RATUS SAMBUNG(RACUN TIKUS SARI UMBI GADUNG) 1.1 Latar Belakang Peningkatan produksi Tanaman Padi Jagung dan Kedelai menjadi perioritas pembangunan pertanian dengan Upaya Khusus Pajale, akan tetapi mengalami kendala terutama pengendalian organisme pengganggu tanaman terutama tikus.Tikus sawah (Rattus argentiventer ) merupakan salah satu hama utama diperkebunan dan pertanian, dampak yang dihasilkan dari hama ini yaitu pertumbuhan vegetatif tanaman terhambat hingga gagal panen.Dalam usaha mengatasi masalah tikus berbagai alternatif pengedalian telah dilakukan baik secara kultur teknis,mekanis maupun secara kimiawi. Sunarjo, ( 1992 ) mengemukakan bahwa pengendalian hama tikus secara kimia merupakan alternatif yang paling umum dilakukan karena hasilnya dapat segera dilihat dan mudah diaplikasi untuk areal yang luas. Gadung (Dioscorea hispida Dennst) adalah jenis umbi yang tumbuh liar dihutan dan tidak begitu sulit mendapatkannya. Masa pertumbuhan tidak membutuhkan perawatan dan penanganan khusus bahwa masih masih banyak ditemukan tumbuh secara alami di hutan yang ada disekitar kita. Gadung tergolong tanaman umbi-umbian yang cukup populer walaupun kurang mendapat perhatian. Gadung menghasilkan umbi yang dapat dimakan, namun mengandung racun yang dapat mengakibatkan pusing dan muntah apabila kurang benar pengolahannya hal ini sebabkan gadung mengandung Asam Sianida ( HCN ) yang dapat membunuh hewan bahkan manusia jika konsumsi secara langsung. Menuurut Chung dkk., (2008) umbi gadung memiliki kandungan karbohidrat sekitar 18% (bb), pati (75-84 bk), protein, lipid, sebagian besar vitamin, dan kaya dengan mineral. Melihat komposisi kimianya, gadung layak untuk dimanfaatkan menjadi berbagai produk olahan sebagaimana jenis umbi lainnya. Akan tetapi, keterbatasan pemanfaatan gadung adalah kandungan racun yang berupa sianida. Umbi gadung mengandung asam sianida (HCN) yang sangat tinggi, yaitu 36,49 mg/100 kg berat umbi, sehingga diperlukan beberapa tahapan proses untuk menghilangkan racunnya (Ekowati, 2007). C. PROSEDUR PEMBUATAN A. ALAT1. Kompor/Tungku 2. Kaleng Cat3. Pengaduk kayu 4. Gayung 5. Cetok perata 6. Cetakan B. BAHAN1. Gadung yang telah diparut : 0,4 Kg2. Parafin/Lilin : 0,60 Kg 3. Tepung Tapioka : 0,20 Kg4. Tepung Jagung : 0,20 Kg5. Ikan Asin : 0,20 Kg6. Minyak Jelantah : 30 ml7. Air secukupnya C. CARA PEMBUATAN1. Siapkan plastik packing 20 Lieter yang telah dilumasi dengan minyak jelantah.2. Letakan cetakan tersebut diatas plastik.3. Panaskan Kaleng cat bekas sebagai wadah memasak bahan.4. Masukan lilin hingga mencair.5. Masukan ikan asin yang telah dihaluskan.6. Campurkan minyak jelantah dan aduk hingga merata7. Campurkan air sari Gadung. 8. Campurkan tepung tapioca dan aduk hingga merata 9. Campurkan beras jagung yang telah direbus hingga matang dan aduk sampai merata 10. Tuangkan formula racun tikus yang sudah merata ke cetakan. 11. Ratakan dengan menggunakan cetok dan tekan sampai mampat