Loading...

TEHNIK PEMBUATAN PAKAN TERNAK SAPI

TEHNIK PEMBUATAN PAKAN TERNAK SAPI
TEHNIK PEMBUATAN PAKAN TERNAK SAPI (SOSIALISASI PEMELIHARAAN TERNAK) OLEH :LUKMANUL CHAKIM,S.Pt PEMERINTAH KABUPATEN BARITO TIMURBADAN KETAHANAN PANGAN, PENYULUHAN PERTANIAN PERIKANAN DAN KEHUTANANJL. A. YANI Km.2 Kode Pos 73611TAMIANG LAYANG Pertama : Komposisi membuat konsentrat dan didapat bobot domba meningkat 9-12 kg dalam waktu tiga bulan.Komposisi membuat konsentrat; dedak halus 70%, ongok 20%, jagung giling 8,1%, garam dapur 1,4% dan kalsium 0,5%.Konsentrat itu diberikan sebagai makanan penguat pada ternak Sapi potong, perah maupun domba/kambing) di samping makanan pokok berupa rumput. Untuk domba berusia 5 bulan diberi 2 ons konsentrat per harinya. Sedangkan yang lebih tua jatahnya ditingkatkan menjadi 0,25 – 0,3 kg/hari. Pemberian konsentrat ini dilakukan sekali setiap hari pada pagi sebelum diberi rumput. Dengan cara ini bobot domba bisa mencapai rata-rata 100 gram/ekor/hari.Namun resep di atas disadari masih kurang lengkap, untuk mendapatkan pertumbuhan berat badan yang baik, dalam komposisi konsentrat tersebut harus terkandung unsur protein. Untuk itu dikembangkan resep kedua yang komposisinya terdiri dari dedak halus 75%, jagung giling 8%, bungkil kedelai 3%, bungkil kelapa 10%, kalsium 2% dan garam dapur 2%. Resep ini, menurutnya, mampu meningkatkan bobot ternak sebesar duakali penggemukan resep pertama.Seperti ia diuraikan, semua bahan itu harus dalam kondisi lembut agar mudah bercampur satu sama lain. Bahan itu kemudian dicampur dalam suatu wadah dan diaduk sampai merata. Bahan-bahan yang sudah bercampur merata inilah yang disebut konsentrat dan siap diberikan pada ternak. Konsentrat yang akan diberikan takarannya harus pas sehingga bisa habis dekali makan. Sebelum diberikan konsentrat tsb diberi air sedikit-sedikit sambil diaduk hingga diperoleh adonan yang pekat.Selain pakan konsentrat, beberapa peternak lain mencoba membuat silase. Pembuatan silase melibatkan proses fermentasi bakteri anaerob. Sementara bahan bakunya adalah daun jagung yang dicampur dengan kulit nenas, ongok, dan kacang-kacangan.Kedua : untuk konsentrat yang paling gampang adalah,pakai jerami dan tetestebu,perbandinganya tetes tebu 1 liter,jeraminya 1 truk double atau engkel.biarkan selama 21 hari,lalu berikan dengan cara,pagi hijauan,siang fermentasi jerami,sore hijauan,di tambah minuman campur bakatul 3 genggam. jangan lupa suntik vitamin 1 bulan sekali,dan obat cacing 3 bulam sekali,pertambahan berat badan sampai 0,7 kg sehari sampai 1 kg sehari. sudah saya buktikan,murah dan terjangkau hijauan dapat pakai kulit kacang kedelai atau rumput gajah,tiap pgi jangan lupa dimandikan walaupun hanya di lap pakai kain,supaya menjadi jinak. Kalau sore dihangatkan dengan perapian dari jerami atau daun kering sekalian pengusir lalat dan nyamuk.Ketiga : tungkul jagung, bukil klp sawit, onggok, dedak padi, star bio, molase di giling hinga merata lalu di simpan tempat yg jauh dr sinar matahari,tp saya akui cukup lumanyan ko untuk lembu untuk penggemukan 4-6 bln bs kt buktikan pertumbuan nya.Saya melihat untuk konsentrat yang diberikan ke ternak komposisi bahannya sama saja, yang membedakan banyak pemberiannya. Ini berkaitan dengan tujuan pemeliharaan ternak untuk apa, misal penggemukan, pembibitan maupun perah.Latar Belakang•Hijauan merupakan sumber pakan utama untuk ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba)•Untuk meningkatan produksi