PANEN DAN PASCA PANEN Penen dan Pasca Panen merupakan kegiatan yang menentukan terhadap kualitas dan kuantitas produksi, kesalahan dalam penanganan panen dan pasca panen dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bahkan produk kehilangan nilai ekonomi. Karena itu penanganan panen dan pasca panen secara benar perlu mendapat prioritas dalam proses produksi usahatani jagung. Panen merupakan pemetikan atau pemungutan hasil setelah tanam dan penanganan pasca panen merupakan tahapan penanganan hasil pertanian setelah panen. Teknologi penanganan panen dan pasca panen jagung meliputi kegiatan-kegatan sebagai berikut: pemanenan, pengupasan, pengeringan 1, pemipilan, pengangkutan, Sortasi & Grading, pengeringan 2, dan penggudangan/penyimpanan. WAKTU PANENPenentuan waktu panen yang tepat tergantung pada tujuan penggunaan produksi• Untuk konsumsiUntuk dikonsumsi sebagai jagung rebus atau jagung bakar, saat panen yang paling tepat adalah pada stadium tongkol setengah tua, yaitu tongkol berukuran maksimum, berbiji penuh, padat dan bila biji ditekan tampak bekas melekuk.• Usaha KomersialPada skala usaha komersial, panen tongkol jagung umumnya dilakukan setelah mencapai stadium tua (matang fisiologis), karena biji-bijinya akan dikeringkan. Panen jagung stadium tua dapat dilakukan pada saat kadar air jagung tinggi dan kadar air rendah. Panen jagung kadar air tinggi dilakukan segera saat tongkol menunjukkan stadium matang fisiologis. Panen jagung juga dapat dilakukan pada kadar air rendah, yaitu dengan membiarkan dulu tongkol masak (kering) diladang, dibagian pucuknya dipotong agar kadar air biji saat panen mencapai 20 – 24 %.Waktu panen yang terlalu awal atau tongkol belum mencapai matang fisiologis dapat menurunkan kualitas produksi, yaitu persentasi butir muda cukup tinggi dan daya simpannya rendah . Sebaliknya panen jagung yang terlalu tua menyebabkan kerusakan akibat serangan hama. Panen pada musim hujan sering menyebabkan biji jagung berjamur, sehingga memudahkan kontaminasi aflatoksin oleh jamur (cendawan) Aspergillus sp.Ciri-ciri jagung siap dipanen pada saat matang fisiologis adalah sebagai berikut:1. Tongkol berumur 7-8 minggu setelah keluar bunga2. Kelobot tongkol sudah berwarna kuning atau putih kekuning-kuningan. NOTULEN KEGIATAN SL UPSUS JAGUNG Kelompok Tani Pelaksana : Natalia Desa : Tanah PutihKecamatan : Kupang TimurHari/tgl : Senin, 20 Nopember 20171. Pembukaan oleh penyuluh pendamping2. Penyampaian materi : Penentuan Waktu panen yang Tepat Penjelasan singkat tentang waktu panen yang tepet dilanjut dengan ubinan. Ubinan :• pilih secara acak 3 titik ubinanl.• dengan ukuran 2,5 m x 2,5 m• Panen secara manual dengan tangan (patah)• Jagung yang telah dipanen dipisahkan tiap titik• Kupas dan pipil jagung hasil ubinan• Timbang jagung pipilan hasil ubinan Hasil pengukuran adalah : titik ubinan I : 3,150 kg titik ubinan II : 3,150 kg titik ubinan III : 3,75 kg Rata-rata plot ubinan : 3,125 kg Produktivitas perhektar: hasil ubinan x luas lahan/luas ubinan : 3,125kg x 10.000/2,5x2,5 : Kg = 5 ton/haKesimpulan: Hasil pengukuran produktivitas lahan SL sebesar 5 ton/ha. Terjadi peningkatan produktivitas dibanding sebelum melakukan kegiatan SL yaitu sebesar 1,4 ton/ha. Produktivitas sebelum SL sebesar 2,240 ton/ha. Tanah Putih, 20 November 2017 Mengetahui Notulen Koordinator BP3K Naibonat Sibun Agustinus, SST Estri W. Bangkole, A.Md Oleh : ESTRI W. BANGKOLE, A.Md DESA TANAH PUTIH BP3K NAIBONAT, KEC. KUPANG TIMUR, KAB. KUPANG NTT