Sekolah Lapang Padi Sistem jajar Legowo di Poktan Tani Mulyo Ds. Kasreman, Kec. Kasreman, Kab. Ngawi
SL Padi Jajar Logowo diselenggarakan dengan tujuan memasyarakatkan teknologi Padi Jajar Legowo sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi tanaman pangan melalui metoda intensifikasi. Dengan teknologi Padi Jajar Legowo diharapkan adanya peningkatan efisiensi produksi padi dengan menimimalkan penggunaan benih sambil tetap berupaya meningkatkan produktivitas tanaman. Dalam pelaksanaan SL ini menerapkan pola tanam jajar legowo untuk lebih memaksimalkan potensi pertumbuhan dan produksi tanaman padi.Dalam pertemuan SL kali ini dijadwalkan materi berupa pengamatan tanaman yang diikuti dengan diskusi peserta SL mengenai hasil pengamatan dengan difasilitasi dan didampingi oleh Penyuluh Pertanian wilayah binaan setempat. Pengamatan dilaksanakan di lahan sawah Ketua Kelompoktani Tani Mulyo Desa Kasreman Kec. Kasreman Kabupaten Ngawi yang digunakan sebagai Laboratorium Lapang kegiatan SL pada Musim Tanam III (MK) tahun 2018. Lahan tersebut ditanami padi Varietas Ciherang berusia 21 hari setelah tanam.Pengamatan tingkat pertumbuhan tanaman dinilai berdasarkan tinggi tanaman dan jumlah anakan. Disamping itu juga diamati kondisi tanaman berdasarkan keberadaan hama, keberadaan musuh alami dari hama dan gejala penyakit tanaman. Hasil pengamatan menunjukkan tingkat pertumbuhan tanaman normal sesuai usia tanaman. Sementara itu teramati adanya sejumlah hama antara lain penggerek batang dan keong namun masih dalam jumlah yang cukup rendah dimana dengan penerapan metoda pengendalian yang sesuai maka kerusakan tanaman masih dapat diminimalisir.Tanaman yang berada di pinggir biasanya akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi dan kualitas gabah yang lebih baik karena tanaman lebih longgar mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak. Tanaman di pinggir di tanam dalam jarak yang lebih rapat, sehingga populasi tanaman padi lebih banyak di bandingkan cara tanam Tegel.Keuntungan Tanam Jajar Legowo adalah hasil yang lebih tinggi akibat dari peningkatan populasi tanaman, penanggulangan gulma dan pemupukan lebih mudah serta penyinaran yang cukup. Sistem tanam Tegel menggunakan jarak tanam ( 25 x 25 ) cm. Menghasilkan populasi tanaman 160.000 per hektar. Sementara dengan sistem Jajar Legowo 2:1 dengan jarak tanam ( 25 x 15 x 40 ) cm menghasilkan populasi tanaman 210.000 per hektarPertemuan SL rencananya dilaksanakan setiap 20 hari sambil terus mengevaluasi pertumbuhan tanaman di Laboratorium Lapang. Dengan pelaksanaan SL Jajar Legowo diharapkan masyarakat tani di Desa Kasreman, Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi dapat menjadi lebih familiar dengan teknologi Padi Jajar Legowo dan dapat lebih termotivasi untuk menerapkannya setelah mengetahui manfaat yang dapat diperoleh dengan penerapan teknologi tersebut. Kegiatan SL Jajar Legowo ini di akhiri dengan Ubinan dengan hasil produktivitas 10 ton/ hektar.Reverensi : https://kabartani.com/keunggulan-sistem-tanam-jajar-legowo-21.htmlPenulis Dameydra Jaya, SST