Loading...

RAPAT PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN KAB. SIJUNJUNG TAHUN 2017

RAPAT PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN KAB. SIJUNJUNG TAHUN 2017
Rapat penyusunan programa penyuluhan ini merupakan pertemuan kedua dari rapat pertama yang telah dilaksanakan dua minggu sebelumnya. Rapat kali ini dilaksanakan pada hari Rabu, 9 November 2016 di Aula Gedung Bersama, Muaro Sijunjung. Hadir dalam rapat antara lain bapak Liyusmi, S.Pt selaku sekretaris KTNA Kabupaten Sijunjung, Ning Wisma Utami, SP, M.Si selaku Kabid Tata Penyuluhan BP4KKP, Eldi Febrian, SP selaku Kabid Kapasitas Penyuluhan beserta KJF Kabupaten Sijunjung, seluruh penyuluh urusan programa se Kabupaten Sijunjung, perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung, Dinas Kehutanan Kabupaten Sijunjung dan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sijunjung.Acara dibuka oleh ibu Ning Wisma Utami, SP, M.Si mewakili kepala BP4KKP Kabapaten Sijunjung. Dalam sambutannya beliau menyampaikan agar dalam penyusunan programa penyuluhan berdasarkan hasil keputusan rapat awal tentang outline programa penyuluhan. Dalam programa penyuluhan juga dimasukkan monitoring dan evaluasi programa penyuluhan pada tahun ini. Diharapkan kepada tim penyusun programa penyuluhan yang berasal dari kecamatan dapat mengumpulkan realisasi pencapaian target programa penyuluhan yang telah disusun pada tahun 2015. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi pedoman dalam penyusunan programa penyuluhan untuk tahun 2017.Sekretaris KTNA Kabupaten Sijunjung menekankan agar penyusunan programa penyuluhan dapat mewakili aspirasi petani khususnya dalam usaha peningkatan produksi. Programa penyuluhan yang disusun diharapkan menggunakan tehnik PRA (Participatory Rural Appraisal) yaitu penilaian/pemahaman pedesaan secara partisipatif atau cara yang digunakan dalam melakukan kajian untuk memahami keadaan/kondisi masyarakat dengan melibatkan masyarakat itu sendiri. Adanya program-program yang selama ini lebih bersifat top down menjadi latar belakang dalam pemilihan tehnik PRA dalam penyusunan programa, karena tehnik ini lebih bersifat bottom up yang mengedepankan aspirasi mulai dari tingkat paling bawah yaitu petani.Program-program di BP4KKP, Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sijunjung berdasarkan Renja tahun 2017 juga disampaikan oleh perwakilan masing-masing Instansi. Programa penyuluhan bukan hanya mencakup tentang rencana penyuluhan, namun juga menyampaikan aspirasi dari masyarakat petani tentang pemenuhan sarana dan prasarana pendukung peningkatan produksi baik di bidang pertanian, perikanan maupun kehutanan.Programa Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yang selanjutnya disebut Programa Penyuluhan merupakan rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah, pedoman dan sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan. Programa penyuluhan ini dapat digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan penyuluhan di kabupaten, kecamatan, maupun desa/nagari, memberikan acuan bagi penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan dalam menyusun rencana kerja tahunan penyuluh (RKTP), dan menyediakan bahan penyusunan perencanaan penyuluhan untuk disampaikan dalam forum musrenbang tahun berikutnya.Programa Penyuluhan memuat rencana kegiatan penyuluhan berupa : 1) masalah-masalah pelaku utama yang bersifat perilaku yaitu faktor yang berkaitan dengan tingkat adopsi pelaku utama dan pelaku usaha terhadap penerapan suatu inovasi/teknologi baru, misalnya belum yakin, belum mau, atau belum mampu menerapkan dalam usahanya berdasarkan tehnik faktor penentu (impact point) dan dituangkan dalam bentuk Matrik Programa Penyuluhan, 2) rencana kegiatan untuk mengikhtiarkan kemudahan berupa masalah yang bersifat non perilaku yaitu faktor yang berkaitan dengan ketersediaan dan kondisi sarana dan prasarana pendukung usaha pelaku utama dan pelaku usaha, misalnya ketersediaan pupuk, benih, bibit atau modal melalui partisipasi masyarakat di tingkat desa/nagari dan dituangkan dalam bentuk Rencana Kegiatan untuk Mengikhtiarkan Kemudahan. (M. Iwan K., SP)