Loading...

Syarat Tumbuh Bunga Melati

Syarat Tumbuh Bunga Melati
Syarat tumbuh merupakan rangkaian penting dalam budidaya tanaman, tujuan menggali rangkaian ini agar mengetahui dan memahami pernyaratan tumbuh cara budidaya melati dengan benar sehingga dapat meminimalkan dan memaksilamalkan input sarana dan prasyarana yang digunakan dalam persyaratan melaksanakan usaha agribisnis bunga melati secara optimal. Melati merupakan tanaman perdu tahunan, tegak atau merambat. Tanaman ini dapat dipakai baik sebagai tanaman hias pot, pengisi halaman rumah maupun dibudidayakan sebagai perkebunan khusus. Tanaman melati bisa tumbuh dari mualai dataran rendah sampai ke datataran tinggi, hingga ketinggian mencapai 1500 meter di atas permukaan laut. Keadaan tanah dan iklim yang dibutuhkan hampir sama dari semua jenis melati, lingkungan tumbuh yang cocok untuk tanaman melati yaitu iklim panas tropik dan lebih disenangi pada tanah yang ringan dan berdrainase baik, kaya bahan organik dengan kelembaban baik. Namun demikian melati juga banyak ditanam pada tanah yang bervariasi jenisnya. Untuk budidaya melati secara komersial diperlukan tanah yang remah, porous, tidak mudah tergenang dengan pH tanah 6-7, berpasir dan juga kaya bahan organik yang telah terdekomposisi. Bunga melati akan tumbuh baik bila daerahnya panas, cukup kering dan terkena sinar matahari penuh. Curah hujan yang diperlukan rata-rata 5 – 6 bulan/tahun. Tanaman melati yang tumbuh dengan baik (sehat dan normal), maka akan dapat dinikmati dan memetik hasil bunganya pada umur 10 – 11 bulan namun hasil produksi tersebut belum maksimal dan hasil panen maksimal dapat dinikmati setelah tanaman melati berumur 15 – 18 bulan. Suhu udara yang dibutuhkan berkisar 27 – 32 o C. Melati membutuhkan pengairan sebelum dan selama periode berbunga hingga tanaman siap dipanen. Bunga melati dilakukan pemanenan pada waktu pagi hari denga cara dipetik bunga yang masih kuncup/belum mekar. Bunga melati selain dibudidayakan di lahan juga dapat dibudidayakan dalam Pot, penanaman dalam Pot dapat tumbuh dan berkembang baik dengan menggunakan media kompos atau organik dan dilakukan dengan pemeliharaan secara intensif agar tanaman bisa berbunga terus menerus. Lahan terpilih yang digunakan untuk budidaya melati yaitu bersih dari rumput liar (gulma), bersih dari pepohonan yang tidak berguna, bersih dari bebatuan, sehingga dapat memudahkan pengelolaan tanah dan menghindari terganggunya pertumbuhan tanaman. Daerah penyebaran tanaman melati yang ada di Indonesia diantaranya adalah di Wilayah Jawa dan Bali antara lain adalah: · Daerah penyebaran tanaman melati yang diupayakan untuk pewangi teh dan busana pengantin meliputi pantai utara Jawa Barat dan Jawa Tengah yakni daerah Cirebon, Tegal, Brebes, Pekalongan, Purwokerto dan Pemalang. Menurut petani setempat terdapat 2 kulktivar jasminum sabac dengan kuncup bunganya runcing disebut melati emprit dan kuncup bunganya bulat tumbuh disebut melati kebo. · Daerah Istimewa Yogyakarta semua merupakan penghasil melati J offcinale untuk pewangi teh. · Sentra produksi melati di Jawa Timur antara lain menyebar di Kabupaten Bangil, Pasuruhan dan Madura. Hasil produksi tanaman melati dipasarkan sebagai pelengkap busana berupa roncean bunga melati, adapun bibit tanaman melati berasal dari petani daerah Batu (Malang) · Sentra melati di daerah pulau Bali dibudidayakan menyebar di pekarangan penduduk, taman perhotelan, taman kantor, taman wisata dan pura. Meskipun tidak dibudidayakan secara intensif, namun tumbuh subur dengan ukuran bunga yang lebih besar. hal tersebut kemukinan di wilayah pulau Bali memiliki 2 – 3 bulan kering dan 5 – 6 bulan basah tergolong zona C 2 sesuai unutk tanaman melati/palawija. Ditulis oleh Dalmadi Sumber dan Gambar: Ditjen Horti, S O P Melati dan buku komuditas Melati Balai Penelitian Tanaman Hias.