Budidaya padi secara turun temurun sudah biasa dilakukan petani. Seiring perkembangan teknologi budidaya tanaman padi sekarang ini dianjurkan dengan teknologi penanaman padi sistem jajar legowo. Tanam padi sistem jajar legowo adalah penanaman padi di sawah dengan cara penanaman berlajur yang berbaris 2 atau 4 baris tanaman padi dengan satu baris kosong. Bagian baris yang kosong merupakan lahan penanaman padi yang sengaja dipindahkan sebagai tanaman sisipan dibagian lajur atau baris tanaman padi. Pada bagian baris yang kosong dapat difungsikan sebagai parit kecil atau lorong panjang yang akan memberikan keleluasaan bagi petani untuk melakukan pemeliharan tanaman padi tanpa banyak mengganggu tanaman.. Yulia Pujiharti dkk dalam brosur Teknologi Budidaya Padi ( 2008 ), menjelaskan tanaman padi sistem jajar legowo sangat menguntungkan bagi petani yang mau dan mampu melakukan penanaman padi sistem jajar legowo ; 1) Jumlah rumpun padi pada bagian pinggir akan lebih banyak, 2) Pengendalian hama, penyakit dan gulma lebih mudah dilakukan karena adanya satu baris kosong untuk lorong pengawasan, 3) Pada tahap awal penanaman areal pertanaman lebih terang sehingga tidak mengundang tikus untuk datang, 4) Penggunaan pupuk lebih berdaya guna. Yang juga didukung Sembiring sebagaimana dikutip oleh Dr. Sarlan Abdulrachman dkk dalam brosur Sistem Tanam Legowo Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (2013) menjelaskan sistem tanam jajar legowo merupakan salah satu komponen Pengelolaan Tanaman Terpadu ( PTT ) pada padi sawah dengan adanya ruang terbuka yang lebih lebar diantara dua kelompok barisan tanaman padi akan memperbanyak cahaya matahari masuk ke setiap rumpun tanaman padi sehingga meningkatkan aktivitas fotosintesis yang berdampak pada peningkatan produktivitas tanaman. Tanaman padi sistem jajar legowo merupakan rekayasa teknologi penanaman padi disawah yang diharapkan dapat menghasilkan populasi tanaman padi lebih dari 160.000 per hektar. Dengan teknologi jajar legowo selain dapat meningkatkan populasi pertanaman juga mampu menambah kelancaran sirkulasi sinar matahari dan udara disekeliling tanaman pinggi yang berdampak pada tanaman padi dapat berfotosintesa lebih baik. Hasil fotosintesa tanaman padi yang baik pada tanaman padi yang berada di pinggir akan memberikan hasil produksi yang lebih tinggi dan kualitas gabah yang lebih baik, Prinsip tanaman padi sistem jajar legowoPenanaman padi sistem jajar legowo harus menghindarkan jarak tanam yang rapat karena akan berakibat pada jarak dalam baris sangat sempit. Teknologi yang direkomendasikan pada prinsip jarak tanam sistem jajar legowo dianjurkan pada setiap barisnya ( 25 x 25 ) cm antar rumpun. Jarak tanaman padi yang diselipkan dalam barisan tanaman padi kurang lebih 12,5 cm dan jarak antar barisan di bagian pinggir tanaman padi yang tidak lain adalah lebar lorong atau barisan kosong sekitar 50 cm. Penerapan teknologi penanaman padi disawah sistem jajar legowo ada 2 macam ;1. Sistem Legowo 2:1 Penanaman padi disawah dengan pola tanam yang berselang seling antara 2 baris tanaman padi dengan satu baris kosong sebagai pembatas .Padi yang ada pada barisan kosong dialihkan sebagai tanaman sisipan pada baris tanaman yang 2 baris tsb. Pada tanaman padi sistem legowo 2:1 jumlah populasi tanaman padi mencapai 213.300 rumpun padi per hektarnya dengan peningkatan populasi 33,31% dibandingkan tanaman padi sistem tegel 2. Sistem Legowo 4:1 Penanaman padi disawah dengan penampilan 4 lajur atau barisan padi dengan satu baris kosong sebagai pembatas. Tanam padi sistem legowo 4 : 1 dapat dilakukan dengan 2 model penanaman. Model yang pertama, penanaman legowo 4:1 sangat cocok bila dilakukan pada lahan yang kurang subur dengan penerapan teknologi pada seluruh bagian baris tanaman padi mendapatkan tanaman sisipan. Pada tanaman legowo 4:1 model pertama jumlah rumpun padi mencapai 256.000 rumpun/ha dengan peningkatan populasi sebesar 60% dibandingkan tanaman padi sistem tegel.. Model tanaman padi legowo 4:1 yang kedua dilakukan dengan memberikan tanaman tambahan sebagai tanaman sisipan hanya pada kedua bagian tanaman pinggir. Pada tanaman legowo 4:1 model yang kedua ini sangat cocok diterapkan pada lokasi yang mempunyain tingkat kesuburan tanahnya tinggi. Jumlah populasi rumpun padi pada tanaman legowo model dua mencapai 192.712 tanaman dengan ± 4260 rumpun/ha dan persentase peningkatan hanya sebesar 20,44% dibanding tanaman padi dengan pola tanam tegel Nani Priwanti Soeharto – PP PPMKP Ciawi Sumber : 1. Yulia Pujiharti, Junita Barus dan Bambang Wijayanto. Brosur Teknologi Budidaya Padi. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 20082.Dr.Sarlan Abdulrachman, Dr. Made Jana Mejaya, Nurwulan Agustiani, SP, Indra Gunawan, SP, Dr. Priatna Sasmita dan Ir. Agus Guswara.. Brosur Sistem Tanam Legowo Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian 2013