Sabut Kelapa sebagai Media Tanam Cabai di Lahan Berpasir
Sebenarnya baik dimusim hujan maupun dimusim kemarau, cara pengolahan lahan budidaya cabai tidak jauh berbeda. Lahan dibersihkan terlebih dahulu dari sisa-sisa gulma dan sisa tanaman sebelumnya, kemudidan lahan digemburkan dengan cara dicangkul atau dibajak. Lanjutkan dengan melakukan penjemuran lahan dengan membiarkan lahan selama kurang lebih 10 – 15 hari sebelum ditanami bibit cabai rawit. Selanjutnya buat bedengan dengan lebar 100 - 120 cm. Pada musim kemarau, bedengan tidak perlu dibuat tinggi untuk mengurangi penguapan sehingga tanah tidak terlalu kering. Jika kondisi tanah miring, buatlah tanggul-tanggul pada parit antar bedengan untuk penahan air. Jika sesekali hujan turun, air akan tertahan dan meresap kedalam bedengan. Pada lahan berpasir, kondisi tanahnya cenderung lebih panas karena sifat dari pasir sebagai penghantar panas. Tentunya lahan ini sangat kritis untuk membudidayakan cabai rawit. Kondisi ini tidak menjadi penghambat bagi petani cabai rawit di Kota Singkawang untuk berbudidaya, yang tetap memiliki akses air. Untuk mengurangi kekeringan dalam waktu singkat dan menjaga kelembaban lahan maka didalam bedengan dapat ditambahkan sabut kelapa yang sudah terdekomposisi oleh dekomposer yang mengandung Tricoderma, yaitu jamur pengurai yang dapat berfungsi sebagai fungisida alami. Fungsi dari sabut kelapa tadi adalah sebagai penahan air. Selain itu, penambahan pupuk organik limbah ternak juga amat membantu dalam menjaga kelembaban tanah berpasir. Selama dapat diatur pengairannya dan kelembaban lahan dapat dijaga, maka lahan berpasir tetap dapat dipergunakan untuk berbudidaya tanaman cabai rawit. Lakukan penyiraman minimal 1x sehari untuk memenuhi ketersediaan air tanaman. Adapun langkah-langkah pengolahan tanah dengan memanfaatkan sabut kelapa dan pupuk organik limbah ternak adalah sebagai berikut: Siapkan sabut kelapa sebanyak 20 Kg untuk panjang bedengan 20 m, kemudian rendam dalam larutan Tricoderma, sp selama 12 jam. Letakkan sabut kelapa yang telah didekomposisi oleh Tricoderma,sp selama 5 - 7 hari memanjang diatas permukaan tanah berpasir. Tambahkan pupuk organik sebanyak 20 Kg di atas permukaan sabut kelapa. Kemudian tutup sabut kelapa menggunakan tanah berpasir yang terdapat disebelah kanan dan kiri sabut kelapa hingga terbentuk bedengan. Bedengan siap ditanami. Nelly Meidawati, S.ST (Penyuluh Pertanian Pertama)