Loading...

SINERGITAS KODIM 0616 DAN BKPPP DALAM MENSUKSESKAN PROGRAM KETAHANAN PANGAN

SINERGITAS KODIM 0616 DAN BKPPP DALAM MENSUKSESKAN PROGRAM KETAHANAN PANGAN
Swa sembada pangan khususnya beras di Indonesia telah memperlihatkan kejayaannya pada era tahun delapan puluhan, tepatnya pada Tahun 1984. Pada saat itu Indonesia diakui dunia telah mampu berswa sembada pangan khususnya padi (beras). Namun beberapa tahun kemudian swa sembada pangan ini goyah dan menjadikan Indonesia kembali mengimpor beras. Pada pemerintahan Presiden Joko Widodo ini kumandang tersebut lebih digemakan kembali dan menargetkan swa sembada pangan khususnya padi, jagung dan kedele ini dapat tercapai selama 3 (tiga) tahun kedepan. Program ini sering disebut juga sebagai program PAJALE atau PAJEKA. Dimana produksi beras ditargetkan meningkat hampir 30 %. Berkaitan dengan sasaran yang begitu besar tersebut, maka disamping anggaran pertanian yang ditingkatkan guna mendudkung program tersebut, juga diadakan kerja sama MoU antara Panglima ABRI dan Menteri Pertanian. Kerja sama ini ditindaklanjuti dengan MoU sejenis baik di tingkat provinsi oleh Gubernur maupun di tingkat kabupaten oleh Bupati. Khsusus Mou Bupati Indramayu dan Komandan Militer telah diselenggarakan di Kecamatan Terisi pada hari Kamis tanggal 5 Pebruari 2014.Sebagai tindak lanjut dari MoU tersebut, maka pada hari Selasa tanggal 24 Pebruari 2014 bertempat di Aula Kantor Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Indramayu telah diselenggarakan pertemuan dalam rangka menyamakan persepsi dan langkah dalam pembangunan pertanian menuju kedaulatan pangan yang telah diprogramkan pemerintah.Pada kemenpatan itu Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian (BKP3) Bapak H. Warjo, SH. MM menyampaikan tentang kesiapan penyuluh pertanian dalam mensukseskan program tersebut dengan jumlah Pasukan penyuluh pertanian yang ada di lapangan sebanyak 245 orang serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada di setiap kecamatan. Bahkan gedungnya tidak kalah dari gedung kecamatan, namun fasilitas nya masih perlu penambahan. Oleh karena itu silahkan BPP dijadikan home base nya pembangunan pertanian di tingkat kecamatan. Semua OPD termasuk Komandan Rayon Militer dan Babinsa silahkan datang dan berdiskusi di BPP.Program-program dalam mendukung keberhasilan kedaulatan pangan ini adalah penyaluran bantuan benih, bantuan pupuk, bantuan alat-alat pertanian, serta perbaikan jaringan irigasi.Kepala BKP3 menginstruksikan agar semua penyuluh pertanian harus berjibaku bersama-sama membina petani yang terhimpun dalam kelompoktani untuk dapat berbudidaya padi, jagung dan kedele dengan benar agar sasaran peningkatan produksi dapat tercapai. Sasaran areal tanam padi di Kabupaten Indramayu meningkat 40.000 ha dari semula 236.000 ha menjadi 277.000 ha, sedangkan sasaran tanam jagung dan kedele masing-masing meningkat 10.000 ha. Hal ini dikarenakan pada saatini dan masa yang akan datang kelompoktani akan semakin diberdayakan.Pada pertemuan tersebut Komandan Distrik Militer 0616 Indramayu Letnan Kolonel Zainudin menyampaikan ketahanan pangan tidak dapat diselenggarakan hanya oleh satu pihak saja, satu OPD saja. Babinsa jelas tidak akan mampu untuk meningkatkan produksi. Untuk itu perlu ada sinergitas antara Babinsa, penyuluh pertanian, kuwu, kelompoktani dan OPD terkait lainnya bersatu padu mewujudkan sasaran yang telah ditetapkan. Beberapa permasalahan yang sedang dan akan dihadapi petani di lapangan baik teknis dan sosial. Permasalahan tersebut antara lain :1. Data kelompok tani dan kepengurusan kelompoktani masih belum sama. Bahkan pada saat ditanyakan kepada Kuwu, ada beberapa Kuwu