SELEKSI BENIH PADI MENGGUNAKAN LARUTAN GARAM PADA KEGIATAN SEKOLAH LAPANG BPP PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR
Tanaman padi merupakan salah satu Komoditi Strategis Nasional. Upaya dalam meningkatkan produksi tanaman padi yang digalakan oleh pemerintah dengan berbagai program salah satu ialah kegiatan Sekolah Lapang yang bertujuan memberikan pembelajaran dan ilmu baru bagi petani dalam meningkatkan produksi tanaman padi. Salah satu kursus yang dilaksanakan pada kegiatan Sekolah Lapang ialah Seleksi Benih menggunakan larutan garam. Tujuan dari Seleksi Benih agar mendapatkan benih yang bernas (bermutu). Kegiatan kursus dilaksanakan di Desa Paya Meuligo/ WKPP Meuligo pada hari Rabu tanggal 6 Sebtember 2017 yang dilakukan oleh Muhammad Nur di dampingi dan bantu (Nuraini, SP Kepala WKBPP Peureulak, Awaluddin BABINSA mitra kerja penyuluh, Hamimah THLTB, Hari Jumadi, SP penyuluh swadaya, Cut Ratna, SP penyuluh swadaya). Dalam budidaya tanaman padi benih merupakan salah satu hal yang sangat mempengaruhi dalam meningkatkan produksi dan produksifitas komoditi padi. Kegiatan kursus seleksi benih menggunakan larutan garam meliputi beberapa tahap antara lain: Persiapan bahan dan alat: Benih ½ kg Garam dapur ± 1 kg Air bersih 5 liter Satu butir telor segar Baskom Ember Pengocok Saringan Tahapan kegiatan: Isi air ke dalam baskom, lalu memasukan garam pelahan-lahan dan aduk sampai garam larut, Memasukan telur kedalam larutan air dan garm tadi, aduk sampai telur mengapung, perhatikan posisi telur: Jika telur masih terbenam tambahkan garam sedikit demi sedikitsambil diaduk sapai telur mengapung pada permukaan air. Kika telur sudah mengapung tidak perlu ditambahkan garam lagi dan siap digunakan seleksi benih. Angkat telur dan tuangkan benih kedalam larutan garam. Benih yang mengapung adalah benih yang hampa, sedangakan benih yang tenggelam adalah benih yang bernas atau bermutu. Angkat benih hampa dan bernas kemudian taruh ditempat wadah yang terpisah, benih yang bernas (tenggelam) kemudian di cuci dua kali dengan air bersih untuk menghilangkan larutan garam, siap di cuci benih di rendam dengan air bersih selama 24 jam setelah direndam benih siap untuk diperam selama 48 jam.Kursus di Desa Paya Meuligo berjalan dengan lancar dan petani juga merasa senang dan berharap mendapatkan bibit yang baik dari hasil seleksi benih yang telah dilakukan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Hal ini tidak terlepas dari peran Nuraini, SP (Kepala WKBPP Peureulak Pemkap Aceh Timur) yang memonitoring kegiatan SL (Sekolah Lapang) dan Muhammad Nur ( Penyuluhan BPP Peureulak Pemkap Aceh Timur) yang selalu membimbing dan memberikan ilmu-ilmu baru bagi petani. Penulis: Ade Alavan, SP, Muhammad Nur , Admin Cyber Extention.