Loading...

RAPAT KOORDINASI SINERGITAS PROGRAMA PENYULUHAAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN TAHUN 2015

RAPAT KOORDINASI SINERGITAS PROGRAMA PENYULUHAAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN TAHUN 2015
Penyuluh BP4K Kabupaten Majalengka menyelenggarakan rapat koordinasi sinergitas Programa Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Tahun 2015 yang dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2015 yang dihadiri oleh jajaran BP4K baik pejabat struktural maupun pejabat fungsional, Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Peternakan, Dinas PSDAPE, Dinas Koperasi UKM dan Indag yang secara langsung dibuka oleh Kepala BP4K Kabupaten Majalengka H. Udin Abidin, SH,. MSi.Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mensinergitaskan program/kegiatan dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk dijadikan sebagai bahan/acuan dalam penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Tahun 2015. Memadukan program pusat, Provinsi Jawa Barat dan daerah Kabupaten Majalengka untuk mensukseskan program swasembada pangan nasional melalui peningkatan produksi dan produktivitas padi, jagung, kedelai, sapi potong, tebu, bawang merah dan cabe merah (pajalesabumermer), secara khusus peningkatan komoditas tersebut di Kabupaten Majalengka yang merupakan salah satu sentra produksi padi dan jagung di provinsi Jawa Barat.Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka Ir. H. Wawan Suwandi.,MP. Dalam pemaparannya menegaskan bahwa sasaran jangka menengah RenstraDinad Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka Tahun 2015 menjelaskan sebagai berikut 1) Pertumbuhan Komoditas Pertanian : a) Padi Sawah sebesar 3 %/Tahun, b) Jagung 2 %/Tahun, c) Kedelai sebesar 3 %/Tahun, d) Kacang Tanah sebesar 2 %/Tahun, e) Kacang Hijau sebesar 2 %, f) Ubi Jalar sebesar 2 %/Tahun, g) Sayur-sayuran sebesar 2 %/Tahun, h) Buah-buahan sebesar 4 %/Tahun dan Tanaman Hias sebesar 2 %/tahun. 2) Pertumbuhan Komoditas Perikanan a) Perikanan Tangkap sebesar 0,55 %/Tahun dan b) Perikanan Budidaya sebesar 28,50 %/Tahun.Dijelaskan pula masalah-masalah yang ada diantaranya 1) Tingginya alih fungsi lahan, 2) Dampak fenomena iklim yang berpengaruh terhadap Organisasi Pengganggu Tanaman (OPT), 3) Tingginya biaya produksi usahatani, 4) Kondisi jaringan irigasi banyak yang rusak, 5) Masih tingginya kehilangan hasil (losis) dan 6) Harga jual komoditas pertanian umunya masih rendah. Juga terdapat beberapa hambatan diantaranya 1) Keterbatasan anggaran pembangunan pertanian, 2) Tingginya alih fungsi lahan, 3) Kerusakan infrastruktur, 4) Menurunnya minat generasi muda untuk berusaha di sektor pertanian dan 5) Aksesibilitas petani terhadap sarana produksi dan permodalan masih terbatas.Disamping hal tersebut diatas terdapat faktor pendorong diantaranya 1) Komitmen pimpinan dan jajarannyaa dalam peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian, b) Undang undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang lahan pertanian abadi, c) Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 27 Tahun 2010 tentang perlindungan lahan pertanian pangan yang berkelanjutan, d) Peningkatan sumberdaya manusia pertanian dan e) Revitalisasi infrastruktur pertanianKepala Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Majalengka DR., Ir. H. Sadili, MSi. Menegaskan bahwa sasaran Dinas Hutbunak Tahun 20154 diantaranya 1) Peningkatan populasi sapi potong sebesar 640 ekor, 2) Sapi perah 41 ekor, 3) Kambing dan domba 64.505 ekor 4) Ayam ras pedaging 240.000 ekor, 5) Ayam ras petelur 5.000 ekor dan ini semua akan dibuatkan kawasan-kawasan ternak untuk mensukseskan swasembada daging sekaligus menjadikan Kabupaten Majalengka menjadi Kabupten /Kampung Ternak.Untuk mencapai tujuan tersebut terobosan dan upaya upaya yang dilakukan melalui kegiatan 1) Intensifikasi dengan persyartan yang ketat dan 2) Ekstensifikasi yang lebih riil di lapangan.Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Majalengka menjelaskan untuk mensinergiskan program-progran dari masing-masing OPD/Dinas BP4K berperan dalam bidang penyuluhannya, meningkatkan sumberdaya pelaku utama dan pelaku usaha serta memfasilitasi untuk terselenggaranya program-program tersebut (H. Taufik Hidayat, SP. Penyuluh BP4K Kabupaten Majalengka Tahun 2015).