Loading...

REMBUG TANI PADA KEGIATAN SEKOLAH LAPANGAN (SL) KOMODITI CABAI MERAH DI DESA SEUNEBOK PUNTI BPP KECAMATAN PEUREULAK TIMUR

REMBUG TANI PADA KEGIATAN SEKOLAH LAPANGAN (SL) KOMODITI CABAI MERAH DI DESA SEUNEBOK PUNTI  BPP  KECAMATAN PEUREULAK TIMUR
Rembug Tani dilaksanakan untuk memfasilitasi petani dengan instansi terkait guna membahas perencanaan kegiatan usaha tani, dan menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan terutama menyangkut program kegiatan Sekolah Lapangan (SL) komoditi cabai merah. Selain itu juga disampaikan tentang permasalahan – permasalahan yang secara signifikan dapat menghambat pelaksanaan kegiatan dan pemecahan Permasalahannya. Pada kegiatan rembug Desa Seunebok Punti teridentifikasi permasalahan diantaranya petani masih belum melaksanakan pemupukan berimbang dan Pola penanaman cabai merah yang belum intensif. Peserta yang hadir dalam pertemuan rembug tani berjumlah 20 orang terdiri dari Kepala BPP Kecamatan Peureulak Timur Bapak Sufyan, S.P, Penyuluh Pertanian (PNS, THL – TB PP dan Swadaya) beserta tokoh masyarakat setempat, kegiatan dilaksanakan di desa Seunebok Punti pada Bulan Agustus 2017. Dalam kegiatan rembug tani selain teridentifikasi permasalahan dan upaya pemecahannya juga dapat mengevaluasi hasil usaha petani/kelompok tani. Untuk mencapai keberhasilan kegiatan Sekolah Lapang dalam rangka mendukung peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pangan strategis nasional tidak lepas dari peran dan dukungan petani/kelompok tani, oleh karena itu penguatan kelompok tani sebagai ujung tombak dalam upaya pencapaian swasembada pangan perlu dilakukan. Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Aceh Timur memfasilitasi kepentingan petani melalui bantuan sarana saprodi berupa benih cabai merah, polybag, pupuk kandang dan organik, insektisida serta mulsa plastik, untuk pengolahan tanah disediakan bantuan satu unit hand traktor. Dari hasil kegiatan rembug tani desa Seuneubok Punti penyuluh mengarahkan semua peserta melaksanakan pola tanam cabai merah dengan intensif. Intensif tidak hanya dengan pemakaian mulsa plastik namun diarahkan petani untuk malakukan pemeliharaan tanaman lebih cermat dan terus menerus baik dari segi pemupukan maupun penggunaan pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit. penulis artikel: (1) Devis Harianti, S.P, (2) Penyuluh Pendamping Ponirah (3) Admin Cyber Kab. Aceh Timur).