spo pengembangan pisang mas kirana penentuan waktu tanam ditanam pada awal musim penghujan sampai pertengahan musim penghujan pembersihan lahan - monokultur lahan dibersihkan dari tanaman pengganggu - tumpangsari/naungan dilakukan perempesan cabang/ranting yang mengganggu tanaman utama (pisang) pemilihan bibit diambil dari pohon induk yang sehat dan baik (produksi min 11 sisir), diambil batang semu nampak putih bersih tidak ada bercak gejala penyakit layu fusarium dan pseudomonas diameter bonggol 10 – 15 cm, tinggi 40 – 50 cm daun belum membuka (daun pecut) perlakuan benih calon tunas dari bonggol dan akar yang terlalu panjang dipotong batang semu yang mengelupas dipotong bonggol dibersihkan dari tanah dan calon anakan yang tidak perlu merendam bibit dalam larutan pseudomonas florescans 5 cc/l air selama 10 – 15 menit jarak tanam - monokultur 3 x 3 m = ± 1.000 batang/ha 2,5 x 2,5 m = ± 1.200 batang/ha - tumpangsari 3 x 4 m = ± 650 batang/ha - arah barisan pada lahan miring/berlereng mengikuti kontur (sabuk gunung) 5 pembuatan lubang tanam - 1 – 2 bulan sebelum tanam mulai disiapkan - ukuran 80 x 80 x 60 cm - dibiarkan terbuka kena sinar matahari selama 2 minggu penutupan lubang tanam - setengah lubang diisi pupuk kandang 15–20 kg/lubang tanam (sebagai pupuk dasar) - ditambah bokhasi 0,5 kg dan 20 gr trichoderma sp 20 gr/lubang tanam, diaduk merata dengan tanah dan pupuk kandang - dibiarkan terbuka ± 2 minggu penanaman - membuat lubang ukuran bonggol bibit dimasukkan - bibit ditutup dengan sisa galian dengan batas bonggol (leher batang) 7. pengairan tergantung dari air hujan penjarangan dalam 1 rumpun disisakan 2 anakan yang berumur 4 – 6 bulan yang tumbuh dekat dengan induk pemupukan pemupukan ke ii setelah 3 bulan tanam diberi pupuk kandang 10 -15 kg/lubang, ditabur melingkar batang dengan jarak ± 20 – 30 cm pemupukan ke iii dan seterusnya dilakukan dengan interval 3 bulan sekali sanitasi lahan daun pisang yang telah menguning / tua / terkena penyakit harus dipotong dan ditimbun pada lubang tertentu pengendalian hama penyakit penyakit sigatoga potong daun yang terserang kemudian dibakar penyakit pseudomonas dan fusarium campur pupuk kandang dengan tricoderma spp tanaman yang terserang dimatikan dengan cara diinjeksi dengan 100 cc minyak tanah ± 20 cm dari pangkal batang dengan membuat sudut 45 derajat merendam bibit dalam klorok (pemutih) atau fungisida merendam bibit dengan larutan pseudomonas floresces selama 10 – 15 menit pembrongsongan dan pemotongan jantung pisang dengan alat steril penentuan waktu panen dilakukan 90 – 100 hari setelah keluar jantung panen warna buah pisang lebih cerah dan sudut buah tidak tampak (membulat), potong tandan pada lengkungan pangkal tandan untuk memudahkan pengangkutan pemasaran spo pisang ini tergantung pada segmen pasar yang dituju, sebaiknya dilakukan dengan cara berkelompok bermitra dengan perusahaan