,- diharapkan mampu menyelamatkan produksi padi petani dengan nilai Rp. 14.337.500.000,- atau sekitar 90 % dari nilai kerugian sebesar Rp. 15.854.500.000,- lahan padi petani jika tidak dilakukan upaya apapun. Kepala Bulog Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara menambahkan bahwa Stock beras yang ada di gudang Bulog saat ini mencapai 2,400 Ton masing – masing 1200 ton di Kabupten Paser dan 1200 Ton di Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara. Distribusi beras sampai dengan Bulan Agustus ini berjalan lancar. Sampai dengan Desember 2015 diperkirakan stock di gudang Bulog masih surplus sampai 500 Ton beras masing masing 300 Ton untuk Kabupaten Paser dan 200 Ton Kabupaten Penajam Paser Utara. Bulog memiliki kewajiban untuk mengeluarkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) terhadap tanggapan Bencana Darurat dengan beberapa persyaratan antara lain : permohonan Bupati, Pernyataan darurat serta lampiran daftar nama penerima beras. Jumlah Beras Bulog yang dapat dikeluarkan sampai dengan 100 ton. Admin Cyber_Ext Penajam Paser Utara