Loading...

Swasembada Pangan, Gayo Lues Laksanakan Panen Raya

Swasembada Pangan, Gayo Lues Laksanakan Panen Raya
Blangkejeren (5/9/2015),Kabupaten Gayo Lues mulai melaksanakan panen raya tanaman padi,hal ini terlihat dari kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan daerah ini,pelaksanaan panen raya ini dipusatkan di Kampung Badak Kecamatan Dabun Gelang,yang dihadiri oleh Bupati Gayo Lues Ibnu Hasim,Anggota DPR RI dari Komisi III Irmawan,Kapolres AKBP.Bhakti Eri Nurmansyah, Perwakilan Kodim 0113,para pejabat kepala SKPK Pemkab Gayo Lues,maupun perwakilan dari Distan Aceh,sabtu 5/9. Pengulu (kades) Kampung Badak pada sambutannya mengatakan Luas hamparan lahan persawahan di daerahnya,mencapai 173 hektar namun tidak semua mampu berproduksi,disebabkan adanya gangguan benccana alam berupa banjir beberapa waktu lalu,masalah lainnya mengenai kesediaan air dengan sarana irigasi yang masih minim,lahan sawah sudah beralih fungsi menjadi pemukiman warga,namun demikian warga Kampung Badak masih tetap semangat untuk menanam padi,dimana dalam kampung badak ada 8 kelompok tani. Sedangkan Kepala Dinas Pertanian peternakan dan perikanan Gayo Lues Nopal.Sp pada sambutannya mengutarakan,bahwa panen raya tanaman padi ,hanya 3000 hektar dari 5000 Hektar yang lahan yang ada sesuai target yang pernah disampaikan kepada Distan Aceh,ini disebabkan tidak serentaknya pada saat menanam,saat ini 2000 hektar lagi tanaman padi masih dalam tahap penuaan dan ada juga masih dalam proses penanaman maupun pembibitan,adapun tanaman padi yang akan dipanen seluruh Gayo Lues mencapai 3000 Hektar,sedangkan di untuk Dabun Gelang sendiri di Kampung Badak hanya berkisar 152 Hektar. Bagi Masyarakat Gayo Lues tandas Kadis Pertanian ini,Padi atau beras tidak dapat tergantikan dengan tanaman lainnya sebagai bahan makanan pokok,walaupun sudah makan pulut dengan durian dipastikan akan mencari nasi,sehingga tanaman padi ini benar benar menjadi kebutuhan,begitu juga secara nasional,dalam kegiatan Upsus (upaya khusus) swasembada pangan ini,ada 3 kegiatan seperti membantu petani untuk tanah yang tidak produktif berupa biaya oleh tanah,seluas 110 Hektar,perbaikan jaringan irigasi tertier dengan sistem bansos,disini Petani yang mengerjakan dimana dananya ditransfer ke kelompok tani,kemudian bantuan alat mesin pertanian termasuk mesin tanam dan mesin panen padi,namun mesin tersebut masih ditunggu dari Distan Aceh,artinya mesin tersebut belum diterima oleh Gayo Lues. Mengenai hasil dari potensi gabah perhektarnya dari sample yang ada saat ini,diperkirakan hasil panen padi Gayo Lues meningkat sangat tajam,jika tahun sebelumnya hanya 3,5 ton perhektar dari sample yang ada sekarang,ada yang mencapai 7 ton perhektarnya,sedangkan target capaian hanya 5,2 Ton perhektar,tentunya ini akan dievaluasi kembali nantinya,seberapa besar hasil padi tahun ini secara umum,capaian 5,2 ton perhektar sebut Nopal,merupakan sebuah prestasi yang baik. Untuk mencapai target dari swasembada pangan sebut Nopal,tidaklah semudah yang kita bayangkan,beberapa kendala yang dihadapi berupa bencana alam,serangan hama,maupun kemampuan sumber daya manusia yang ada,namun demikian ini menjadi pengalaman dan akan menjadi perhatian bagi Dinas Pertanian,termasuk koordinasi dengan instansi lainnya,termasuk Badan Penyuluh Pertanian. Surplusnya hasil panen padi di Gayo Lues tahun ini sambung Nopal,sudah dibicarakan dengan pihak Bulog,dimana Bulog siap menampung hasil padi Gayo Lues,namun harga yang ditawarkan oleh Bulog masih dibawah harga yang ditawarkan oleh pengusaha padi daerah ini,untuk mengetahui seberapa banyak hasil padi Gayo Lues tahun ini,Dinas Pertanian akan melakukan pengambilan data disetiap kilang padi,soal adanya serangan hama hawar daun pada tanaman padi,Nopal berharap agar tenaga Penyuluh lebih berperan,sebab hawar daun disebabkan tidak mengertinya para petani dalam mengelola tanaman padinya,hawar daun disebabkan adanya kelembaban pada tanaman padi,mengatasinya cukup menambahkan pupuk KCl saja,papar Nopal.(Sumber Azhari Lubis Alabaspos.com)