Loading...

Suburkan Tanaman Dengan Pupuk Organik Dari Limbah Dapur

Suburkan Tanaman Dengan  Pupuk Organik Dari Limbah Dapur
Pupuk merupakan salah satu unsur pokok dalam berbudidaya tanaman, sehingga pupuk sangat dibutuhkan bagi petani. Pupuk yang ada sekarang ini banyak macamnya. Ada yang sifatnya kimiawi, dan ada pula yang organik. Penggunaannya pun di beda-bedakan, untuk pertumbuhan batang dan daun, untuk pembungaan, bahkan ada untuk percepatan pembuahan, sehingga tanaman buah bisa dipanen di luar musim. Harga pupuk yang di pasaran saat ini bervariasi, tergantung merek dan jenisnya. Dan pupuk di pasaran harganya cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Namun dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan, banyak sekali alternatif pemenuhan kebutuhan (hara) pupuk yang tidak harus berpangku pada pupuk yang tersedia dipasaran, namun kita bisa membuat pupuk organik sebagai alternatif pemenuhan unsur hara dengan sumber yang ada disekitar kita. Yang pasti dengan sumber yang mudah dan harga yang murah, bahkan kita bisa membuat pupuk yang berasal dari limbah rumah tangga, diantaranya adalah sebagai berikut 1. Air cucian berasMelalui penelitian yang dilakukan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Yayu Siti Nurhasanah, ditemukan bahwa kandungan dalam air cucian beras berguna sebagai penyubur tanaman. Air cucian beras merupakan media alternatif pembawa bakteri Pseudomonas fluorescens. Bakteri tersebut adalah mikroba yang berperan dalam pengendalian petogen penyebab penyakit karat dan memicu pertumbuhan tanaman. Air cucian beras memiliki kandungan nutrisi yang melimpah di antaranya karbohidrat berupa pati sebesar 85-90 persen, protein glutein, selulosa, hemiselulosa, gula, dan vitamin yang tinggi (sumber: http://kampus.okezone.com). Berdasarkan pengalaman, air cucian beras lebih baik disiramkan ke media tumbuh tanaman (tanah), dan tidak mengenai batang tanaman, karena akan mengakibatkan bercak putih pada batang tanaman yang terkena air cucian beras. 2. Bubuk Kayu ManisBubuk kayu manis dapat dipergunakan sebagai pengganti hormon pertumbuhan akar. Caranya yakni dengan membalurkan bagian tanaman yang akan ditanamn dengan bubuk kayu manis untuk beberapa saat. Lalu tanaman tersebut di tanam seperti biasa. Dalam beberapa hari akan terlihat tunas-tunas daun muda yang muncul sebagai tanda tanaman baru tersebut berhasil tumbuh. 3. Air darah cucian ikan, dan daging (ayam, sapi, kambing, dll)Air darah cucian hewan yang mengandung unsur Nitrogen (N), Phospor, (P) dan Kalium, sangat bermanfaat untuk tumbuhan. Berdasarkan pengalaman, tumbuhan yang rutin di siram air darah cucian hewan minimal seminggu sekali, akan menjadi lebih subur dan cepat berbunga dan berbuah 4. Kulit buah pisangKulit buah pisang yang dikeringkan, kemudian dipotong-potong dan diletakkan di sekitar media tanam, kaya akan Kalium. Itu sebabnya, tanaman yang diberi kulit pisang kering, akan mudah berbunga dan berbuah. Hal ini berhasil saya terapkan pada tanaman Melati Malaysia. Tanaman yang sudah setahun tak berbunga beberapa hari yang lalu mengeluarkan bunganya yang wangi semerbak. 5. Kulit kacang tanah.Kalau suka makan kacang kulit, jangan buang kulitnya begitu saja. Letakkan kulit kacang pada media tanam. Selain mengusir gulma, kulit kacang tanah kaya akan Nitrogen yang berfungsi menyuburkan tanah 6. Cangkang telur dan air rebusan telur.Cangkang telur dan air rebusannya kaya akan protein. Tanaman yang media tanamnya dicampur dengan remahan cangkang telur, menyediakan unsur hara yang sangat berguna untuk pertumbuhan tanaman. Begitu pula air rebusan telur. Selain itu cangkang telur memiliki banyak sekali kandungan nutrisi seperti halnya jenis pupuk yang mengandung fosfor dan kalsium tinggi 7. Rendaman kulit bawang merahBawang merah dalam dunia tanaman dikenal mengandung hormon Auxin yang dapat merangsang pertumbuhan akar pada bahan stek, dan cangkok. Rendaman kulit bawang atau umbi bawang yang sudah tidak bisa digunakan sebagai bumbu dan dibiarkan semalam, akan membuat tanaman yang baru ditanam dengan cara stek dan cangkok cepat keluar akarnya dan tumbuh subur. 8. Sisa-sisa sayuran dan buah-buahanLimbah sayuran dan buah-buahan merupakan limbah dapur yang setiap hari kita hasilkan, namun tidak jarang limbah sayuran dan buah kita buang dengan percuma. Padahal limbah sayuran dan buah-buahan apabila kita olah dapat menjadi pupuk organik padatan maupun cair. Kandungan yang terdapat pada limbah sayuran adalah kandungan Nitrogen (N) dan Phospat (P) sebagai pertumbuhan batang dan daun, sedangkan kandungan dalam limbah buah adalah Kalium (K) yang berfungsi sebagai pertumbuhan bunga dan buah. Namun limbah sayuran dan buah harus melalui proses dekomposisi dengan menggunakan bakteri. 9. Vetsin /penyedap rasa Nah, kalau Anda sudah tak lagi menggunakan vetsin (MSG/Monosodium Glutamat) untuk memasak, manfaatkan saja sebagai pupuk tanaman. Pupuk vetsin ini baik untuk pertumbuhan daun. Taburkan vetsin ke tanah atau akar tanaman, kemudian siram dengan air agar meresap. Lakukan setiap 5 hari atau seminggu sekali. 10. Air dan ampas teh Sisa air teh atau ampas teh bisa Anda siramkan ke tanaman untuk pertumbuhan daunnya. Pupuk dari air dan ampas teh ini juga aman dicampurkan dengan vetsin dan bisa disiramkan setiap hari. 11. Ampas kopiSeperti yang pernah dilansir majalah Trubus, ampas kopi mengandung nitrogen, potasium, dan fosfor yang dibutuhkan tanaman. Nah, Anda bisa menaburkan ampas kopi pada sekitar akar tanaman atau sayuran. 12. Agar-agarLarutkan 2 sendok bubuk agar-agar dalam segelas air panas. Kemudian campur dengan 3 gelas air dingin, aduk rata, lalu siramkan pada akar tanaman. Lakukan ini setidaknya seminggu sekali. 13. Air kelapaAir kelapa sudah banyak diteliti sebagai penyubur tanaman karena kaya akan kalium, kalsium, magnesium, protein, serta vitamin dan mineral lainnya yang penting untuk pertumbuhan tanaman. Air kelapa juga berperan sebagai perangsang pembungaan pada tanaman anggrek. dari berbagai sumber oleh : Muhamad Soleh, S.P. (PPL BP3 Kecamatan Gedong Tataan)