Loading...

TANAM SINGKONG SKALA INDUSTRI MENJADI BURUAN INVESTOR

TANAM SINGKONG SKALA INDUSTRI MENJADI BURUAN INVESTOR
Upaya pemerintah untuk memberikan informasi secara nyata kepada masyarakat tentang penanaman singkong telah dibuktikan dengan adanya demplot / percontohan diwilayah kecamatan melalui Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten ketapang khususnya di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) serta informasi yang langsung dibawa oleh penyuluh pertanian disetiap Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian (WKPP), hal ini dilakukan untuk merangsang agar masyarakat mengerti, mau, dan mampu dalam pengelolaan tanaman singkong skala industri dengan harapan dapat mempunyai tambahan usaha sehingga ekonomi meningkat. Tanam singkong bagi masyarakat pada umumnya tidaklah asing, namun tanam singkong dengan skala industri tidaklah mungkin bisa dilakukan oleh semua orang, banyak pertimbangan yang menjadi kendala salah satunya karena pabrik pengolahan yang ada di Kabupaten Ketapang belum beroperasi. Kendati demikian dengan keyakinan dan spekualasi Kasbullah, S.ST salah satu Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Peternakan Dan Perkebunan wilayah kerja Kecamatan Nanga Tayap telah menanam singkong seluas 26 ha yang dikelola oleh adiknya, selain itu juga disela kesibukan tugasnya, bersama timnya ia tetap melakukan pengembangan tanaman tersebut yang mencakup beberapa lokasi potensi. Sosialisasi dan ajakan untuk menanam singkong terus diupayakan dengan harapan agar tanah-tanah (subur dan cocok) yang masih dibiarkan tertidur masyarakat bisa ditanami dan hasilnya bisa menambah penghasilan, karena singkong ini merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan dan kalau dirawat dengan baik dapat menghasilkan ratusan juta dalam setiap hektarnya (9 bulan). Kurun waktu berjalan ada beberapa wilayah kecamatan yang sudah panen diantaranya kecamatan Nanga Tayap. Hasil yang didapatpun sangat variative karena pada periode ini masyarakat masih coba-coba mengingat perusahaan penampung belum beroperasi sehingga masyarakat belum maksimal dalam perawatan tanaman, ada yang hasilnya 120 ton / ha ada pula cuma 20 ton /ha. Untuk hasil panen saat ini ada yang dijual ke Tayan ada juga yang di bawa ke Pulau Jawa, kusus ke pulau jawa saya fasilitasi langsung baik dalam kondisi masih berupa bahan baku (basah) maupun sudah dikeringkan (Gaplek) bahkan saya carikan tenaga pencabut dari jawa imbuhnya. Seperti dilansir dari Manager PT. Ketapang Ecology and Agriculture Forestry Industrial Park Mr. Lie Dong Fang bahwa saat ini kami dalam proses pembuatan pabrik pengolahan singkong dan dalam waktu dekat akan segera beroperasi. Budidaya Singkong merupakan bisnis besar dan sangat sayang kalau dilewatkan begitu saja, jangan jadi penonton ketika orang lain berhasil tapi jadilah orang yang sukses dan ditonton untuk menjadi inspirasi orang lain. Berapa ton pun hasilnya nanti akan tetap kami beli karena kapasitas tampung mesin kami mencapai 500 ton/hari bahkan akan kami tambah menjadi 1000 ton/hari, jadi jangan takut untuk menanam. Sudah beberapa orang yang difasilitasi oleh pak kasbullah dan menjalin kerjasama untuk tanam singkong dengan kami dan kami membuka peluang selebar – lebarnya. Pola kemitraan yang kami tawarkan ada beberapa jenis yaitu 1) pola mandiri (tanpa ada campur tangan dari perusahaan), 2) Pola Bantuan bibit (sistem utang dimana bibit kami sediakan dan biaya beli bibit akan dipotong ketika masyarakat dapat hasil panen), 3) Pola sewa lahan (masyarakat akan menyewakan lahannya untuk perusahaan tanami singkong). Jenis singkong yang akan kami terima adalah varietas UJ-5 / Kasesa / Daplang karena dari varietas ini lebih unggul dibanding varietas lainnya salah satunya kandungan patinya lebih tinggi. Tanam singkong tidaklah rugi bahkan akan menjadi buruan investor hal itu kenapa, karena saat ini bahan baku untuk tepung tapioka diluar pulau Kalimantan sudah mulai menipis sehingga tidak menutup kemungkinan investor yang berada diluar sana akan berburu bahan baku kesini. Pada bulan lalu kami Bersama pak kasbullah melakukan study banding sekaligus transaksi pembelian tepung tapioka di Provinsi Jawa Tengah, kami melihat bahwa kehidupan masyarakat yang membudidayakan tanaman ubi kayu ekonominya sangat maju walaupun kondisi tanah yang kurang bagus lagi karena tidak ada Jedah waktu untuk istirahat sehingga kandungan unsur hara tanah terus berkurang. Dengan kondisi seperti itu saja masyarakat masih mendapat penghasilan besar apalagi kalau singkong dibudidayakan di sini dengan kondisi lahan masih prima tentunya akan lebih banyak mendatangkan hasil. Saat ini banyak sekali kemudahan – kemudahan yang didapat apabila masyarakat mau mengusahakannya dan tentunya punya lahan yang cocok untuk ditanami tanaman tersebut, mengingat yang menjadi kendala selama ini adalah dana. Ada beberapa pihak terkait yang berupaya untuk menjawab permasalahan masyarakat, salah satunya adalah CV. Cipta Cassava Mandiri dimana perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Budidaya Tanaman Singkong dan sudah bekerjasama dengan pihak bank (Bank Mandiri dan Bank BRI) sebagai penyandang dana untuk menjamin sekaligus memfasilitasi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan budidaya tanaman singkong dan tentunya ada ketentuan-ketentuan khusus yang harus disepakati oleh kedua belah pihak tapi yang jelas sangat menguntungkan petani. Untuk peluang usaha, baik pola mandiri maupun kerjasama dalam budidaya tanaman singkong saat ini sangatlah terbuka lebar. Tergantung mau atau tidaknya kita mengambil peluang tersebut dan tentunya hal ini juga tidak mengganggu atau mengabaikan komoditas lainnya terutama tanaman pangan yang selama ini digaungkan pemerintah menuju swasembada pangan. Komoditas singkong ini merupakan tambahan usaha yang mudah dan tidak menyita waktu. Bagi masyarakat yang memerlukan bibit singkong baik skala kecil ataupun besar dapat menghubungi saya di no hp 085245558805, imbuh kasbullah. Kasbullah, S.ST Penyuluh Pertanian Kecamatan Nanga Tayap