Loading...

TANAM SERENTAK UNTUK HASIL MENGHENTAK

TANAM SERENTAK UNTUK HASIL MENGHENTAK
Hari Minggu tanggal 13 Desember 2015 menjadi waktu yang istimewa bagi para petani. Adanya surat dari Menteri Pertanian Republik Indonesia perihal Gerakan Percepatan Tanam Serentak Seluruh Indonesia menjadi momentum para petani manabur asa di musim ini. Di Kabupaten Temanggung, para petani, penyuluh pertanian baik PNS maupun THL-TBPP, petugas lapangan dan Babinsa bersatu padu menanam padi secara serentak di wilayah desanya masing-masing. Khusus THL-TBPP, sebagai tenaga bantu penyuluh pertanian selama ini telah membuktikan kiprahnya dalam memajukan pertanian dengan memberikan informasi, penyuluhan, percontohan kepada petani antara lain informasi teknik budidaya secara kultur teknis, desiminasi teknologi, dan lain sebagainya. Kedatangan para pejabat di acara ini menambah semangat para petani untuk bekerja lebih giat.Seperti pelaksanaan tanam serentak di Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung. Di Kecamatan Pringsurat, seremonial tanam serentak dipusatkan desa Soborejo. Kepala UPT Dintanbunhut Kecamatan Pringsurat menyampaikan ada sekitar 20 ha lahan yang hari ini ditanam serentak oleh para petani. Hadir dalam kesempatan ini anggota DPRD Kabupaten Temanggung Komisi C yang mendukung upaya target pencapaian swasembada pangan. Hal serupa juga disampaikan oeh Danramil Pringsurat Kapten Infanteri Hartono, dimana para Babinsa juga siap mendukung para petani. Gerakan Percepatan Tanam Serentak didasari adanya kemunduran musim tanam selama 2 bulan, yaitu pada bulan Oktober dan Nopember 2015. Melalui kegiatan ini petani berharap pada waktu panen hasil produksi dapat meningkat sehingga pendapatan yang diterima petani juga bertambah. Mereka berharap pendampingan para penyuluh secara terus menerus, dukungan dari Babinsa dan tentunya dukungan dari instansi terkait dalam penyediaan sarana dan prasarana penunjang usaha tani yang tidak dapat disediakan secara mandiri oleh para petani dan kelompoktani.Teknologi sudah mulai diterapkan oleh petani dalam berusaha tani. Seperti pada saat tanam serentak, model SRI (System of Rice Intensifcation) telah dilaksanakan petani. Dengan menggunakan bibit muda dari varietas unggul, menerapkan jajar legowo dan teknologi terapan lainnya. Dengan pendampingan penyuluh pertanian dan dukungan dari semua pihak, para petani optimis produksi akan meningkat. (Fajar Wardono_Bapeluh Kab. Temanggung)