Loading...

Respon Petani Pelaksana Demplot VUB di Kec. Sukatani Kab. Bekasi

Respon Petani Pelaksana Demplot  VUB di Kec. Sukatani Kab. Bekasi
Pergiliran varietas sebaiknya dilakukan sebagai salah satu cara pemutusan siklus hidup Hama dan Penyakit pengganggu tanaman serta mengembalikan produksi hasil menjadi tinggi. Melihat fenomena yang terjadi di Kabupaten Bekasi, dimana ledakan hama dan penyakit tanaman padi sangat tinggi diikuti produksi yang semakin rendah. BP4KKP Kabupaten Bekasi melaksanakan kegiatan Demplot Varietas Unggul Baru(VUB) sejak tahun 2013 sebagai salah satu solusi mengatasi hal tersebut. Demplot VUB yang dilaksanakan BP3K Kecamatan Sukatani di Desa Sukadarma Kelompok Tani Sumber Rahayu 4 mendapatkan respon yang baik dari petani pelaksana demplot tersebut.Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, petani menyatakan bahwa perlakuan mulai dari persemaian sangat mempengaruhi pertanaman. Perlakuan yang dilaksanakan petani pelaksana demplot yaitu memupuk dasar persemaian dengan pupuk majemuk tanpa pemberian urea setelah umur bibitan 10 hari yang biasa dilakukan petani pada umumnya, serta pemeliharan dengan pemetikan kelompok telur penggerek batang di persemaian. Sistem Tanam Jajar legowo 2:1 yang diterapkan juga menjadi perbincangan para petani ternyata sangat efektif dalam pengendalian hama tikus dan keong, penyemprotan pestisida lebih merata serta pemetikan telor penggerek batang dipertanaman pun lebih mudah. Produksi hasil berdasarkan ubinan mencapai 7 ton gabah kering panen. Tidak hanya kelebihan yang diungkapkan oleh petani namun kendala-kendala di lapangan pun dibahas sebagai bahan perbaikan kegiatan kedepannya. Adapun kendala-kendala yang dialami, antara lain sulitnya mencari kelompok tukang tandur/ tanam (odong-odong) yang mau melaksanakan Jajar Legowo 2:1 sekalipun ada penambahan biaya tanam, pemeliharaan tanaman dari gangguan gulma harus lebih intensif serta bulir gabah terlihat lebih kecil sehingga hasil produksi nyata tidak berbeda dengan produksi musim sebelumnya yang tidak menggunakan sistem jajar legowo 2:1. Kesimpulan diskusi pada kegiatan evaluasi kegiatan VUB Kelompok Sumber Rahayu 4 adalah penyebab bulir gabah yang lebih kecil karena jarak antar tanaman terlalu rapat sehingga persaingan penyerapan unsur hara tanaman lebih tinggi dan petani harus lebih intens dalam pemeliharaan tanaman. Pemilihan sistem tanam untuk musim berikutnya petani bersepakat untuk menggunakan Jajar Legowo 4 : 1 dan 6:1. Penulis : Dewi Devi Dayuni, SP. (THL TBPP Kec. Sukatani Kab. Bekasi)