Rusip adalah makanan tradisional Bangka. Masakan ini terbuat dari ikan teri yang difermentasi, kemudian disimpan dalam botol untuk diawetkan. Rusip diproduksi secara merata disetiap daerah di Bangka Belitung, namun masih dalam skala usaha kecil (skala rumah tangga.Makanan ini sering dijumpai di toko-toko yang menjual makanan oleh-oleh khas Bangka, tapi ada juga yang dijual secara langsung dari rumah ke rumah. Adapun jenis ikan yang digunakan untuk membuat rusip sangat beragam, umumnya terbuat dari ikan kecil-kecil yang tulangnya lembut misalnya ikan teri. Ada dua pilihan cara menikmati rusip. Pertama, hasil fermentasi ikan teri, kemudian dimasak lagi dengan potongan bawang merah, cabai, kunyit dan serai atau langsung dimakan begitu saja sebagai cocolan dengan ditambah irisan bawang merah, cabai dan perasan jeruk kunci. Dikalangan masyarakat di luar Kepulauan Bangka Belitung makanan rusip ini termasuk makanan ekstrim. Dilihat dari tampilan makanan ini tidak menggiurkan bagi sebagian orang. Bagi penikmat makanan rusip bisa menambah nafsu makan dengan rasa yang khas asam, manis dan pedas.Pembuatan rusip secara umum sebagai berikut :Bahan-bahan :• Ikan segar, garam dan gula aren Proses pembuatan :Bersihkan ikan segar dari kotora dan dibuang kepalanya, kemudian dicuci sampai benar-benar bersih dan dikeringkan airnya, campuri ikan dengan garam dan diaduk sampai merata, diamkan selama sehari semalamdalam wadah yang tertutup rapat, masak gula aren dalam air sampai larut kemudian biarkan air gula menjadi dingin, setelah sehari semalam acar ikan dibuka, campurkan air gula aren dengan acar ikan kemudian masukan kedalam wadah tertutup dan diamkan selama kurang lebih 1 minggu. Jika campuran acar ikan telah menghasilkan aroma khas dengan rasa yang agak asam, maka Rusip siap untuk dikonsumsi.Tabel disamping ini menerangkan hasil pengujian nutrisi Rusip yang dilaksanakan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kab. Bangka bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Bogor tahun 2014. By. Beng Ajon