Dalam rangka memperkuat koordinasi dalam memajukan sektor pangan di Samarinda, pada Selasa (8/9) lalu, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Daerah (BKP3D) kota Samarinda mengadakan kegiatan Rapat Sinkronisasi dengan penyuluh yang ada. Sebanyak 48 penyuluh pertanian dan 13 Tenaga Harian Lepas (THL) dari seluruh kecamatan di Samarinda dipertemukan dengan perwakilan-perwakilan dari instansi terkait untuk membicarakan perkembangan kegiatan penyuluhan dan kemungkinan langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk mengatasi persoalan yang muncul di lapangan. Kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Penyuluhan ini diadakan di kawasan eks tambang batu bara yang kini dimanfaatkan untuk tambak perikanan oleh Kelompok Perikanan di Bendang, Kelurahan Lok Bahu. "Kegiatan ini ditujukan untuk menyamakan persepsi, menyamakan gerak langkah dalam memajukan sektor pangan di Samarinda, termasuk pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan, "kata Ary Yasir Pilipus, Kepala BKP3D Kota Samarinda. Selain itu dengan adanya rapat sinkronisasi ini, diharapkan Ary dapat menjadi sarana untuk para penyuluh pertanian menyampaikan aspirasinya. Terbukti dalam acara tersebut beberapa hal yang selama ini masih belum jelas koordinasinya, menemukan titik terang, begitu pula dengan berbagai persoalan yang muncul dilapangan dapat dibicarakan dengan baik melalui forum tersebut."Setelah diadakannya acara hal mengenai pelaksanaan penyuluhan dilapangan yang selama ini tidak terlaporkan. Seperti contoh, ada sawah di kelurahana Lempake yang selama ini tidak mendapat pasokan air, dengan hadirnya Dinas PU Pengairan, penyuluh bisa langsung menyampaikan hal ini agar diketahui dan ditindaklanjuti,"sebut Ary. "Rapat Sinkronisasi ini dihadiri oleh Kepala Badan Ketahanan Provinsi Kaltim, Ir.Fuad Assadin,M.Si dan perwakilan dari Balai Penelitian Tanaman Pangan (BPTP) Provinsi Kaltim, Dr.Tarmisol. Selain itu hadir pula perwakilan dari Distanbunhut, Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinas Bina Marga dan Pengairan, hingga perwakilan PU Pengairan.