Salah satu metode penyuluhan yang biasa dilaksanakan dalam upaya pemecahan permasalahan yang dihadapi petani adalah melalui sarasehan. Mimbar sarasehan merupakan forum konsultasi antara kelompok tani dengan pemerintah yang diselenggarakan secara periodik dan berkesinambungan. Penyelenggaraan sarasehan dimaksudkan untuk membicarakan, memusyawarahkan dan mencari kesepakatan mengenai hal-hal yang menyangkut masalah-masalah pelaksanaan program pemerintah dan kegiatan petani dalam rangka pembangunan pertanian. Melalui sarasehan ini agar memahami keadaan dan masalah yang dihadapi dalam pembangunan pertanian di lapangan, mencari kesepakatan bersama tentang pemecahan masalah beserta penyusunan rencana kegiatan yang mencakup usaha tani dan kehidupan petani serta keluarganya. Disamping itu untuk meningkatkan peran dan peran serta petani sebagai subyek pembangunan, serta mewujudkan hubungan timbal balik yang serasi antara kontak tani dan pemerintah dalam pelaksanaan dan pengawasan pembangunan pertanian untuk memperbaiki perencanaan dimasa yang akan datang. Mimbar sarasehan yang difasilitasi oleh Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Tabanan, pada tahun ini mengambil tema " Melalui Sarasehan Kita Mantapkan Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Program Pengembangan Pertanian Organik Padi di Tabanan". Tema ini dipilih untuk memperoleh masukan dalam pelaksanaan program yang telah berjalan selama ini, yaitu pelaksanaan Gerbang Pangan Serasi (Gerakan Pengembangan Pangan Sejahtera Aman dan Berprestasi) yang telah dilaksanakan mulai pada tahun 2013. Gerbang pangan serasi merupakan suatu kegiatan yang direncanakan secara partisifatif melalui kegiatan PRA, dimana isi kegiatan adalah dalam upaya memberdayakan masyarakat dan meningkatkan pengembangan potensi wilayah. Dalam program Gerbang Pangan Serasi ini, pelaksanaannya berupa budidaya tanaman padi dengan menggunakan sarana produksi pupuk, pestisida organik, dan tanpa menggunakan bahan kimia sama sekali. Sehingga hasil budidaya ini akan memperoleh produksi yang disebut "Beras Sehat". Pengembangan beras sehat ini terus dilakukan, sehingga sampai saat ini telah melibatkan 30 subak yang tersebar pada 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan, dengan luas mencapai lebih dari 150 ha. Animo petani dalam pengembangan beras sehat ini sangat bagus, karena gabah dari hasil budidaya ini dibeli lebih mahal serta adanya jaminan pasar yang baik dan pasti. Saat ini harga kesepakatan yang telah dibuat adalah Rp. 6.000/kg, dan harga tersebut dapat berubah sesuai kesepakatan berdasarkan perkembangan harga di pasaran. Dari panitia penyelenggara sarasehan ini mengharapkan para petani bisa menyampaikan masukan-masukan yang menjadi masalah dalam usaha taninya, sehingga sarasehan ini bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Sementara dalam arahan Asisten Administrasi dan Perekonomian Setda Kabupaten Tabanan, dalam acara pembukaan menyampaikan bahwa ada beberapa permasalahan pokok dalam bidang pertanian yang mungkin juga dialami pada daerah-daerah lainnya yaitu (1) debit air yang semakin berkurang, padahal air merupakan kebutuhan pokok dalam budidaya tanaman padi, (2) luas areal kepemilikan lahan yang sempit, usaha taninya tidak berskala ekonomis, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan hidup petani dan keluarganya. (3) minat generasi muda dalam bidang pertanian semakin kurang, (4) pertanian masih bersifat konvensional , (5) harga hasil-hasil pertanian yang tidak stabil, dimana saat produksi melimpah harga komoditi pertanian sangat anjlok. Dikatakan juga bahwa saat ini warisan budaya yang dimiliki masyarakat Tabanan dan Bali umumnya berupa subak, yang telah diakui dunia dan telah masuk dalam warisan budaya dunia (WBD), tentu merupakan suatu tantangan bagi kita semua untuk tetap mempertahankan tradisi yang kita miliki, serta pilosif subak itu sendiri. Oleh karena itu diharapkan untuk mengantisipasi permasalahan- permasalahan tersebut adanya kebersamaan dalam kepedulian untuk menjaga alam Kabupaten Tabanan ini. Disampaikan juga bahwa organisasi subak yang secara formal telah memiliki aturan-aturan yang mengikat para anggotanya, agar dapat dipertahankan dan dilaksanakan serta terus disempurnakan dengan menambahkan aturan-aturan yang dapat menekan terjadinya alih fungsi lahan. Begitu juga dalam mengatasi permasalahan kekurangan air diharapkan petani bisa menerapkan pola tanam, sehingga kebutuhan air dapat dinikmati secara bersama. Dikatakan juga, mengingat banyaknya permsalahan- permasalahan dalam bidang pertanian, maka salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan pertanian organik, agar memperoleh hasil usahatani dengan harga yang lebih kompetitif. Apalagi melalui pertanian organik ini dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu diharapkan para petani yang melaksanakan pertanian organik, agar betul-betul mengikuti petunjuk teknis, sehingga produksinya benar-benar dapat diyakini sebagai beras yang layak disebut beras organik. Dalam acara diskusi yang dipandu oleh pengelola kegiatan Gerbang Pangan Serasi, dengan Nara Sumber dari Kepala. BP4K, petugas yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan dari Unsur Bappeda Kabupaten Tabanan. Para petani pada prinsipnya mendukung pelaksanaan pertanian organik, namun untuk menunjang pelaksanaan kegiatan tersebut, banyak peserta mohon untuk difasilitasi seperti traktor, power thresser (doros), teknik pembuatan pestisida nabati, subsidi pupuk organik, serta penyesuian harga dengan adanya perubahan harga di pasaran. ( I Made Widiada, BP4K Kabupaten Tabanan Bali).