Tempuyung (Sonchus arvensis), adalah tumbuhan asli Eropa Selatan, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Tetapi sekarang tumbuhan ini sudah menyebar ke seluruh dunia. Tempuyung juga disebut Corn Sow Thistle, Dindle, Gutweed, Swine Thistle, Tree Sow Thistle, Field Sowthistle, dan Field Milk Thistle. Disebut sowthistle, karena tempuyung sangat disukai oleh babi hutan. Thistle (Thru Thistle) adalah sebutan untuk gulma berduri di sekitar laut tengah. Tumbuhan tempuyung juga bergetah putih, hingga sejak dulu masyarakat Eropa percaya bahwa tempuyung dapat meningkatkan hasil susu sapi. Hingga kemudian tempuyung diintroduksi ke Amerika, dan ditanam di padang penggembalaan sapi, terutama sapi perah. Ciri-Ciri tanaman Tempuyung :Tempuyung berdaun lebar, berukuran panjang sekitar 30 cm, lebar 5 cm, warna abu-abu, dan sedikit berbulu. Karena warnanya inilah maka tempuyung dengan mudah akan terlihat di antara gulma serta rumput. Karena berasal dari kawasan sub tropis, dan gurun, di Indonesia tempuyung hanya bisa hidup di dataran menengah sampai tinggi (di atas 500 m dpl). Setelah dibawa oleh bangsa Belanda, sekarang tempuyung sudah menjadi gulma yang tumbuh liar di mana-mana, terutama di kawasan berelevasi di atas 500 m. dpl. Tanaman ini terutama hanya mau tumbuh baik di tempat terbuka dengan sinar matahari penuh, di tanah yang sangat basa (pH di atas 7,5). karena sifatnya ini, tempuyung mudah dijumpai tumbuh di sela-sela fondasi bangunan, tebing yang dikeraskan dengan batu, bata, atau batako. Tempuyung sulit untuk tumbuh di lahan subur, yang pHnya di bawah 7,5. Budidaya tempuyung, bisa dilakukan di lahan, dalam pot, atau polybag. Media tanamnya harus berupa material yang basa. Lahan bekas reruntuhan bangunan yang banyak kapurnya, sangat cocok untuk budidaya tempuyung. Budidaya dalam pot haruslah menggunakan media bahan organik, yang dicampur dengan puing bangunan, atau pasir serta batu yang diberi banyak kapur. Pupuk kalium (K), sangat diperlukan oleh tanaman tempuyung untuk pertumbuhannya. Tanaman tempuyung berumbi, meskipun tidak tumbuh membesar. Tempuyung yang sudah cukup tua, akan menumbuhkan tangkai bunga dari pucuk tanaman. Tangkai bunga ini tumbuh berupa malai, dengan bunga pada masing-masing pucuk. Bunga tempuyung berbentuk roset, kecil, dan berwarna kuning. Bunga akan tumbuh menjadi buah, yang ketika sudah tua akan pecah. Biji tempuyung yang sangat kecil, dilengkapi dengan rumbai kapas cukup panjang dan banyak, hingga ketika panas terik dan angin bertiup, biji ini akan tersebar jauh dari induknya. Inilah cara tumbuhan menyebarkan spesiesnya. Meskipun berasal dari kawasan sub tropis, tempuyung tetap bisa hidup dengan baik di dataran rendah. Kalau di dataran tinggi dan menengah, tumbuhan ini memerlukan sinar matahari penuh sepanjang hari, maka di dataran rendah, dia cukup menerima matahari 50%. Di dataran rendah, tempuyung juga tetap menghendaki media yang basa. Selain dengan pemberian kapur dalam jumlah banyak, media tanam tempuyung bisa juga berupa puing bangunan. Terutama puing bangunan berdinding batako putih. Idealnya, tempuyung ditanam dalam pot yang cukup besar, dengan media puing bangunan dicampur bahan organik.Benih Tempuyung : Benih tempuyung dijual antara lain di Balittro (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat), di Cimanggu, Bogor. Namun sebenarnya, kita bisa dengan mudah memperoleh benih tempuyung di sepanjang jalan Ciawi Cipanas, dan Ciawi Sukabumi. Di tebing-tebing pinggir jalan di Cisarua, sampai Cipanas, dengan mudah ditemukan tanaman tempuyung, ditandai dengan daunnya yang lebar, dengan warna abu-abu. Tanaman ini bisa dicabut, atau dicongkel, sebagian umbi dan daunnya dibuang, lalu ditanam dalam polybag atau pot, dengan media puing bangunan dan kompos. Tempuyung termasuk tumbuhan yang bandel, hingga dalam waktu singkat akan tumbuh subur. Sumber : 1. Buku pintar tanaman obat: 431 jenis tanaman penggempur aneka penyakit (Google eBuku), AgroMedia, 2008 - 332 halaman. 2. Berbagai sumber : google-Lets Start 3. Tanaman Rempah dan Obat, Ir. Rahmat Rukmana, Kanisius 1995. Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id