Dalam rangka mewujdkan kemandirian pangan yang kuat Kementerian Pertanian menetapkan sebelas arah kebijakan pembangunan pertanian selama kurun waktu 2015 sampi dengan 2019. Salah satunya adalah peningkatan ketahanan pangan melalui tujuh komoditas strategis yaitu padi, jagung, kedele, tebu, cabe dan bawang merah.Kelompotani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian tentunya sangat berperan dalam mensukseskan program pemerintah tersebut. Desa Sukagumiwang mempunyai luas areal 115 hektar yang terbagi dalam 3 (tiga) kelompoktani yaitu Tani Makmur, Hasil Tani dan Rejeki Tani. Lokasi areal sawah di Desa Sukagumiwang ini adalah setengah teknis, namun dalam kenyataannya air irigasi tidak dapat diatur, sehingga lebih banyak mengandalkan pompanisasi. Lokasi pompainisasi dibagi menjadi 2 (dua) blok yaitu kelompoktani Hasil Tani dan Rejeki Tani dan blok yang lain adalah kelompoktani Makmur.Adanya perbedaan dalam pengelolaan pompanisasi ini berpengaruh terhadap manajemen pompanisasi, dimana berdasarkan hasil musyawarah di areal di kelompoktani Hasil Tani dan Rejeki Tani iuran pada musim rendeng sebesar 60 kg gabah per 100 bata sedangkan musim gadu sebesar 90 kg gabah per 100 bata. Sedangkan untuk areal sawah di kelompoktani Makmur iurannya 15 kg gabah per 100 bata untuk musim rendeng dan 130 kg gabah per 100 bata untuk msim gadu. Rendahnya iuran di kelompoktani Makmur pada musim rendeng ini dikarenakan masum rendeng relatif memanfatkan air dari saluran pembuang yang dibendung sehingga dapat mengairi sawah.Kelompoktani Makmur mempunyai luas 54 hektar, kelompoktani ini diketuai oleh Bapak Casmita. Pada tahun 2015 mendapat kegiatan pembangunan jaringan irigasi usahatani dan percontohan padi hybrida seluas 10 hektar. Adapun pengembangan padi hybrida di Kecamatan Sukagumiwang seluas 30 hektar tersebar di Desa Bondan 10 hektar dan Desa Cibeber 10 hektar.Sebagai rasa syukur atas keberhasilan panen, dipelopori Ketua Kelompoktani Makmur Bapak Casmita dan Pengurus serta anggota di Desa Sukagumiwang pada Hari Selasa tanggal 4 Agustus 2015 mengadakan syukuran panen. Kegiatan syukuran seperti ini menurut Bapak Casmita sudah dilaksanakn setiap panen gadu dan biasanya hanya dihadiri oleh Kepala Balai Penyuluhan Pertanian beserta Penyuluh Pertanian, Kepala Cabang Dinas dan Pengamat Pengairan saja. Namun alhamdulillah pada syukuran kali ini dihadiri oleh Kepala Bidang Usahatani Badan Ketahanan dan Penyuluhan Pertanian (BKP3) Kabupaten Indramayu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu dan Camat Sukagumiwang.Camat Sukagumiwang dalam pengarahannya kita harus bersyukur atas perkembangan pertanian di Desa Sukagumiwang khususnya dan umumnya di Kecamatan Sukagumiwang. Karena di wilayah lain banyak yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Walaupun kami baru 1,5 bulan di Sukagumiwang tapi kami tahu kelompoktani dan petani di kecamatan ini sangat pandai memanfaatkan lahan untuk kegiatan pertanian.Kami akan terus mendukung dan mengembangkan kegiatan pertanian di kecamatan ini dan salah satunya adalah dengan program pengembangan kedele. Dinas pertanian telah mendukung akan mengembangkan kedele seluas 1.500 hektar. Oleh karena itu segera dimusyawarahkan dan direncanakan dengan baik agar program ini berhasil. Kalau program ini berhasil yang untung adalah para petani juga.Kepada pengurus kelompoktani, tokoh masyarakat atau petani yang membutuhkan kami, jangan sungkan-sungkan datang ke kantor kecamatan atau hubungi saya. Saya siap selalu untuk pembangunan di kecamatan Sukagumiwang. Melaluipertemuan dan koordinasi permasalahan yang ada di kecamatan sukagumiwang ini dapat cepat terselesaikan.Sementara itu Kepala Bidang Usatani BKP3 pertemuan seperti ini agar terus ditumbuhkembangkan dan ditingkatkan serta disebarluaskan ke desa-desa lainnya. Karena dengan pertemuan banyak informasi yang dapat disampaikan dan bila ada permasalahan dapat segera terselesaikan.Kerjasama yang telah terjalin dengan baik antara Kepala UPTD, BPP, POPT dan Pengamat Pengairan ini agar terus ditingkatkan dan bersinergi terus, karena sasaran pembinaan kita sama yaitu kelompoktani dan petani. BKP3 punya penyuluh yang salah satu tugasnya adalah pemberdayaan petani, Dinas Pertanian mempunyai banyak program tinggal sinergitas saja yang perlu dikembangkan. Banyak program tapi tidak memberdayakan kelompoktani akan kurang bermanfaat, karena swadayanya tidak muncul. Sehingga akan mengakibatkan kelompoktani terus menerustergantung dan meminta bantuan pemerintah.Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan menginformasikan bahwa di Kecamatan Kandanghaur, Cantigi, Krangkeng, Terisi dan Gabuswetan mengalami kekeringan dan banyak areal sawah yang gagal panen. Alhamdulillah di Sukagumiwang areal sawahnya berhasil panen. Semoga hasil panennya memperoleh kelebihan dan mendapat untung jangan pulang modal saja.Program yang sedang dikembangkan Dinas Pertanian adalah PAJALE, Padi Jagung dan Kedele. Salah satu kecamatan yang akan dikembangkan Kedele adalah Kecamatan Sukagumiwang yaitu seluas 1.500 hektar. Oleh karenanya kepada Kepala UPTD dan para Penyuluh agar dimusyawarahkan dan direncakanan sebaik mungkin. Sebagai dasar pertimbangannya apakah ada jaminan air nya, kalau wilayah tersebut tidak ada jaminan air jangan dipaksanakan tanam kedele. Kedele ini agar secepatnya ditanam karena mempunyai umur panen antara 80 hari sampai 90 hari, jangan sampai mengganggu jadwal tanam musim rendeng berikutnya.Walaupun kelompoktani di Desa Sukagumiwang ini telah berhasil panen padi, namun masih ada beberapa permasalahan yang dijumpai di lapangan. Permasalahan tersebut antara lain bendung pembuang yang bersifat sementara, sehingga bila air cukup besar bendung tersebut jebol. Untuk itu perlu perhatian dari pemnerintah untuk memperbaiki bendung ini. Selain tiu pompa air yang ada sudah lama dan sering mogok, sehingga kebutuhan air padi pada saat dibutuhkan tidak bisa dilayani. Kelompoktani Hasil Tani dan Rejeki Tani mengusulkan agar dapat diprioritaskan mendapat pompa air. (Edi Harnadi)