Loading...

REFUGIA SEBAGAI PENGENDALI HAMA

REFUGIA SEBAGAI PENGENDALI HAMA
REFUGIA SEBAGAI PENGENDALI HAYATI HAMA Pertanian Kec. Tawangsari Kab. Sukoharjo merupakan sumber ekonomi utama bagi masyarakat. Dengan lahan seluas 1.677Ha. Kecamatan Tawangsari merupakan salah satu lumbung pangan Kab. Sukoharjo. Potensi yang begitu besar tersebut mampu diupayakan secara maksimal dengan menanam padi 3 kali dalam 1 tahun, sehingga pola tanam di areal di Kec. Tawangsari adalah "padi-pari-pantun" atau padi-padi-padi. Hal inilah yang menjadi awal dari berkembangnya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) disetiap musim tanam, dikarenakan tidak terputusnya siklus hidup OPT tersebut.Perkembangan zaman saat ini sangat berpengaruh terhadap sikap para pelaku utama dibidang pertanian. Pelaku utama selalu menginginkan proses yang instan dalam mengatasi masalah yang mereka hadapi, termasuk pengendalian hama penyakit. Pelaku utama selalu mengambil langkah pengendalian kimiawi dalam mengatasi serangan OPT, hal tersebut sangat bertentangan dengan prinsip pengendalian hama secara terpadu (PHT). Di dalam PHT pengendalian OPT secara kimiawi adalah langkah terahkir yang diambil ketika tahap-tahap pengendalian sebelumnya tidak mampu mengendaliakan OPT sasaran.Pada prinsipnya PHT adalah memadukan semua tahap pengendalian dengan harapan OPT tetap berada dibawah ambang batas pengendalian. Tahap-tahap pengendalian dalam PHT yaitu: 1) Pengendalian secara fisik, 2). Pengendalian secara mekanik, 3). Pengendalian Hayati dan 4). Pengendalian kimiawi. Namun pada kenyataanya pelaku utama selalu mengambil langkah yang seharusnya dilakukan pada tahap terahkir sebagai tahap awal pengendalian.Pelaku utama tidak memadukan tahapan PHT sebelum mengambil langkah pengendalian kimiawi dimana pengendalian kimiawi tersebut tidak mengindahkan prinsip 6 tepat, yaitu tepat jenis, tepat sasaran, tepat dosis/ konsentrasi, tepat waktu, tepat cara, dan tepat mutu. Sikap pelaku utama yang mempunyai kecenderungan mengendalikan OPT secara kimia inilah yang banyak menimbulkan permasalahan baru. Peledakan (Resurjensi) dan meningkatnya kekebalan (Resistensi) hama terhadap insektisida merupakan masalah baru yang sangat sulit untuk diatasi saat ini. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan kembali memadukan tahapan-tahapan PHT sedari awal penanaman. Penanaman refugia adalah salah satu cara awal penerapan PHT yaitu pengendalian OPT secara hayati, dengan memanfaatkan musuh alami dan parasitoid OPT. Refugia adalah penanaman tanaman hias (yang menghasilkan bunga) di sekitar pertanaman budidaya. Fungsi dari refugia ini adalah sebagai mikrohabitat musuh alami dan parasitoid OPT tanaman budidaya. Dengan tertanamnya refugia disekitar pertanaman diharapkan dapat menekan populasi OPT tetap berada dibawah ambang batas pengendalian. Tanaman yang bisa digunakan sebagai refugia adalah tanaman yang berbunga sebagai contoh: bunga kenikir, zinnia, bunga matahari dll. Tanaman tersebut adalah tanaman semusim dan relative lebih mudah untuk dibudidayakan bersama dengan musim tanam padi. Penulis: Ngatimin, SPBPP Kec. Tawangsari DAFTAR PUSTAKAhttp://balconystair.blogspot.com/2014/04/integrasi-pengendalian-hama-terpadu-pht.html. diakses tanggal 26 September 2018http://blogsiwahidindoank.blogspot.com/2013/06/metode-pengendalian-hama-menurut-konsep.html. diakses tanggal 26 September 2018http://cybex.pertanian.go.id/materilokalita/detail/13948/refugia-si-cantik-pengendali-hamadiakses tanggal 26 September 2018