Perkembangan dunia pertanian saat ini sudah mulai berjalan berkembang seiring dengan kemajuan teknologi yang pesat, sehingga tugas dari penyuluh pertanian adalah mampu merubah perilaku pelaku utama atau petani menjadi lebih baik dari segi teknis maupun dalam menjalakan usaha taninya. Salah satu contoh yang perlu di rubah perilaku petani adalah dari segi penggunaan pestisida kimia yang berlebihan dalam mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT). Penggunaan pestisida yang berlebihan dapat menyebabkan hama tanaman berevolusi dan semakin kebal terhadap pestida yang digunakan, sehingga menyebabkan petani akan terus meningkatkan dosis pestisida tersebut, dan dalam hal ini akan menjadi beban petani dari segi pembiayan perlakuan tersebut dan yang paling utama adalah sulitnya dalam menanggulangi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) itu sendiri. Penggunaan musuh alami dalam dunia pertanian untuk menanggulangi dan mengendalikan hama tanaman bukanlah hal yang asing lagi dan sangat dianjurkan untuk mengurangi kerusakan lingkungan akibat penggunaan pestida yang berlebihan. Ledakan hama pengganggu tanaman ini membutuhkan perlakuan dengan cara melakukan penyemprotan pestisida kimia, nabati maupun hayati.Salah satu cara alami yang ramah lingkungan dan efisien dalam menganggulangi organisme penggangu tanaman penggunaan tanaman refugia. Refugia adalah tanaman yang berbunga atau tanaman hias yang ditanam di pinggir sawah, fungsi dari tanaman refugia ini adalah sebagai penarik perhatian serangga sehingga dapat menjadi ekosistem baru yang didalamnya akan menjadi tempat hidup dari musuh alami hama atau organisme pengganggu tanaman (OPT) lainya seperti hama wereng, penggerek batang dan serangga lainnya. Sebenarnya dalam ekosistem tersebut musuh alami hama organisme pengganggu tanaman sudah ada, tetapi dalam penggunaan pestisida menyebabkan ketidak seimbangan lingkungan yang salah satunya adalah perkembangan musuh alami organisme pengganggu tanaman itu sendiri menjadi berkurang. Tanaman yang dapat digunakan sebagai tanaman refugia adalah tanaman yang memiliki karakteristik berbunga dan berdaun lebar, tanaman refugia ini sangat mudah dijumpai di lingkungan sekitar kita. Jenis tanaman yang dijadikan tanaman refugia dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitukelompok pertama adalah refugia penghasil sayuran yaitu seperti kacang panjang, kacang tunggak, kecipir dan oyong. Kedua adalah kelompok refugia penghasil bunga seperti bunga matahari, kenikir, bunga kertas, bunga tagetes dan arachis dan yang ketiga adalah kelompok refugia tanaman liar seperti tapak dara, Sidaguri, tanaman jengger ayam dan orok-orok. Semua tanaman refugia banyak tumbuh di sekitar kita serta relatif mudah di dapat dan di perbanyak atau dikembangbiakan.Berbagai tanaman tersebut sudah terbukti bisa menarik hama dan menjadi tempat hidup bagi beberapa jenis Musuh Alami. Dalam tanaman refugia dapat mengeluarkan bunga yang akan mengeluarkan nectar sehingga bau dihasilkan dapat menarik serangga musuh alami maupun serangga hama tanaman untuk datang mendekati. Tanaman refugia menjadi sumber makan untuk serangga musuh alami sehingga saat menjadi predator organisme pengganggu tanaman (OPT) lebih agresif dan lebih efektif dalam melindungi tanaman yang dibudidayakan. Penanaman tanaman refugia ini dilakukan pada saat sebelum atau bersamaan dengan tanaman yang dibudidayakan yang tujuannya adalah untuk memaksimalkan fungsi bunga refugia sebagai habitat musuh alami hama tanaman, disaat tanaman sudah tumbuh maupun yang mulai berproduksi.Cara menanam tanaman refugia ini diusahakan tidak ditanam terlalu dekat dengan tanaman yang dibudidayakan agar tidak terjadi saling rebut sumber unsur hara dan air sehingga tiak menggganggu pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan. Melihat dari fungsi tanaman refugia ini adalah sebagai tolak ukur untuk menjadi alternatif dalam mengatasi organisme pengganggu tanaman (OPT) secara alami tanpa harus melakukan penyemprotan pestisida kimia. Pengendalian hama pada tanaman secara alami dapat dikatakan berhasil tergantungdari sejauh mana kelestarian dari agroekosistem dan peranan tiap komponen yang ada pada suatu lokasi tanaman yang dibudidayakan.Refugia dapat merubah perilaku pelaku utama atau petani menjadi lebih bijaksana dalam penggunaan pestida kimia sehingga tidak selalu mengandalkan pestisida kimia selamanya dan hanya cukup dengan menggunakan tanaman refugia sebagai pemangsa serangga hama tanaman yangdibudidayakan. Teknik tanaman refugia ini tergolong ekonomis dan lebih ramah lingkungan dan kesehatan , karena dengan teknik refugia ini kita tidak akan menggunakan bahan-bahan kimia yang akan merugikan kesehatan dan tentunya akan mengurangi biaya dalam pengendalian hama pengganggu tanaman, Denny Indra Praja, STP Daftar Pustaka : http://sumsel.litbang.pertanian.go.id/BPTPSUMSEL/berita-refugia.html https://farming.id/refugia-sebagai-pengendali-hama-alami-tanaman/