Ada filsafat Tionghoa kuno mengatakan, " Jika saya mendengar, saya akan mudah lupa, jika saya melihat, saya akan ingat, jika saya mengerjakan, saya akan tambah pengetahuan,". Rupanya fisafat itulah yang diyakini oleh penyuluh swasta dalam menetukan metode penyuluhan kepada petani.Seperti yang dipraktekkan oleh PT Agricon di kecamatan Paleteang kabupaten Pinrang, mengajak petani untuk datang melihat secara langsung dampak positif dari teknologi penyiangan tanaman padi dengan herbisida tanpa mematikan tanaman pokok di hamparan sawah milik kelompok tani. Teknologi pemberantasan rumput pengganggu (gulma) tanaman padi semakin berkembang. Petani semakin cerdas memilih produk yang menguntungkan dan tidak merusak lingkungan. Dari hasil pengamatan petani di lapangan tidak terbantahkan lagi apa yang disaksikan sendiri. Kini petanilah yang akan memutuskan pilihan terhadap herbisida yang akan digunakan di lahannya. Demplot aplikasi racun rumput Teracon 100 SC di hamparan sawah kelompok tani Massiddie kelurahan Benteng Sawitto kecamatan Paleteang, Selasa,(18/11) dihadiri oleh kepala BP3K Palaeteang, H. Syafruddin Tahir, Lurah Benteng Sawitto dan sejumlah perwakilan anggota kelompoktani dari enam kecamatan di Pinrang dan Sidrap. Lurah Benteng Sawitto, Nurhidayah, S.STP, M.Si ketika memberikan sambutan dalam expo Agricon di kelompok tani Massidie menyampaikan ucapan terima kasih kepada Agricon atas kepercayaan yang diberikan kepada petani di wilayahnya untuk melakukan ujicoba penggunaan racun rumput Teracon. Dikatakan Nurhidayah, apa yang dilakukan oleh Agricon cukup baik karena melakukan ujicoba lapangan sebelum produk dipasarkan kepada petani. Dijelaskan lurah Benteng Sawitto, herbisida merupakan salah satu sarana produksi yang dibutuhkan petani. "Ini sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian di Pinrang apalagi daerah kita mayoritas warganya bergerak pada sektor pertanian," ungkap Nurhidayah. Staf pemasaran (TSE Sulsel 1) PT Agricon untuk Sulawesi selatan I, Saharuddin Haddade, SP menjelaskan herbisida Teracon 100 SC merupakan racun rumput baru beredar di petani Sulawesi selatan. "Sebelum kita pasarkan lebih dahulu kita ujicoba keampuhannya melalui demplot lapangan sehingga petani bisa melihat langsung hasilnya sebelum mencoba di lahan sawah mereka," ungkap Sahar saat expo Teracon yang dihadiri sekitar 150 orang petani dari lima kecamatan sentra produksi padi di Pinrang. Expo herbisida Teracon ini akan berlangsung selama dua hari dengan total peserta sekitar 300 orang petani dari Pinrang dan kabupaten Sidrap. Atto, salah seorang petani dari Sarempo kecamatan Watang Sawitto mengakui banyak kelebihan dari herbisida Teracon dibanding dengan produk sejenis yang pernah ia gunakan. Berdasarkan hasil pengamatannya terhadap tanaman padi yang menggunakan Teracon pertumbuhannya jauh lebih subur dibanding yang menggunakan produk lain. Hal senada juga diungkap oleh Firdaus petani dari kabupaten Gowa yang secara kebetulan hadir menyaksikan demplot herbisida Teracon di Pinrang. "Tanaman padi yang disemprot dengan herbisida Teracon benar-benar bebas dari rumput-rumputan jenis betteng-betteng dan aman terhadap tanaman padi," ungkap Firdaus. Dijelaskan Saharuddin, rekomendasi penggunaan Teracon sebanyak 25 ml atau minimal 10 tangki per hectare atau 50 ml atau sekitar minimal 5 tangki per hectare. Aplikasi dilakukan pada saat gulma berdaun 3-5 lembar. Ditambahkan Saharuddin, PT. Agricon beda dengan perusahaan herbisida yang lain . "Kami tidak semata-mata untuk menjual produk tapi kami ingin memperlihatkan hasilnya kepada petani terserah petani yang nantinya akan memutuskan untuk memilih produk kami," ungkap Saharuddin.