Loading...

SELAMATKAN ANAK BANGSA MELALUI KEAMANAN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS)

SELAMATKAN ANAK BANGSA  MELALUI KEAMANAN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS)
Keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus melekat pada pangan yang hendak dikonsumsi oleh semua masyarakat. Pangan yang bermutu dan aman dapat dihasilkan dari dapur rumah tangga maupun dari industri pangan. Oleh karena itu industri pangan adalah salah satu faktor penentu beredarnya pangan yang memenuhi standar mutu dan keamanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Salah satu prioritas pangan yang menjadi perhatian khusus Badan POM RI adalah pangan jajanan anak sekolah (PJAS). Pangan jajanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, selain harga yang murah dan jenisnya yang beragam, pangan jajanan juga menyumbangkan kontribusi yang cukup penting akan kebutuhan gizi dimana pangan jajanan memberikan asupan energi dan gizi bagi anak-anak usia sekolah.Kurangnya praktek keamanan pangan penjaja PJAS di lingkungan sekolah, dikarenakan kurang perhatian pihak sekolah dan kemungkinan masih kurangnya akses informasi mengenai gizi dan keamanan pangan. Oleh karena itu BKP dan P4K Kabupaten Rembang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melaksanakan Sosialisasi Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah. Setelah beberapa TK dan SD di Kecamatan Rembang, tahun ini kegiatan sosialisasi di fokuskan ke Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Lasem dengan pertimbangan banyaknya penjual jajanan anak sekolah di Kecamatan Lasem.Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2015 bertempat di Balai Penyuluhan Kecamatan Lasem ini di ikuti oleh 35 peserta dari unsur pendidik / petugas kantin sekolah dari beberapa sekolah dasar di Kecamatan Lasem. Sebelumnya, Tim Sampling Produk Pangan BKP dan P4K telah melaksanakan uji sampel pangan terhadap beberapa jajanan anak sekolah di wilayah Kecamatan Lasem pada khususnya. Dari hasil uji tersebut diketahui ada beberapa sampel pangan yang positif menggunakan formalin dan borak serta zat aditif lain yang berbahaya jika dikonsumsi oleh anak sekolah.Berbekal hasil uji lab sampel pangan tersebut, Tim Sampling Produk Pangan menyampaikan secara langsung kepada peserta sosialisasi tentang temuan tersebut serta efek samping dari konsumsi pangan yang terindikasi zat-zat berbahaya tersebut. Dinas Kesehatan Kabupaten dalam materinya menyampaikan bahwa keamanan pangan bukan hanya aman dari campuran zat-zat yang berbahaya, akan tetapi perlu diperhatikan juga proses pengolahannya mulai dari kualitas bahan, kebersihan, cara pengolahan, alat untuk pengolahan sampai kemasan. Untuk itu pihak pengelola PJAS di kantin sekolah diminta untuk lebih selektif menerima jenis panganan yang akan dijajakan di kantin sekolahnya. Antusiasme peserta sosialisasi terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta pada narasumber. Mereka mengharapkan kegiatan sosialisasi keamanan pangan serupa tidak hanya untuk para pendidik tetapi juga langsung kepada peserta didik dan produsen PJAS serta sosialisasi menggunakan alat peraga sehingga pesan dari sosialisasi tersebut bisa dengan mudah diterima oleh peserta.