Kegiatan Sosialisasi Iptek Nuklir Bidang Pertanian dilaksanakan pada hari Kamis, 20 November 2014 bertempat di Operation Room Kantor Bupati Sijunjung, Muaro Sijunjung. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rencana perbaikan sifat tanaman padi varietas Lampai Kuniang. Hadir sebagai narasumber yaitu bapak DR. Syafrizal dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Tamu undangan yang hadir berasal dari instansi terkait seperti Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sijunjung, BPTP Sukarami, BPSB Provinsi Sumbar, Kepala UPTB-BPK se Kabupaten Sijunjung, dan tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung yakni bapak Drs. Ade Taufik Rohendi menyampaikan bahwasannya Kabupaten Sijunjung memiliki padi varietas Lampai Kuniang yang akan menjadi varietas Nasional dan dalam waktu dekat segera dilepas oleh Menteri Pertanian RI. Padi Lampai Kuniang keunggulanya adalah berasnya harum, produksi tinggi, dan tahan dari dari segala hama penyakit. Namun padi ini memiliki kekurangan yaitu umurnya lebih panjang dan tanamannya tinggi sehingga dalam satu tahun hanya bisa dilaksanakan pananaman padi sebanyak 1 - 2 kali saja. Pemerintah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung berencana agar tanaman ini dapat direkayasa dengan bantuan pihak BATAN agar sifat tanamannya dapat berubah menjadi berumur lebih pendek sekitar 110 hari dan tingginya menjadi 120 cm. Dengan demikian dalam satu tahun diharapkan penanamannya dapat terlaksana sebanyak 2 - 3 kali sehingga produksi padi dapat bertambah. Dalam kesempatannya, bapak DR. Syafrizal selaku narasumber menyampaikan bahwasannya energi nuklir merupakan bagian dari alam semesta ciptaan Tuhan dan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Aplikasi iptek nuklir di bidang pertanian dan perikanan yaitu 1) pemuliaan tanaman, 2) pupuk dan nutrisi tanaman, 3) pengendalian hama tanaman, 4) nutrisi ternak, 5) kesehatan dan reproduksi ternak, 6) perikanan, 7) pasca panen. Untuk merubah umur dan tinggi tanaman padi, dilakukan rekayasa melalui pemuliaan tanaman dengan tehnik mutasi. Mutasi adalah perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dan acak pada materi genetik (genom, kromosom, gen). Mutasi dapat terjadi secara alami (spontaneous) atau induksi (induced). Secara alami, mutasi terjadi dalam proses dan laju yang sangat lambat, dapat ditingkatkan dengan menggunakan mutagen. Perbaikan varietas tanaman menggunakan teknologi iradiasi (sinar gamma) untuk meningkatkan keragaman genetik disebut pemuliaan mutasi. Pemuliaan mutasi inilah yang dilakukan oleh BATAN dalam memperbaiki sifat-sifat tanaman. Keuntungan pemuliaan mutasi yaitu waktu relatif lebih singkat, dapat memisahkan gen linkage, dapat memunculkan sifat-sifat baru, lebih efektif untuk perbaikan beberapa sifat saja, sangat bermanfaat untuk perbaikan tanaman tahunan. Sementara kelemahan pemuliaan mutasi yaitu mutasi bersifat random. Untuk mendapatkan hasil perbaikan varietas yang diinginkan membutuhkan waktu 5 - 6 generasi. Kemudian diperlukan pengujian daya hasil dan adaptasi yang selanjutnya dilakukan pelepasan varietas menjadi varietas unggul baru. Pemuliaan padi melalui BATAN sejak tahun 1982 sampai dengan tahun 2012 telah berhasil mengeluarkan 20 varietas unggul baru. Melalui sosialisasi ini diharapkan pemahaman mengenai pemuliaan mutasi yang dilaksanakan oleh BATAN dapat diterima dengan baik dan pelaksanaan perbaikan sifat tanaman padi varietas Lampai Kuniang menjadi berumur lebih pendek dapat segera dilaksanakan. (M. Iwan K., SP)