Setiap awal musim tanam padi petani selalu kesulitan untuk mendapatkan pupuk, terutama pupuk bersubsidi. Hal ini dikarenakan petani membutuhkan pupuk secara bersama-sama sementara pupuk bersubsidi sangat terbatas. Apabila petani akan menggunakan pupuk non subsidi harganya relative mahal, sehingga sering terjadi petani memupuk tanaman padi sawah tidak sesuai dengan rekomendasi pemupukan yang ada.Dengan situasi ini penyuluh pertanian kampung Sendang Asih bersama-sama Ka.UPTD Tanaman Pangan dan Hortikultura, Korluh, POPT Kecamatan Sendang Agung mendorong petani untuk membuat pupuk organic dengan menggunakan bahan dasar yang ada dilingkungan masyarakat. Bersama dengan kelompok tani Karya Muda Sendang Asih sepakat untuk membuat pupuk organic. Adapun bahan yang digunakan jerami, kotoran ternak, dedak, sekam, gula pasir, stater (EM4) dan air.Cara Pembuatan :1. Stater (EM4), gula dan air dicampur dan diaduk hingga merata.2. Jerami padi dipotong-potong sepanjang 5- 10 cm kemudian dicampur dengan kotoran ternak, dedak dan sekam. 3. Campuran jerami, kotoran ternak, dedak dan sekam disiram dengan campuran stater (EM4), gula dan air dengan kadar air 30-40%.4. Bahan tersebut kemudian ditumpuk maksimal 1,5 m, setelah itu tumpukan ditutup dengan terpal plastik.5. Setiap hari suhu tumpukan dikontrol, diisahakan suhu 30-40oC. Bila suhu terlalu tinggi terpal dibuka dan diaduk-aduk dan bila terlalu rendah dicampur lagi dengan campuran stater.6. Setelah 7 hari pupuk organik buatan sendiri dapat digunakan.Pupuk organik yang sudah matang mempunyai ciri:• Warna jerami cokelat kehitaman• Tekstur lunak• Suhu pengomposan sudah kembali seperti suhu awal pengomposan• Volume menyusut• Tidak lagi berbau menyengatSebelum olah tanah pupuk organik disebar ke lahan sawah. Dengan menggunakan pupuk organik petani dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia sebesar 20-50% yang artinya petani akan mengurangi biaya pengeluaran untuk membeli pupuk. Selain itu petani juga tidak akan merasa kebingungan untuk mendapatkan pupuk karena dapat membuat sendiri.Penulis : Susilo (THL-TBPP Sendang Agung Lampung Tengah)