perlu penyediaan hijauan pakan yang cukup baik kuantitas, kualitas maupun kontinuitasnya•Hijauan pakan ternak yang umum diberikan untuk ternak ruminansia adalah rumput-rumputan yang berasal dari padang penggembalaan atau kebun rumput, tegalan, pematang serta pinggiran jalan.Faktor Penghambat Penyedian Hijauan Pakan(a)Terjadinya perubahan fungsi lahan yang sebelumnya sebagai sumber hijauan pakan menjadi lahan pemukiman, lahan untuk tanaman pangan dan tanaman industri(b)Sumberdaya alam untuk peternakan berupa padang penggembalaan di Indonesia semakin berkurang(c)Secara umum di Indonesia ketersediaan hijauan pakan juga dipengaruhi oleh iklim, sehingga pada musim kemarau terjadi kekurangan hijauan pakan ternak dan sebaliknya di musim hujan jumlahnya melimpahSolusi• Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan• Sumber limbah pertanian diperoleh dari komoditi tanaman pangan, dan ketersediaanya dipengaruhi oleh pola tanam dan luas areal panen dari tanaman pangan di suatu wilayah• Jenis limbah pertanian sebagai sumber pakan adalah jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami kacang tanah, pucuk ubi kayu, serta jerami ubi jalar dll.• Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia• Penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak telah umum dilakukan di daerah tropik, terutama sebagai makanan ternak pada musim kemarau• Penggunaan jerami padi sebagai makanan ternak mengalami kendala terutama disebabkan adanya faktor pembatas dengan nilai nutrisi yang rendah yaitu kandungan protein rendah, serat kasar tinggi, serta kecernaan rendah• Pemanfaatan jerami padi sebagai pakan baru mencapai 31-39%, sedangkan yang dibakar atau dikembalikan ke tanah sebagai pupuk 36-62%, dan sekitar 7-16% digunakan untuk keperluan industriKelemahan Jerami Padi• Kandungan nutrisi yang rendah, misalnya kandungan protein jerami 3-5 %, sedangkan protein rumput gajah mencapai 12-14%• Rendahnya kecernaan yang disebabkan oleh:1. terdapat lignin sekitar 6-7%2. Mengandung silikat 13 %• Silikat dan lignin ini bagaikan kaca pelapis, yang melapisi zat-zat yang berguna dan bernilai energi tinggi seperti protein, selulose, hemiselulose• Ikatan serat di dalamnya juga sangat kuatPengolahan Jerami Padi dengan Amoniasi Urea1. Amoniasi merupakan suatu cara pengolahan jerami padi secara kimiawi dengan menggunakan gas amonia2. Pengadaan gas amonia mahal3. Urea atau CO(NH2)2, Sumber gas amonia yang murah dan mudah diperoleh,4. 1 kg urea menghasilkan 0,57 kg gas amonia5. Urea merupakan senyawa kimia yang mengandung + 45 % unsur nitrogenManfaat Amoniasi1. Merubah tekstur dan warna jerami yang semula keras berubah menjadi lunak dan rapuh2. Warna berubah dari kuning kecoklatan menjadi coklat tua3. Meningkatkan kadar protein, serat kasar, energi bruto (GE), tetapi menurunkan kadar bahan ekstrak tiada nitrogen (BETN) dan dinding sel4. Meningkatkan bahan kering, bahan organik, dinding sel, nutrien tercerna total, energi tercerna, dan konsumsi bahan kering jerami padi5. NH3 cairan rumen meningkat6. Memberikan balan nitrogen yang positif7. Menghambat pertumbuhan jamur8. Memusnahkan telur cacing yang terdapat dalam jerami.Hasil Analisa Laboratorium Amoniasi Urea Jerami Padi Jerami PadiTanpa Amoniasi Jerami PadiTeramoniasiProtein Kasar (%) 3,45 6,66Lemak (%) 1,20 1,21Serat Kasar (%) 33,02 35,19BETN 37,27 31,76Abu 25,06 25,18Kandungan Dinding Sel(NDF) (%) 79,80 75,09Energi Bruto (GE)(Kcal/kg) 3539,48 3927,36Sumber: Chuzaemi, S. dan