yang tidak mengetahui nama kelompoktani dan ketuanya. Apalagi kelompoktani yang mendapat stimulan dari pemerintah. Bagaimana mau membina sasaran yang akan dibina saja belum tau. Begitu juga data lahan sawah irigasi teknis, setengah teknis, dan tadah hujan tidak jelas. Oleh karena itu data kelompoktani dan lainnya yang dilaporkan dari Indramayu harus sama, jangan berbeda antara yang disampaian dari Kodim, Ibarat mau perang kalau sasarannya tidak tidak ketahui, mau perang lawan siapa atau sakit perut malah diberikan obat sakit kepala. Jadi mubazir perlakuan yang kita berikan. Kalau sampai terjadi seperti ini, kita dapat ditembak oleh musuh. 2. Cara pengolahan tanah yang terkesan asal asalan yaitu hanya digelebeg saja tanpa dibajak. Hal ini akan menimbulkan perkembangan akar tanaman kurang baik sehingga daya serap hara nya berkurang. Bila daya serap hara terbatas secara teknis produksipun akan berkurang.3. Jarak tanam yang diterapkan petani masih belum legowo dan masih sembarangan sesuai kemauannya buruh tanam. 4. Peningkatan produksi padi diantaranya melalui intensifikasi pertanian, oleh karena itu penerapan teknologinya harus benar dan sesuai dengan rekomendasi tim teknis.5. Begitu juga dengan stimulan alat mesin pertanian yang diperuntukan bagi kelompoktani, sementara ini anggota kelompoktaninya masih belum menikmati. Alat pengolahan tanah dari stimulan pemerintah lebih mengutamakan lahan milik penerima alat tersebut. Kasihan kepada anggota kelompoktani seharusnya mendapat subsidi tapi tidak menikmatinya.6. Etos kerja petani saat ini berbeda dengan etos kerja petani tahun 1980an, dimana pada saat itu betul-betul mandiri. Saat ini petani (kelompoktani) lebih dimanjakan dengan berbagai fasilitas dari pemerintah, walaupun ada diantaranya yang kurang mengena.Pada kesempatan itu Dandim mengajak kepada seluruh OPD yang terkait untuk bekerja secara kompak menuju satu titik yang sama. Jangan ada sasaran ganda yang membiaskan program. Karena semua elemen termasuk kami harus melaporkan perkembangan program kedaulatan pangan ini setiap minggu ke Pangdam. Beberapa catatan yang penting yang dihasilkan dalam pertemuan sinergitas ini antara lain :a. bersama-sama dengan petugas pertanian yang lain di bawah koordinasi camat akan menyusun sasaran areal tanam dan areal panen dari setiap komoditas.b. Membina dan mengawal program sesuai dengan tupoksinya masing-masing.c. Ketidak harmonisan pada waktu lalu biar lah berlalu dan mari kita tatap bersama-sama kedepan dengan saling terbuka untuk mensukseskan program kedaulatan pangan. d. Mengadakan pertemuan rutin untuk mengevaluasi perkembangan kegiatan dan mencari solusi bila terjadi permasalahan di lapangan.e. Menyusun petunjuk teknis upaya pembangunan pertanian menuju kedaulatan pangan di Kabupaten Indramayu. f. Keberadaan Babinsa dalam program kedaulatan pangan ini yaitu menggerakan dan memotivasi petani untuk tanam serempak, perbaikan jaringan irigasi dan pengendalian OPT. Juga melaksanakan pengawasan terhadap penyaluran benih, pupuk, alsintan dan perbaikan infra struktur irigasi serta pengawasan terhadap penyaluran bantuan kepada penerima manfaat.Beberapa upaya yang harus dilakukan dalam mengejar sasaran kedaulatan pangan melalui : persemaian culik, gerakan pengolahan dan persemaian serentak, pengendalian hama secara dini melalui pengamatan rutin, perbaiakan cara budidaya khususnya pengolahan tanah dan jajar legowo, pemupukan yang tepat waktu dan sesuai dosis serta penanganan pasca panen yang tepat. Bagi wilayah yang memungkinkan agar berkoordinas dengan pengairan untuk merencanakan tanam padi ketiga kalinya (IP) 300. (Oleh Ir. Edi Harnadi-Penyuluh Pertanian Madya kab. Indramayu)