Ketersediaan ternak Sapi dan Kerbau betina produktif sangat strategis sebagai penghasil ternak bakalan (sapi dan kerbau).Ternak bakalan selanjutnya melalui proses penggemukan akan menghasilkan stok potong sebagai sumber produksi daging sapi dan kerbau. Semakin besar populasi sapi dan kerbau betina produktif akan berkorelasi positif terhadap peningkatan produksi daging sapi dan kerbau. Hal ini sejalan dengan Program DITJEN PKH yaitu Pemenuhan Pangan Asal TernakKondisi di lapangan dengan adanya berbagai persoalan dan kepentingan yang dialami oleh peternak , maka masih banyak betina produktif yang diperdagangkan menjadi stok potong. Karenana pada dasarnya sebagian besar kegiatan peternakan rakyat merupakan kegiatan sambilan dari usaha pertanian pada umumnya dan menjadi tabungan yang akan dijual apabila membutuhkan uang meskipun ternaknya merupakan ternak betina produktif. Sedangkan untuk tercapainya program pemerintah memerlukan ketersediaan ternak betina produktif dalam jumlah yang terus meningkat. Oleh karenanya pemerintah berupaya mencegah berlanjutnya kejadian pemotongan ternak betina produktif dan bunting yang semakin meningkat melalui kegiatan pengendalian betina produktif dengan kegiatan yaitu penyelamatan sapi dan kerbau betina produktif yang bekerjasama dengan kepolisian Untuk tujuan tersebut maka baru baru ini telah dilaksanakan kegiatan "Sosialisasi Pencegahan Pemotongan Sapi Betina Produktif" pada tanggal 14 Agustus 2015 bertempat di Kantor Dinas Peternakan Kabupaten Bima. Sebagai nara sumber dalam acara tersebut antara lain dari Direktorat Jendral Peternakan, Polda NTB, Kepala Dinas Peternakan NTB adapun sebagai peserta adalah dari Staf Dinas Peternakan kabupaten Bima, Peppehani Kabupaten/Kota Bima, RPH, Jagal, Petani, Kapolsek dsb.Admin Kab. Bima. (Hartanto Ts. SPt.MM.)