Program Gubernur Jawa Tengah tentang Katu Tani sudah mulai diLaunching. Kabupaten Rembang direncakan pada tahun 2017 program kartu tani ini diberlakukan. Dalam rangka persiapan pelaksanaan kartu tani tersebut Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Rembang mengadakan Sosialisasi Kartu Tani yang di laksanakan pada hari Selasa tanggal 11 Oktober 2016 bertempat di aula BKP & P4K. Dalam pelaksanaan kartu tani ini Penyuluh Pertanian Sebagai ujung Tombak pendataan luas lahan perpetani. Tugas ini tidaklah mudah karena dilapangan pasti banyak ditemui persoalan-persoalan yang menghadang. Oleh sebab itu hal tersebut menjadikan pentingnya kegiatan ini. Keberadaan kartu petani sangat penting, mengingat latar belakang demografi Jawa Tengah yang mayoritas atau 65% penduduknya tinggal di perdesaan sebagai petani, termasuk buruh tani. Sebanyak 14,56% penduduk miskin di Jawa Tengah, mayoritas juga berasal dari lingkungan petani. Sayangnya, para petani selalu menemui kendala kelangkaan pupuk bersubsidi saat masa pemupukan. Setelah dilakukan analisis, ternyata masalahnya adalah pendistribusian barang bersubsidi yang dijual terbuka, sehingga banyak terjadi penyimpangan. Karenanya perlu perubahan sistem agar pendistribusian pupuk bersubsidi dilakukan tertutup, dengan menggunakan kartu tani. Kartu tani yang sudah dibagikan tersebut digunakan sebagai alat penebusan dan pembayaran pupuk bersubsidi bagi petani di Provinsi Jawa Tengah. Di samping itu juga dapat mewujudkan distribusi pupuk bersubsi disesuai dengan asas "enam tepat" (tepat jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu, dan harga), serta pemberian layanan perbankan bagi petani. Dengan begitu, distribusi pupuk bersubsidi dapat benar-benar diterima petani yang berhak. Setiap anggota/ petani hanya akan menerima jatah alokasi sesuai dengan yang tercantum dalam sistem. Dengan demikian penyimpangan pupuk bersubsidi yang selama ini terjadi di beberapa daerah dapat diminimalisasi/ dihindari. Dan kebutuhan pupuk bagi para petani yang berhak menerima akan lebih terjamin. Pada akhirnya maka target produksi yang telah ditetapkan akan dapat diwujudkan, dan petani pun semakin sejahtera.