Loading...

Sosialisasi Teknologi Tanam Jarwo di BP3K. Mlandingan Kab. Situbondo

Sosialisasi Teknologi Tanam Jarwo di BP3K. Mlandingan Kab. Situbondo
Sosialisasi Teknologi Tanam Jarwo untuk Program Peningkatan Produksi, Produktifitas dan mutu hasil tanaman Pangan Bantuan Paket teknologi untuk kelompok tani 25 kg benih padi per Ha dan alat Tanam Jajar Legowo satu unit bantuan seluas 25 Ha per Kelompok TaniPeserta : 25 orang yang terdiri dari *PPL *Mantri Tani se wilayah BPP Mlandingan*POPT*Danramil se wilayah BPP MlandinganPemateri Tim Bidang Pangan Dinas Pertanian Kabupaten SitubondoPengertian Sistem Jajar LegowoIstilah Legowo di ambil dari bahasa jawa, yaitu berasal dari kata "lego" berarti luas dan "dowo" berarti memanjang.Sistem jajar Legowo adalah cara tanam padi di mana padi ditanam dalam beberapa barisan dengan diselingi satu barisan kosong.Baris tanaman dan baris kosongnya disebut satu unit legowo. Bila terdapat dua baris tanam per unit legowo maka disebut legowo 2:1, sementara jika empat baris tanam per unit legowo disebut legowo 4:1 dan seterusnya.Manfaat dan Tujuan Sistem Jajar LegowoSaat ini, sistem logowo sudah mulai banyak di adopsi oleh petani di Indonesia. Banyak petani yang sudah merasakan manfaat dan keuntungannya. Manfaat dan tujuan sistem jajar legowo adalah:1. Menambah jumlah populasi tanaman padi sekitar 20-30%, sehingga diharapkan akan meningkatkan produksi gabah.2. Dengan adanya baris kosong akan mempermudah perawatan, baik itu pemupukan maupun penyemprotan pestisida.3. Mengurangi kemungkinan serangan hama dan penyakit. Tikus tidak suka pada lahan yang relatif terbuka. Pada lahan yang relatif terbuka kelembaban juga akan menjadi lebih rendah, sehingga perkembangan penyakit dapat ditekan.4. Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian dalam baris tanaman.5. Memperbaiki kualitas gabah dengan semakin banyaknya tanaman pinggir. Dengan menerapkan sistem tanam jajar legowo, tanaman akan terpapar sinar matahari secara lebih optimal. Semakin banyak sinar matahari yang mengenai tanaman, maka proses fotosintesis oleh daun tanaman akan semakin tinggi sehingga kualitias gabah juga akan meningkat.Tipe Sistem Jajar LegowoAda beberapa tipe cara tanam sistem jajar legowo yang secara umum dapat dilakukan yaitu ; tipe legowo (2 : 1), (3 : 1), (4 : 1). Namun berdasarkan penelitian yang dilakukan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian tipe sistem tanam jajar legowo yang menghasilkan produksi gabah tinggi adalah tipe jajar legowo (4:1) sedangkan dari tipe jajar legowo (2 : 1) dapat diterapkan untuk mendapatkan bulir gabah berkualitas benih. Mempersiapkan bibitUntuk sistem jajar legowo, benih yang dibutuhkan tergantung pada pilihan legowo yang akan digunakan (apakah legowo 2:1, 3:1 atau 4:1), jarak tanam dan jumlah bibit yang akan ditanam per lubangnya.Kebutuhan benih per hektar untuk sistem Jarwo dihitung sebagai berikut:Asumsi yang digunakan:– Jarak tanam 20 x 20 cm– Bibit yang akan ditanam maksimum 2 bibit per lubang– Berat 1000 bulir benih rata-rata 27 gram– Daya tumbuh benih 90%– Tambahan 2 kg benih untuk cadangan karena serangan hamaCara hitung:Populasi per hektar ={(10.000/Jarak tanam x 10.000/Jarak tanam) x (100% + (100%/(1+Jumlah legowo))} x Jumlah bibit perlubangKebutuhan benih per hektar =(Populasi per hektar/1.000) x 27/1.000Contoh:Untuk Jarwo 2:1Populasi per hektar ={(10.000/20×10.000/20) x (100%+(100%/(1+2))} x 2={(500×500)x(100%+33,33%)}x2={250.000×133,33%}x2= 666.650Kebutuhan benih per hektar = (666.650/1.000)x(27/1.000)= 18 kgAsumsi daya tumbuh 90% dan cadangan untuk hama 2Kg, maka benih yang harus disediakan adalah 22Kg. Penulis : Mohammad Zaini, SP. MMA_ Admin Cybext Kab. Situbondo dan Rudy_ Admin Cybext BP3K. Mlandingan