Pala merupakan komoditi unggulan bagi petani di kabupaten Aceh Selatan, dan pernah mengalami masa jaya. Namun dalam satu dekade terakhir tanaman pala masyarakat diserang oleh hama dan penyakit yang mengakibatkan pala mengering dan mati. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan hama dan penyakit tersebut akan tetapi belum ada yang efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam 2 tahun terakhir petani mulai mengembangkan pala sambutan ( penyambungan antara pala hutan dan pala biasa ) Bibit Pala Sambutan ( Sambung Pala Hutan ), pada tahun 2012 berawal dari berbagai usaha yang belum efektif tersebut salah seorang petani pala sdr.hamdani memiliki ide dengan untuk menyambung pala hutan dengan pala biasa untuk mendapatkan kan tanaman pala yang tahan hama dan penyakit.Keuntungan pala sambutan (sambung pala hutan ) ini adalah: (1). Tahan terhadap jamur akar putih karna batang bawah menggunakan pala hutan yang tahan terhadap jamur akar putih, (2). Dapat memastikan jenis pala betina karena entres diambil pada pohon induk betina, (3). Dapat mulai berbuah 2,5 s/d 3 tahun, (4). Hasil minyak pala yang di hasilkan lebih baik dari pala biasa Cara penyambungan pala sambutan ( sambung pala hutan )Bahan yang di perluka: (1). Bibit pala hutan, (2). Entres ( pucuk dahan/cabang air )Alat – alat kerja : (1), Pisau potong, (2). Gunting: (3). Plastik penyungkup ( plastik gula isi 1 Kg ), (4). Karet ( tali pengikat ), (5). Pembungkus sambungan ( plastik wrap ), (6). Semprot tanganCara pengambilan entres : (1). Pengambilan pucuk pada ujung cabang atau dahan pohon pala lalu di potong lebih kurang 10 – 20 cm dan meninggalkan 3 atau 4 lembar daun dengan kondisi daun dan pucuk yang sudah matang atau tidak terlalu muda dan terlalu tua.Cara Kerja : (1). Siapkan bibit pala hutan di dalam polybag yang berumur 4 s/d 5 minggu atau baru mengeluarkan 2 lembar daun muda. (2). Siapkan entres ( Pucuk Pala ) seperti di atas diharapkan entres sama besar dengan bibit pala hutan, jika tidak sama bibit pala hutan harus lebih besar dari entres, (3). Potong bibit pala hutan lebih kurang 5 s/d 10 cm dari pangkal bibit, (4). Belah pangkal batang yang sudah di potong tempat menyambung entres sedalam 1 s/d 2 cm, (5). Sayat kedua sisi entres membentuk huruf v atau seperti mata baji, (6). Sambung / tancapkan entres yang sudah di sayat pada bibit pala hutan yang sudah di belah, (7). Lakukan pembalutan sambungan dengan menggunakan plastik wrap (plastik wrap di potong kecil seperti isolasibal ), (8). Lakukan penyemprotan pala yang sudah selesai di sambung dengan menggunakan air bersih menggunakan semprot tangan dan semprotkan juga ke dalam plastik penyungkup, (9). Berikan air pada tanah polybag secukupnya sehingga ketersediaan air terjaga setelah itu sungkup dengan plastik gula 1 kg, (10). Ikat sungkup dengan karet atau tali pada polybag agar kelembapan di dalam sungkup tetap terjaga, (11). Letakkan hasil sambungan di tempat yang teduh atau tidak terkena matahari langsung, (12). Lakukan pengecekan selama 25 s/d 30 hari, (13). Buka sungkup setelah 25 – 30 hari jika sambungan sudah hidup sempurna, (14). Bibit pala sambungan yang sudah hidup dirawat dan diletakkan di tempat yang teduh sampai bibit dirasa siap untuk ditanam dikebunDari hasil penyambungan pala tersebut dapat dilihat dan disimpulkan bahwasannya pala sambungan tersebut memiliki daya tahan terhadap hama dan penyakit yang selama ini menyerang pala masyarakat. Terimaksih kami sampaikan kepada para pihak yang telah membantu penulisan artikel ini terutama rekan – rekan PPL di BPP Kluet Utara (Ninik Erlina dan Salmanidar ), PPL BPP Pasie Raja (Murthaza dan Ulfia Hidayani ), Bpk Indrayani selaku PPS, dan para petani, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi petani pala khususnya dikabupaten aceh selatanPenyusun ; Ninik Erlina SP, Murtaza, Indra yani, Salmanidar, Ulpia hidayani