Loading...

Tanin sebagai Bahan Pembuatan telur Asin

Tanin sebagai Bahan Pembuatan telur Asin
Tanin sebagai Bahan Pembuatan telur Asin Pengasinan telur merupakan salah satu cara untuk mengawetkan telur segar serta menciptakan rasa yang khas' Sejak dahulu masyarakat kita telah mengawetkan telur dengan cara pengasinan yaitu garam yang dicampur dengan komponen lain seperti abu gosok, batu bata, kapur dan tanah liat. Salah satu fungsi garam adalah untuk menyerap air, sehingga telur asin yang dihasilkan akan lebih awet. Namun dengan terserapnya air maka berat telur akan berkurang. Dengan adanya penambahan bahan tannin kita dapat memblokir keluarnya air melalui pori-pori kulit telur sehingga akan meminimalkan berkurangnya berat telur. Tanin berfungsi untuk menyamak kulit tellur sehingga air dan udara tidak bebas keluar dari dalam telur, sebaliknya bakteri dan mikroba lainnya tidak dapat masuk menembus kulit telur. Dengan cara ini telur asin akan terhindar dari kerusakan akibat mikroba dan terhindar pula dari kehilangan berat telur.Cara memperoleh tanin Yaitu dengan merendam satu bagian daun teh hasil olahan atau sisa teh yang telah dikonsumsi oleh manusia dalam bentuk kering kedalam 60 bagian air selama 12 jam, kemudian dimasak hingga mendidih kurang lebih satu jam , kemudian dilakukan penyaringan untuk menghasilkan larutan teh yang mengandung tannin sebesar 0,5 persen yaitu dengan melihat warna cairan seperti coklat kehitam-hitaman.Cara Pembuatan1. Menyiapakan bahan, Bahan yang di butuhkan yaitu telur segar sebanyak 100 butir,Garam dapur 4 kg, serbuk batu bata halus 3 kg, abu gosok sebanyak 3 kg, daun teh hasil olahan sebanyak 0,2 kg atau sisa-sisa teh yang telah dikonsumsi sebanyak 0,4 kg. Tak lupa siapkan air sebanyak 12 kg. Untuk daun teh terlebih dahulu di rendam dalam air selama 12 jam kemudian direbus hingga mendidih kurah lebih 1 jam sampai airnya berwarna coklat kehitam – hitaman.2. Memilih telur, pilihlah telur –telur yang masih baik dengan cara meneropong. Apabila telur itu mempunyai gelembung udara kecil , kuning telur terletak ditengah-tengah dan putih telurnya masih tebal dan juga belum ada titik hitam berarti telur tersebujt masih baik.3. Mencuci telur, telur – telur yang sudah terpilih dan dipastikan masih baik maka di cuci bersih pada air yang mengalir kemudian di keringkan dengan menggunakan lap bersih kering.4. Menyiapkan Adonan, bahan –bahan untuk adonan seperti garam dapur, serbuk batu bata dan abu gosok dengan perbandingan 4 :3 :3 dicampur dan diaduk sampai rata, kemudian ditambahkan air teh/tannin yang sudah disiapkan hingga adonan berbentuk adonan yang kental.5. Membungkus telur, telur yang telah dikeringkan selanjutnya dibungkus dengan adonan garam sampai seluruh permukaan telur tertutup, tebal adonan kurang lebih 1 cm.6. Menyimpan telur, telur yang sudah dibungkus dengan adonan selanjutnya disimpan pada suhu kamar, dengan menempatkannya didalam tempayan atau wadah yang memadai. Penyimpanan dapat dilakukan selama 12 hari, setelah itu diangkat dan disimpoan pada rak telur. Daya tahan dalam bentuk mentah sekitar 1,5 sampai 2 bulan dana dalam bentuk matang 2 sampai 3 minggu. Keuntungan dari penggunaan TANIN adalah dapat mempertahankan berat telur . Penyusun :Sad Hutomo PribadiSumber bacaan : BIP Sulut.