Loading...

SEKOLAH LAPANGAN BAWANG MERAH DI KECAMATAN LUT TAWAR ACEH TENGAH

SEKOLAH LAPANGAN BAWANG MERAH DI KECAMATAN LUT TAWAR ACEH TENGAH
Sekolah lapangan adalah proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkatkan Pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumber daya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahatani lebih efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan. Sekolah Lapangan dipandang sebagai salah satu metode dalam proses belajar mengajar yang cukup efektif, karena sangat cocok sebagai metode pembelajaran bagi orang dewasa (Andragogi) karena sifatnya yang tidak formal. Proses belajar dilakukan dilapangan dimana tersedia obyek nyata berupa tanaman bawang merah yang dijadikan materi pelajaran. Untuk menggali potensi petani, diperlukan metode yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang selama ini dihadapi. Pemberdayaan masyarakat melalui sekolah lapangalah yang bisa membantu petani dalam menggali masalah dan penyelesaian masalahnya. Tanggal 15 s/d 17 September 2017 telah dilaksanakan Sekolah Lapangan (SL) Komoditi Bawang Merah di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Peserta terdiri dari 5 Kelompok Tani yang masing-masing anggotanya berjumlah 20 orang. Peserta diberikan pembinaan mulai dari pengolahan lahan hingga pasca panen dan juga petani berkesempatan bertanya jawab tentang cara pengendalian hama penyakit. Petani di Kecamatan Lut Tawar ini membudidayakan tanaman bawang merah di pinggiran Danau Laut Tawar. Kegiatan Sekolah Lapangan ini sangat berkesan bagi petani yang menjadi peserta Sekolah Lapangan karena banyak sekali pengetahuan yang didapat, dimana pengetahuan petani itu hanya terbatas dari pengalaman pribadi saja dan menggunakan teknik secara tradisional. Namun setelah mengikuti kegiatan SL ini petani merasa puas dengan materi-materi yang disampaikan oleh para penyuluh pertanian tentang inovasi-inovasi pertanian dengan tujuan untuk memberikan kemudahan pada petani dalam membudidayakan tanaman bawang merah dan merembugkan tentang apa-apa saja permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan serta mendiskusikan bagaimana cara pemecahan masalahnya secara bersama-sama, ujar Suyito, SP selaku Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lut Tawar sebagai salah satu pemateri dalam kegiatan SL bawang merah tersebut. Kecamatan Lut Tawar merupakan salah satu Kecamatan yang memiliki daerah yang sangat potensial untuk Komoditi Bawang Merah karena sebagian besar petani / masyarakat daerah tersebut banyak sekali membudidayakan tanaman bawang merah. Terkait dengan kegiatan Pekan Nasional (PENAS) KTNA XV Aceh pada tanggal 6 s/d 11 Mei 2017 yang lalu Komoditi Bawang Merah yang berasal dari Kecamatan Lut Tawar ini mendapat peringkat ke-3 untuk Kontes Tanaman Hortikultura Sayuran Tingkat Nasional. Dimana kegiatan PENAS KTNA ini dihadiri lebih dari 35.000 peserta yang terdiri dari petani, penyuluh dan pengusaha/ pebisnis dari seluruh Indonesia serta ada pula dari mancanegara. (FT)