Selain Padi Organik, UPT BPP Kembangkan Teh Organik Menjadi Primadona
Sudah berjalan dua tahun lamanya teh organik dilaksanakan oleh kelompok tani Sumber Taani Desa Cipicung dan Kelompok Tani Suka Tani Desa Cikuya. Kecamatan Culamega Merupakan salah satu dari 39 Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat yang diberikan kesempatan dan mendapatkan bantuan Kegiatan Desa Pertanian Organik Berbasis Perkebunan Komoditi Tanaman Teh. Merupakan suatu anugrah dari Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang tidak henti-hentinya. Tentunya tidak asing bagi masyarakat khsusnya petani teh dibenak mereka tentang komoditi tersebut. Tahun 2016 tepatnya bulan Mei pihak Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barata melakukan verifikasi kepada dua keompok tani yaitu Poktan Sumber Tani Desa Cipicung dan Poktan Suka Tani Desa Cikuya. Hasil yang dilakukan setelah verifikasi Disbun Prov. Jawa Barat menjelaskan bahwa kecamatan culamega layak dan memenuhi persyaratan untuk pengembangan teh organik berbasis perkebunan. Diakui oleh Ketua Kelompok Tani Sumber Tani (Pak. Amat Hadian) dan PPL WKPP Desa Cipicung (Asep Tirtana, SP.) sangat bangga bagi Desa Cipicung terpilih dari 351 Desa Di Kabupaten Tasikmalaya. Tentu hal ini menjadi bangga dan beban bagi kelompok tani yang baru mengenal Program Teh Organik. Disadari bahwa pengetahuan para petani mengenai organik ini tentunya masih asing di kalangan mereka. Terlepas dari itu penggunaan pupuk kimia dan pestisida sintesis masih saja penggunaannya sangat tinggi digunakan untuk budidaya tanaman teh. Pemerintah tentunya punya kebijakan dan alasan memberikan bantuan kepada petani khususnya petani teh supaya mereka mengubah pengetahuan sikap dan prilaku dari pertanian kimia ke pertanian organik. Para kelompok tani yang mendapat bantuan teh organik diberikan stimulan berupa bantuan Ternak Domba ,pembuatan Kandang dan pembangunanan rumah Kompos. Selain itu diberikan bantuan berupa benih palawija (Jagung Manis dan Kacang Tanah) dan peralatan yang mendukung pengembangan teh organik. Kegiatan pendampingan yang kontinyu tentunya menjadi faktor keberhasilan pengembangan teh organik. Sulit bagi petani untuk mengubah pengetahuan sikap dan prilaku mereka jika pendampingannya lemah. Yang paling penting bagaimana para petani dapat beralih dari Budidaya tanaman teh secara kimia menjadi Budidaya secara organik. Tentu menjadi alasan yang kuat bagi kecamatan culamega yang menjadi demplot teh organik di kabupaten tasikmalaya. Selain itu harga yang ditawarkan oleh pemerintah dan pihak perusahaan anatara teh dengan perlakuan bahan kimia dan organik tentunya berbeda sangat signifikan terutama harga dan kualitas produk teh sediri. Perlu dukungan pemerintah dan pembinaan yang kontinyu untuk mensukseskan kegiatan desa pertanian organik berbasis komoditi perkebunan (Tanaman Teh) ke arah yang lebih maju demi tercapainya kesejahteraan dan meningkatnya pendapatan dan tarap hidup para petani.Penulis: Asep Tirtana, SP. THL TBPPD Provinsi Jawa Barat