Loading...

SYARAT BIBIT SIAP TANAM TANAMAN TEH

SYARAT BIBIT SIAP TANAM TANAMAN TEH
Bibit yang berkualitas merupakan salah satu faktor utama yang mampu menunjang keberhasilan suatu penanaman. Apabila bibit yang digunakan berkualitas tinggi (unggul) dan siap tanam, maka peluang keberhasilan tumbuh di lapangan juga akan tinggi. SYARAT BIBIT TANAMAN TEHSyarat bibit teh adalah setelah bibit berumur 2 tahun di pesemaian dan telah memenuhi syarat untuk dipindahkan ke kebun dilakukan dengan cara pembongkaran sebagai berikut :1. Batang di potong setinggi 15 – 20 cm di atas tanah dua minggu sebelum di bongkar.2. Bibit di bongkar sedalam 60 cm dengan cangkul. Kemudian bibit di cabut dengan tangan agar akar rambut tidak rusak, sedang akar tunggang dan akar cabang yang terlalu panjang di potong dan disisakan 30 cm.3. Bibit yang telah di bongkar dari bedengan pada hari yang sama harus sudah di tanam di kebun. Bibit yang batangnya kecil dari normal sebaiknya tidak di pakai.4. Begitu juga bibit yang ditanam di polybag dari stek harus segera di tanam pada hari yang sama di kebun, apabila polybag sudah di buka atau bibit dikeluarkan dari polybag. SELEKSI BIBIT TANAMAN TEHSeleksi bibit dilakukan pada umur 6 bulan setelah bibit tumbuh. Bibit yang tumbuh sehat dipisahkan dari yang kecil. Bibit yang baik dipindahkan keluar agar beradaptasi di bawah sinar matahari. Untuk sementara di beri naungan dari alang-alang atau paku andam. Adaptasi dapat juga dilakukan dengan cara membuka plastik naungan secara bertahap. Kriteria bibit siap tanam sebagai dasar penentuan mutu bibit sebagai berikut :1. Umur bibit minimal 8 bulan2. Tinggi minimal 30 cm dengan jumlah dau 5 helai3. Tumbuh sehat, mekar dan berdaun normal4. Perakaran baik, terdapat akar tunggang semu dan tidak ada pembengkakan kalus5. Beradaptasi minimal 1 bulan terhadap sinar matahari. KUALITAS BIBIT TANAMAN TEHBibit siap tanam antara lain dicirikan oleh : pangkal batang telah berkayu, bibit sehat, mediadi polybag kompak, kecukupan tinggi/diameter tanaman, batang kokoh/tegar, dan memilikibatang tunggal, tidak bercabang, bibit kokoh, dan diperoleh dari induk unggul. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP) Sumber Bacaan :1. Setyamidjaya D. 2000. Teh. Budi Daya dan Pengolahan Pascapanen. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.2. Gambar berasal dari Google tentang tanaman teh.