Loading...

TANAM JAGUNG DI PEMATANG SAWAH

TANAM  JAGUNG DI PEMATANG SAWAH
Selama ini mayoritas para petani yang namanya pematang sawah itu hanya digunakan sebagai jalan setapak sawah. Hanya buat jalan satu orang saja. Apalagi sekarang ini, pematang sawah makin sempit saja.Sebagian kecil para petani memanfaatkan pematang sawah untuk tanaman sela/tumpang sari. Seperti yang dilakukan petani Kecamatan Jawai Selatan menanam kacang panjang, cabe, mentimun, terong, jagung dan lain - lain. Yang hasilnya untuk keperluan keluarga petani dan sebagian untuk dijual sehingga menambah pendapatan petani atau dengan kata lain pendapatan ganda selain hasil padi sebagai tanaman utama petani.Seperti pada tanampa di MT. Rendengan Desa Suah Api Kecamatan Jawai Selatan yang menerapkan system tanam jagung dan sayur di pematang sawah. Pematang sawah yang ditanami yaitu pematang sawah yang masih berbatasan dengan sawah sendiri. Untungnya saat ini petani sudah bias menerapkan tanam padi system Jajar Legowo sehingga untuk mengontrol pertumbuhan padi cukup berjalan di jalur legowo padi dan pematang dapat ditanami jagung. Cara menanam jagung di pematang sawah:1. Benih jagung ditanam setelah selesai tanam padi di sawah dengan cara dibuat lubang / menggunakan tugal. Untuk meningkatkan kesempatan biji berkecambah, tanamlah 2 biji bersama-sama dalam setiap lubang.2. Usahakan benih jagung yang sudah dimasukkan dalam lubang ditutup pupuk kandang atau sekam arang padi.3. Benih jagung tidak menyukai lahan yang terlalu banyak air. Tanah yang basah tanpa ada genangan air akan membuat benih jagung tumbuh dengan baik. 4. Benih yang tidak tumbuh atau tidak normal harus diganti dengan penanaman benih baru atau lakukan penyulaman. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam (hst). 5. Penyiangan rumput pada tanaman jagung dilakukan 2 minggu sekali, sekalian membersihkan pematang sawah dari rumput yang dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.6. Pemupukan jagung yaitu pupuk kandang untuk tahap dasar, selanjutnya menggunakan pupuk Urea, pupuk SP 36 , dan pupuk KCl. Pemupukan dapat dilakukan dalam 3 tahap;? Pada tahap pertama (pupukdasar) pupuk menggunakan pupuk kandang berbarengan dengan penanaman biji jagung. ? Pada tahap kedua pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 10-15 setelah tanam. Yaitu 1/3 pupuk Urea dan semua pupuk SP-36 dan pupukKCl.? Pada tahap ketiga ,pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 30-35 hari setelah tanam yaitu 2/3 pupukUrea. 7. Pengendalian hama dan penyakit ;dilakukan dengan konsep PHT, penggunaan bahan pestisida kimia sebagai alternative terakhir bagi petani.8. Panen Jagung Hibrida ;biasanya berumur 86-96 HST (tergantung Varitas), tongkol dan kelobot mulai mongering , biji kering, keras dan mengkilat. Dengan menerapkan system tanam jagung atau sayur pada pematang sawah petani akan mendapatkan keuntungan ganda sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan anggota keluarganya. Hal ini perlu untuk disampaikan kepada para petani guna pemanfaatan pematang sawah menjadi lebih optimal sehingga fungsi pematang sawah tidak hanya untuk jalan dalam pengontrolan sawah saja. *(by: TAUPIT,A.Md;PPL.BPP Kec. Jawai Selatan)