Loading...

Sekilas Teknologi Pengolahan Pangan Non Beras

Sekilas Teknologi Pengolahan Pangan Non Beras
Bahan pangan non beras sangat diperlukan guna mendukung ketahanan pangan khususnya dalam rangka mencapai swasembada beras. Dengan adanya teknologi pengolahan bahan pangan non beras, maka akan mendukung diversifikasi pangan sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Komoditas tanaman pangan pengganti beras (ubi jalar, ubi kayu dan jagung) sangat berpotensi dikembangkan, karena lahan masih cukup luas dan semuanya bias dimanfaatkan untuk usahatani. Bahan pangan ubi-ubian dan serealia seperti ubi kayu, ubi jalar dan jagung merupakan sumber karbohidrat dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan non beras untuk pengganti beras dan juga dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Dengan demikian perlu peningkatan produksi komoditas tersebut dengan diiringi penerapan teknologi pascapanen berupa unit-unit pengolahan yang tepat guna di pedesaan disertai dengan penyuluhan melalui jalur pemerintah. Hasil Teknologi Bahan Pangan Non Beras dan Pengolahannya :A. Ubi JalarUbi jalar, Ipomoea batatas (L Lam) merupakan salah satu komoditas ubi-ubian yang merupakan sumber karbohidrat keempat setelah padi, jagung dan ubi kayu. Ubi jalar dapat diolah menjadi berbagai macam produk jadi dari ubi segar yang bisa langsung dikonsumsi seperti Selai Ubi jalar. Selai ubi jalar Bahan yang digunakan untuk pembuatan selai adalah ubi jalar merah 500 gr, buah nenas 500 gr, gula pasir 550 gr, asam sitrat 3 gr dan pektin 2 gr. Ubi jalar direbus/dikukus, kupas kulitnya dan dihaluskan dengan menambahkan air menggunakan blender, perbandingan air dan ubi jalar1 : 1. Buah nenas dikupas dan dicuci kemudian dihancurkan. Bahan dicampur dan dimasak, setelah mendidih gula pasir dimasukkan. Masak hingga agak kental sambildiaduk terus agar tidak lengket pada alas wajan, sebelum diangkat masukkan asam sitrat dan pektin serta gula pasir satu sendok. Angkat, dinginkan, dan masukkan dalam kemasan. Kemasan yang digunakan adalah botol kaca. Sebelumnya botol disterilkan terlebih dahulu dengan cara dikukus atau direbus selama 30 menit. Setelah selai dimasukkan ke dalam botol kemudian ditutup tidak rapat dan botol direbus selama 30 menit kemudian tutup dirapatkan.B. Ubi Kayu Ubi kayu (Monihot esculenta Crantz) merupakan salah satu komoditas pangan sumber karbohidrat yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai bahan pangan pengganti beras maupun industri non pangan. Produk olahan ubi kayu jadi ada tiga macam, yaitu : 1. makanan tradisional seperti tiwul, gogik, gatot, growol, dan tape; 2. makanan pokok seperti liwet singkong dan nasi singkong; 3. makanan jajanan seperti kue kacamata, lemet, getuk, kripik, kerupuk dan lain sebagainya. TiwulTahap pembuatan tiwul adalah ubikayu dikupas, dicuci bersih, dipotong-potong lalu dijemur hingga kering (yang dikenal dengan gaplek). Ditumbuk hingga menjadi tepung gaplek. Tepung gaplek diperciki air hingga merata, setelah itu "diuyek" dengan tangan hingga terbentuk butiran-butiran halus. Kukus hingga matang. Disajikan dengan kelapa parut, sedikit garam dan gula pasir. C. Jagung Jagung merupakan bahan pangan sumber karbohidrat kedua setelah beras. Selain sebagai bahan pangan, jagung juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pakan dan bahan baku industri. Jagung merupakan komoditas potensial untuk dikembangkan menjadi makanan pokok karena produksi nasional cukup beras, nilai gizi sebanding dengan nilai beras. Hasil olahan jagung diantaranya yaitu : keripik jagung, macam-macam kue, berondong, marning dan lain-lain.Nasi uduk jagung Bahan yang diperlukan jagung tumbuk kasar 250 gr, kelapa 1/3 butir, bawang merah 2 buah, garam, lengkuas, daun salam, serai. Cara pembuatannya adalah jagung dibersihkan kemudian direndam selama 2 jam. bawang merah dan garam dihaluskan. masak jagung bersama 1/5 liter santan dan masukkan bumbu yang telah dihaluskan ditambah daun salam, serai, lengkuas yang telah diaronkan. Kemudian dikukus sampai matang. Penyusun : Sundari (BBP2TP) Oleh : Sri Sudarwati dan M. Hidayanto (BPTP Kaltim)