SEMUT HITAM (Dolichoderus bituberdulatus) PENGENDALI HAYATI HAMA UTAMA TANAMAN KAKAO
SEMUT HITAM (Dolichoderus bituberdulatus) PENGENDALI HAYATI HAMA UTAMA TANAMAN KAKAOPada dasarnya, setiap serangga hama mempunyai musuh alami yang dapat berperan dalam pengaturan populasinya. Musuh alami serangga hama adalah komponen utama dari pengendalian alamiah, yang merupakan bagian dari ekosistem dan sangat penting peranannya dalam mengatur keseimbangan ekosistem tersebut.Serangga hama penggerek buah kakao (PBK, Conopomorpha cramerella) dan penghisap buah dan pucuk kakao (Helopeltis sp.) merupakan hama utama pada tanaman kakao. Kerugian akibat serangan kedua hama tersebut sangat dirasakan pada budidaya tanaman kakao. Hama PBK dapat menurunkan produksi lebih dari 80 % apabila tidak dilakukan pengendalian sama sekali, sedangkan hama Helopeltis spp. mengakibatkan penurunan produksi lebih dari 60 %. (SCPP – Swisscontact, 2012) Mengenal Semut HitamSemut hitam pekerja dikenal dengan nama ilmiah Dolichoderus bituberdulatus, termasuk berukuran 4-5 mm dan biasanya berdampingan dengan kutu putih Cataenococcul hispidus. Sarang semut hitam banyak dijumpai dipohon rambutan, sirsak, kelapa dsb dan ciri khas semut ini adalah apabila istirahat seolah-olah seperti duduk dengan bagian perut menempel pada bagian batang. Semut ini tidak menggigit, hanya kadang-kadang mengeluarkan asam semut yang terasa pedas apabila terkena mata. Cara Memelihara Semut Hitam di Kebun Kakao Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam memapankan semut hitam pada pertanaman kakao adalah :1. Apabila terdapat jenis semut lain maka semut tersebut harus dihilangkan terlebih dahulu dengan cara disemprot dengan insektisida yang efektif.2. Lakukan pemasangan sarang semut. Menggunakan daun kelapa kering yang telah diikat atau daun kakao kering yang ditempatkan dalam kantong plastik. Juga dapat dibuat menggunakan daun kakao kering yang digulung. Setiap pohon kakao dipasang minimal 3 (tiga) buah sarang3. Apabila pada lokasi pemapanan belum ditemukan semut hitam sama sekali maka perlu dicarikan semut hitam dari luar dengan cara memasang sarang semut hitam yang telah dihuni.4. Membiakan kutu putih pada pertanaman kakao tempat pengembangan semut hitam. Cara introduksi kutu putih dapat dilakukan dengan cara menempelkan sayatan kulit buat kakao pada batang/cabang kakao. Dengan memasukan kutu putih ke kebun kakao maka semut hitam akan terjamin makanannya dari embun madu yang dikeluarkan kutu putih.Hal yang perlu diperhatikan adalah dalam pemeliharaan semuat adalah :1) tidak menyemprotkan insektisida pada lokasi pengembangan/sarang semut hitam; 2) Pembaharuan sarang harus dikerjakan paling tidak setiap 6 bulan sekali apabila sarang semut telah kelihatana lapuk; 3) Menghilangkan koloni jenis semut lain selain semut hitam, dengan cara penyemprotan insektisida yang efektif; 4) Membiakkan kutu putih secara terus menerus pada pohon-pohon kakao yang populasi kutu putihnya kurang. Tidak mengubah ekosistem pertanaman kakao secara darastis misalnya dengan pemangkasan berat sehingga akan mengubah lingkungan mikro pada pertanaman kakao sehingga tidak sesuai dengan perkembangan semut hitam. Pemapanan semut hitam akan menjadi mudah dan perkembangan semut dapat lebnih dipertahankan apabila tanaman kakao ditumpangsari dengan tanaman kelapa, karena tanaman kelapa banya menyediakan makanan semut hitam dan daunnya bisa dijadikan sebagai sarang. Semut hitam pada tanaman kakao dapat mengendalikan yaitu :Hama PBK Hasil penelitian menunjukkan bahwa,agar semut hitam efektif mengendalikan PBK maka populasi semut hitam harus mencakup 70 % atau lebih dari buah di tiap pohon kakao.Hama Helopelthis spp/ busuk buah. Agar pengendalian efektif populasi semut hitam minimal terdapat pada 60 % buah dalam tiap pohon.Hama Tikus dan Tupai.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada buah-buah kakao yang diselimuti oleh semut hitam ternyata tidak disukai oleh hama tikus dan tupas, sehingga semut hitam juga dapat digunakan untuk mengendalikan kedua hama rodensia tersebut.(Ardin).