Soejono, M. (1987)Kecernaan Zat-zat Makanan Jerami PadiKecernaan Jerami PadiTanpa Amoniasi Jerami PadiTeramoniasiBahan Kering (%) 40,65 50,09Bahan Organik (%) 50,57 60,51Dnding Sel/NDF (%) 46,51 60,51Nutrien tercerna total/TDN (%) 38,59 46,37Energi Tercerna/DE(Kcal/g) 1,45 1,99Sumber: Chuzaemi, S. dan Soejono, M. (1987) Jerami PadiTanpa Amoniasi Jerami PadiTeramoniasiKonsumsi BK (g)(per ekor per kg BeratBadan Metabolit) 63,04 72,00Balans Nitrogen -0,0039 0,0026Konsentrasi NH3(mg/100 ml) 0,11 5,22pH cairan rumen 0,18 1,14Konsentrasi urea darah(mg/100 ml) 0,47 7,31Sumber: Chuzaemi, S. dan Soejono, M. (1987)Teknik Pembuatan Amoniasi Urea Jerami PadiBAHAN1. Jerami padi : (jerami yang berkualitas baik, artinya tidak busuk ataupun basah karena terendam air sawah maupun hujan)2. Urea3. AirALAT TimbanganPlastikEmberAlat Pemotong JeramiSendokAlat penyiramPROSEDUR PEMBUATAN1. Jerami padi ditimbang sesuai dengan jumlah yang diperlukan2. dipotong-potong dengan ukuran sekitar 5-10 cm,3. Ditambahkan urea sebanyak 6 % dari bobot jerami padi yang digunakan. Misalnya : jumlah jerami padi yang diolah sebanyak 50 kg maka urea yang dibutuhkan sebanyak 6% x 50 kg = 3 kg,4. Disiapkan air bersih sebanding dengan jumlah jerami padi yang digunakan. Misalnya : jerami padi 50 kg, diperlukan air 50 liter.5. Disiapkan silo yang dapat dibuat dengan lubang di tanah yang disesuaikan dengan jumlah jerami padi yang diolah. Selain itu dapat pula digunakan drum atau kantong plastik. Sebelum jerami ditumpuk alas pada dasar wadah diberi plastik,6. Selanjutnya jerami padi yang telah dipotong-potong dimasukkan ke dalam lubang silo (dapat juga menggunakan wadah plastik, drum, lantai semen), sehingga membentuk lapisan setebal 10-20 cm,7. kemudian setiap lapisan disemprot dengan larutan urea secara merata dan setelah itu disemprot dengan air bersih.8. Jerami padi disusun sedemikian rupa sehingga membentuk tumpukan ke atas, dan9. Setelah penumpukan jerami selesai, ditutup dengan rapat menggunakan plastik dan disimpan selama empat minggu (21 hari)10. Setelah penyimpanan, tutup dibuka, dikering anginkan dan jerami padi amoniasi dapat digunakan sebagai pakan ternak ruminansiaProses amonisi bila sempurna ditandai tekstur jerami relatif lebih mudah putus, berwarna kuning tua atau coklat dan bau monia. Untuk mengurangi bau amonia, jerami harus dianginkan selama 1-2 jam sebelum diberikan pada ternak  Pustaka:Bearden, HJ and Fuquay JW, 1984. Applied Animal Reproduction. 2ndEdition. Reston Publishing Company, Inc. A Prentice-Hall Company. Reston. Virginia.Evans G and MaxwelI WMC, 1987. Salamon’s Artificial Insemination of Sheep and Goats. Butterworths. Sydney.Foote RH, 1980. Artificial Insemination. In Reproduction in Farm Animal 4thEdition. Hafez, E.S.E. (Ed.). Lea and Febiger. Philadelpia.Hafez ESE, 1993. Reproduction in Farm Animai. 6th Edition. Lea and Febiger. PhiladelpiaSalisbury, G.W dan N.L. Vandemark, 1985, Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buatan Pada Sapi, diterjemahkan R. Djanuar, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.Toelihere MR, 1985. Fisiologi Reproduksi Pada Ternak. Penerbit Angkasa. Bandung. —————–, 1993. Inseminasi Buatan Pada Ternak. Penerbit Angkasa. Bandung. TERIMA KASIH Informasi dan Konsultasi :Lukmanul Chakim,S.PtPemerintah Kabupaten Barito TimurBadan Ketahanan Pangan, Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP4K)Jl.A. YANI Km.2 Kode Pos 73611e-mail :lukman23son@gmail.comTAMIANG LAYANG