Peningkatan kapasitas petani terus dilakukan oleh Balai Penyuluhan Kecamatan Eromoko. Sebagaimana yang dilakukan pada Senin (9/11), sebanyak 10 orang petani cabai dilatih untuk mampu mandiri mencukupi kebutuhannya sendiri melalui teknologi sederhana. Petani dibekali kemampuan untuk membuat Agen Hayati sendiri melalui pembuatan Planth Growth Promoting Bacteria (PGPR) dan Trichoderma. Pelatihan ini adalah salah satu rangkaian dari Sekolah Lapang Good Agricultural Practice (SL-GAP) Cabe Rawit yang dilakukan oleh Balai Penyuluhan Kecamatan Eromoko di Kelompok Tani Sri Rejeki, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Eromoko. Melalui SL-GAP yang dilaksanakan sebanyak 10 kali dari bulan Oktober hingga Desember ini, petani diharapkan memiliki kemampuan standar dalam budidaya cabe sehingga memiliki nilai kompetitif, mampu bersaing dipasaran. Pada Sekolah Lapang ini petani memperoleh pendampingan tentang teknogi budidaya cabe rawit melalui teori dan praktek dilapangan. Selain budidaya on farm, petani juga mendapatkan ilmu dan teknologi pendamping budidaya, salah satunya adalah pembuatan pestisida organik dan zat perangsang tumbuh.