SISTEM PENGAIRAN BERSELANG ( IRRIGATION INTERMITTENT)
Pengairan berselang (intermittent irrigation) adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian Sistim irigasi padi sawah sawah ada 2 SISTEM PENGAIRAN TERGENANG Penggenangan terus menerus adalah memberikan air langsung dari saluran tersier ke petakan melalui pintu-pintu air yang ada Meningkatkan pasokan N akibat meningkatnya fiksasi N biologi dalam air permukaan dan dalam tanah tereduksi,. Mengakibatkan terjadinya akumulasi lebih cepat dari N anorganik karena adanya mineralisasi sumber N organik Merubah sifat-sifat kimia tanah sawah, antara lain : kandungan O2 yang sedikit, kandungan CO2 yang berlebihan, terjadi akumulasi H2S, yang dapat meracuni tanaman sehingga tanaman menjadi kerdil Mengakibatkan kemasaman tanah meningkat Mengakibatkan ketersediaan unsur hara Mikro berkurang Meningkatkan Infeksi penyakit hama dan penyakit Merusak sistem perakaran tanaman Membuat batang lemas dan tanaman mudah roboh dan pembentukan anakan. Meningkatan terjadinya rembesan air SISTEM PENGAAN INTERMITTENT (Alternasi Basah Kering – Pengairan Berselang) Tidak mempengaruhi pertumbuhan maupun hasil padi dengan peningkatan efisiensi hingga 20 %. Salah satu metode pengairan berselang yang dapat diukur secara praktis adalah pengairan basah-kering/Alternate Wetting and Drying (AWD) AWD dimulai tanam sampai satu minggu sebelum tanaman berbunga. Sawah baru diairi apabila kedalaman muka air tanah mencapai + 15 cm, diukur dari permukaan tanah. FUNGSI SISTEM IRIGASI INTERMITTENT Pengairan berselang (intermittent irrigation) adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian. Kondisi seperti ini ditujukan antara lain untuk : menghemat air irigasi sehingga areal yang dapat diairi menjadi lebih luas memberi kesempatan kepada akar tanaman untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam. mencegah timbulnya keracunan besi mencegah penimbunan asam organik dan gas H2S yang menghambat perkembangan akar mengaktifkan jasad renik mikroba yang bermanfaat mengurangi kerebahan mengurangi jumlah anakan yang tidak produktif (tidak menghasilkan malai dan gabah) menyeragamkan pemasakan gabah dan mempercepat waktu panen memudahkan pembenaman pupuk ke dalam tanah (lapisan olah) memudahkan pengendalian hama keong mas, mengurangi penyebaran hama wereng coklat dan penggerek batang, dan mengurangi kerusakan tanaman padi karena hama tikus CARA BENGAIRAN BERSELANG Tanam bibit air macak-macak Secara berangsur tanah diairi 2-5 cm s.d 10 hari Biarkan sawah mengering 5 - 6 hari Setelah terlihat permukaan tanah retak, airi kembali 5 cm Keringkan tanpa diari 5 - 6 hari , lalu airi kembali 5 cm Ulangi hal di atas hingga Fase Stadia Pembungaan Fase keluar bunga hingga 10 hari sebelum panen diairi setinggi 5 cm, kemudian keringkan. KEUNGGULAN INTERMITTEN/BERSELANG Penghematan konsumsi air Tanaman lebih tahan rebah Memberi kesempatan akar untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam Mencegah penimbunan H2S dan asam organik yang dapat menghambat perkembangan akar Mengaktifkan jasad renik mikroba karena temperatur tanah meningkat Prinsip Pengairan Intermitten (Berselang) Basah Kering (PBK) Memonitor kedalaman air dengan menggunakan alat bantu berupa pipa. Setelah lahan sawah diairi, kedalaman air akan menurun secara gradual. Ketika kedalaman air mencapai 15 cm di bawah permukaan tanah, lahan sawah kembali diairi sampai ketinggian sekitar 5 cm. Pada waktu tanaman padi berbunga, tinggi genangan air dipertahankan 5 cm untuk menghindari stress air yang berpotensi menurunkan hasil. Batas kedalaman air 15 cm ini dikenal dengan PBK aman (safe AWD) yang bermakna bahwa kedalaman air sampai batas tersebut tidak akan menyebabkan penurunan hasil yang signifikan karena akar tanaman padi masih mampu menyerap air dari zona perakaran. Setelah itu, pada fase pengisian dan pemasakan, PBK dapat dilakukan kembali. Apabila terdapat banyak gulma pada saat awal pertumbuhan, PBK dapat ditunda 2–3 minggu sampai gulma dapat ditekan